Airlangga Bantah DSI Jadi Penyebab IHSG Melemah

Forex & Saham Gilang Nabaris 30 Mei 2026 02:51 WIB 3
Airlangga Bantah DSI Jadi Penyebab IHSG Melemah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia menegaskan pelemahan pasar saham lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Airlangga menyampaikan hal itu di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026), sambil menekankan bahwa IHSG pada perdagangan pagi berada di zona hijau. Ia juga memastikan pelaku usaha, baik domestik maupun asing, menyambut positif kebijakan pemerintah dan siap bekerja sama dengan badan yang dibentuk untuk mengelola ekspor komoditas strategis.

IHSG dan Sentimen Global

Airlangga menyebut koreksi IHSG sebagai hal yang wajar dalam mekanisme pasar. Menurutnya, pergerakan indeks tidak bisa dilepaskan dari faktor eksternal yang memengaruhi pasar keuangan global.

Ia menyoroti rebalancing MSCI sebagai salah satu pemicu tekanan pada saham-saham tertentu. Kondisi tersebut, kata dia, turut memberi dampak pada pergerakan indeks secara keseluruhan.

Pernyataan itu disampaikan untuk meredam kekhawatiran bahwa kebijakan pemerintah memukul pasar modal. Pemerintah, kata Airlangga, melihat pelemahan yang terjadi sebagai respons pasar terhadap dinamika global.

Meski sempat terkoreksi, Airlangga menilai fondasi ekonomi domestik masih cukup kuat. Karena itu, ia optimistis pasar akan kembali menyesuaikan diri dalam waktu dekat.

DSI dan Respons Pengusaha

Airlangga juga membantah asumsi bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia memicu ketidakpastian di kalangan pelaku pasar. Ia menyebut badan tersebut justru dirancang untuk mengelola ekspor komoditas strategis secara lebih terarah.

Menurut Airlangga, pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada para pengusaha sebelum kebijakan itu dijalankan. Dari proses tersebut, ia mengklaim para pelaku usaha memahami arah kebijakan pemerintah.

Ia mengatakan hampir seluruh asosiasi, baik dari dalam maupun luar negeri, memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah. Para pelaku usaha tersebut juga disebut siap bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah.

Airlangga menilai dukungan dunia usaha menjadi sinyal positif bagi implementasi kebijakan tersebut. Dengan demikian, ia berharap pembentukan badan baru tidak lagi dikaitkan dengan gejolak pasar saham.

Pergerakan IHSG Terkini

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan Rabu (20/5/2026). Pada pukul 11.19 WIB saat pidato Presiden Prabowo Subianto berlangsung, indeks bahkan turun lebih dari 2 persen.

Tekanan pasar berlanjut pada perdagangan Kamis (21/5/2026), ketika IHSG ditutup di level 6.094. Kondisi itu setara dengan penurunan 233 poin atau sekitar 3,54 persen.

Penurunan berturut-turut tersebut memunculkan perhatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah. Namun, pemerintah menilai koreksi itu masih berada dalam batas wajar.

Airlangga menegaskan pasar memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan cepat ketika sentimen mereda. Ia melihat pergerakan tersebut sebagai bagian dari dinamika normal bursa saham.

IHSG Kembali Menguat

Di tengah tekanan sebelumnya, Airlangga menyampaikan bahwa IHSG pada perdagangan hari ini kembali berada di zona hijau. Menurutnya, penguatan itu menjadi indikasi bahwa sentimen negatif mulai mereda.

Ia mengatakan indeks saham sempat bergerak naik di kisaran 6.100-an pada penutupan perdagangan. Pada saat yang sama, IHSG tercatat menguat sekitar 1,1 persen.

Penguatan tersebut dinilai memberi ruang optimisme bagi investor yang sempat berhati-hati. Pasar juga diperkirakan akan menunggu perkembangan berikutnya dari arah kebijakan global dan domestik.

Airlangga berharap kestabilan pasar dapat terus terjaga seiring koordinasi pemerintah dengan pelaku usaha. Dengan demikian, kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia tetap terpelihara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!