Anggun C Sasmi Bagi Pandangan Soal Perhiasan dan Putrinya

Lifestyle Clara Monica 21 Mei 2026 23:43 WIB 6
Anggun C Sasmi Bagi Pandangan Soal Perhiasan dan Putrinya

Anggun C Sasmi kembali menjadi sorotan setelah tampil dalam film Para Perasuk dan menerima Golden Visa dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Di tengah perhatian publik terhadap kiprah dan perjalanan kariernya, penyanyi berusia 52 tahun itu mengungkap sisi personal yang jarang diketahui, yakni cara ia memperkenalkan perhiasan kepada putrinya, Kirana.

Anggun menuturkan bahwa hubungan ibu dan anak itu kerap diwarnai obrolan soal perhiasan, terutama saat Kirana mulai memasuki usia remaja. Namun, ia memiliki aturan tegas di rumah, yakni putrinya belum diperbolehkan mengenakan perhiasan sebelum berusia 18 tahun, karena baginya aksesori itu bukan sekadar hiasan, melainkan sesuatu yang memiliki makna.

Aturan Di Rumah

Anggun mengakui sejak kecil Kirana sudah menunjukkan ketertarikan pada gelang dan perhiasan miliknya. Ia kerap meminta izin untuk meminjam, tetapi sang ibu memilih menunda sampai usia yang dianggap tepat.

Menurut Anggun, pembatasan itu dibuat agar Kirana memahami bahwa perhiasan memiliki nilai lebih dari sekadar tampilan. Ia ingin putrinya melihat perhiasan sebagai sesuatu yang istimewa, bukan barang yang dipakai tanpa pemaknaan.

Saat Kirana telah menginjak usia 18 tahun, Anggun mulai membuka ruang untuk fase perkenalan yang lebih dewasa terhadap perhiasan. Ia menilai proses itu perlu dilakukan secara bertahap, supaya anaknya memahami konteks dan nilai di balik setiap koleksi.

Warisan Dari Keluarga

Anggun menjelaskan bahwa pandangannya terhadap diamond dibentuk sejak kecil oleh ibu dan neneknya. Di keluarganya, perhiasan dianggap sebagai warisan kasih sayang yang diturunkan lintas generasi.

Baginya, pemberian perhiasan bukan hanya soal kemewahan, melainkan simbol perhatian dan kualitas terbaik dari orang terdekat. Ia menilai nilai emosional itu yang membuat sebuah perhiasan terasa berbeda dan bertahan lama dalam ingatan.

Anggun menyebut perhiasan yang baik harus tampil understated, tetapi tetap memiliki karakter yang kuat. Karena itu, ia memandang diamond sebagai sesuatu yang eksklusif, bernilai, dan tidak pernah biasa saja.

Makna Sebuah Perhiasan

Dalam pandangan Anggun, perhiasan yang tepat bukan hanya memperindah penampilan, tetapi juga membawa hubungan emosional antara pemakai dan benda yang dikenakan. Ia merasa ada ikatan khusus ketika sebuah perhiasan benar-benar selaras dengan kepribadian pemakainya.

Ia menegaskan bahwa proses memilih perhiasan perlu memperhatikan niat, kualitas, dan detail pengerjaan. Bagi Anggun, aspek-aspek itu membuat sebuah perhiasan memiliki cerita dan nilai yang lebih dalam.

Filosofi tersebut membuatnya berhati-hati dalam memperkenalkan perhiasan kepada Kirana. Ia ingin sang putri memahami bahwa aksesori mewah pun tetap harus diperlakukan dengan rasa hormat dan kesadaran.

Alasan Jadi Duta

Pandangan Anggun soal perhiasan membuatnya dinilai cocok menjadi House Ambassador sekaligus D color Lady untuk Wanda House of Jewels. Sosoknya dianggap mewakili karakter elegan, berkelas, dan memiliki kedekatan emosional dengan nilai yang diusung brand tersebut.

Founder Wanda House of Jewels, Wanda Ponika, menilai ada kesesuaian kuat antara kepribadian Anggun dan identitas merek yang dibangun. Menurut dia, kesamaan itu bukan hanya terlihat dari penampilan, tetapi juga dari kedalaman karakter dan cara pandang Anggun terhadap perhiasan.

Wanda menegaskan bahwa perusahaannya bukan sekadar toko perhiasan, melainkan jeweler yang membuat setiap karya dengan perhatian dan maksud yang jelas. Bagi Anggun, pendekatan itu sejalan dengan prinsipnya bahwa perhiasan yang bermakna selalu lahir dari proses yang penuh atensi dan tujuan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!