Anggur Berpotensi Bantu Lindungi Kulit dari Sinar UV

Lifestyle Anindya Kirana Putri 28 Mei 2026 21:04 WIB 3
Anggur Berpotensi Bantu Lindungi Kulit dari Sinar UV

Paparan sinar matahari kerap sulit dihindari, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Selain sunscreen, perlindungan dari dalam tubuh kini ikut menjadi sorotan setelah sebuah penelitian menyoroti manfaat anggur bagi kulit.

Temuan itu berasal dari studi kecil yang menilai kemungkinan anggur membantu memperkuat pertahanan alami kulit terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet. Camilan ini disebut hanya menyumbang sekitar 62 kalori per sajian, namun dinilai punya potensi yang menarik untuk kesehatan kulit.

Anggur dan perlindungan kulit

Penelitian dilakukan oleh ilmuwan dari Western New England University. Sebanyak 29 responden dilibatkan dalam studi tersebut.

Sebelum intervensi, para peserta menjalani pola makan khusus selama dua minggu. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi pengaruh makanan lain terhadap hasil penelitian.

Setelah masa persiapan, peserta mengonsumsi bubuk anggur beku kering yang dicampur air dua kali sehari selama dua minggu. Takaran itu setara dengan sekitar tiga porsi anggur segar per hari.

Para peneliti kemudian membandingkan kondisi kulit peserta sebelum dan sesudah konsumsi anggur. Sampel diambil dari area yang terkena sinar UV dan dari area pinggul yang terlindungi dari paparan.

Hasil studi anggur terbaru

Hasil awal menunjukkan adanya potensi anggur dalam membantu pertahanan alami kulit. Temuan ini bahkan disebut dapat terlihat hingga ke tingkat genetik.

Meski begitu, jumlah sampel yang dapat dianalisis sangat terbatas. Dari 29 responden, hanya empat orang yang menghasilkan jaringan kulit berkualitas tinggi untuk pemeriksaan.

Seluruh sampel yang layak dianalisis berasal dari perempuan dengan tipe kulit yang mudah terbakar matahari. Kondisi ini membuat hasil penelitian belum bisa digeneralisasi ke semua orang.

Para peneliti menilai temuan tersebut tetap penting sebagai dasar penelitian lanjutan. Namun, diperlukan studi yang lebih besar agar manfaat anggur terhadap kulit dapat dipastikan secara ilmiah.

Risiko sinar UV pada kulit

Sinar ultraviolet dapat menembus lapisan kulit dan merusak DNA sel. Kerusakan ini menjadi salah satu alasan utama kulit perlu perlindungan yang memadai.

Dampak jangka pendek paparan UV dapat berupa sunburn atau kulit terbakar matahari. Pada sebagian orang, kondisi ini juga memicu iritasi dan rasa tidak nyaman yang cukup kuat.

Dalam jangka panjang, paparan berulang dapat mempercepat penuaan dini. Risiko kanker kulit juga dapat meningkat jika perlindungan dilakukan secara tidak konsisten.

Karena itu, sunscreen tetap menjadi perlindungan utama saat beraktivitas di bawah sinar matahari. Asupan makanan seperti anggur dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap, bukan pengganti.

Cara menjaga kulit sehat

Perawatan kulit yang baik tetap membutuhkan kebiasaan dasar yang konsisten. Penggunaan tabir surya, pakaian pelindung, dan pembatasan paparan matahari menjadi langkah penting.

Konsumsi buah-buahan juga dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Anggur, misalnya, mengandung senyawa yang dalam studi tertentu dikaitkan dengan perlindungan sel.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa hasil penelitian awal belum cukup untuk menjadi pedoman tunggal. Informasi ilmiah tetap harus dibaca dengan hati-hati agar tidak menimbulkan harapan berlebihan.

Dengan demikian, perlindungan kulit terbaik adalah kombinasi antara perawatan luar dan kebiasaan sehat dari dalam. Pendekatan ini dinilai lebih aman, praktis, dan sesuai untuk pencegahan jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!