Airlangga Bantah Danantara Jadi Penyebab IHSG Anjlok

Forex & Saham Gilang Nabaris 29 Mei 2026 18:39 WIB 3
Airlangga Bantah Danantara Jadi Penyebab IHSG Anjlok

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Ia menegaskan pelemahan pasar saham lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International atau MSCI.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026), di tengah pergerakan IHSG yang sempat melemah tajam dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan pagi ini, indeks justru kembali bergerak di zona hijau.

IHSG dan sentimen pasar

Airlangga menyebut koreksi yang terjadi di pasar saham merupakan hal yang wajar. Menurutnya, pelemahan IHSG tidak bisa langsung dikaitkan dengan kebijakan pemerintah.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan indeks adalah keluarnya sejumlah emiten dari lembaga pemeringkat. Kondisi itu, kata dia, membuat pasar melakukan penyesuaian.

Airlangga menilai dinamika seperti itu lazim terjadi ketika ada perubahan pada komposisi indeks global. Karena itu, ia meminta publik melihat pelemahan IHSG secara lebih utuh.

Dalam pandangannya, faktor eksternal masih menjadi penentu utama pada volatilitas pasar saat ini. Ia menekankan bahwa koreksi tidak selalu mencerminkan persoalan struktural di dalam negeri.

Penjelasan soal Danantara

Danantara Sumberdaya Indonesia pertama kali diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Badan tersebut ditugaskan mengelola ekspor komoditas strategis.

Airlangga menolak anggapan bahwa kehadiran badan itu membuat investor khawatir. Ia menegaskan, kebijakan pemerintah justru telah disosialisasikan kepada para pelaku usaha.

Menurut Airlangga, penjelasan pemerintah diterima dengan baik oleh dunia usaha. Ia menyebut respons dari pelaku usaha, baik domestik maupun asing, cenderung positif.

Airlangga juga memastikan bahwa tujuan pembentukan badan tersebut telah dipahami sebagai bagian dari penguatan tata kelola ekspor. Karena itu, ia melihat tidak ada alasan untuk mengaitkannya langsung dengan penurunan IHSG.

Respons pengusaha nasional

Airlangga mengatakan hampir seluruh asosiasi pengusaha telah menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah. Ia menilai dukungan itu menjadi sinyal bahwa kerja sama dengan badan baru dapat berjalan.

Ia menjelaskan bahwa para pelaku usaha siap menyesuaikan diri dengan arah kebijakan yang ditempuh pemerintah. Kesiapan itu disebut berlaku baik dari kalangan dalam negeri maupun luar negeri.

Menurutnya, dialog dengan dunia usaha penting agar kebijakan strategis tidak menimbulkan salah persepsi. Pemerintah, kata dia, terus membuka ruang komunikasi untuk menjaga kepastian usaha.

Airlangga menambahkan, penerimaan positif dari asosiasi menunjukkan kebijakan masih berada pada jalur yang dapat dipahami pasar. Dengan demikian, sentimen terhadap IHSG tidak semestinya hanya ditarik dari satu kebijakan.

Pergerakan IHSG terkini

IHSG tercatat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026). Pada pukul 11.19 WIB saat pidato Presiden Prabowo terkait tata kelola ekspor komoditas SDA disampaikan, indeks sempat turun lebih dari 2 persen.

Tekanan berlanjut pada perdagangan Kamis (21/5/2026), ketika IHSG ditutup di level 6.094. Pelemahan itu setara dengan penurunan 233 poin atau sekitar 3,54 persen.

Namun, pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG kembali menguat ke level 6.100-an. Kenaikan tersebut tercatat sekitar 1,1 persen dan memberi sinyal adanya pemulihan jangka pendek.

Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih sangat dipengaruhi sentimen eksternal dan ekspektasi pelaku pasar. Di tengah kondisi itu, pernyataan pemerintah menjadi penting untuk menjaga keyakinan investor terhadap stabilitas kebijakan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!