Airlangga Bantah Danantara Jadi Penyebab IHSG Anjlok

Forex & Saham Gilang Nabaris 29 Mei 2026 06:35 WIB 3
Airlangga Bantah Danantara Jadi Penyebab IHSG Anjlok

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Ia menegaskan pelemahan indeks lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing Morgan Stanley Capital International atau MSCI.

Airlangga menyampaikan IHSG sempat terkoreksi, namun pada perdagangan pagi ini indeks bergerak di zona hijau. Pernyataan itu disampaikan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Mei 2026.

IHSG dan sentimen pasar

Airlangga menyebut koreksi yang terjadi di pasar saham merupakan hal yang wajar. Menurut dia, pelemahan itu juga berkaitan dengan keluarnya sejumlah emiten dari indeks lembaga pemeringkat global.

Ia menjelaskan bahwa rebalancing MSCI kerap memicu penyesuaian portofolio oleh pelaku pasar. Kondisi tersebut, kata dia, dapat menekan pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Meski demikian, Airlangga menilai fundamental pasar domestik tetap terjaga. Ia menekankan bahwa koreksi tidak selalu mencerminkan perubahan arah ekonomi secara keseluruhan.

Danantara dan respons pengusaha

Danantara Sumberdaya Indonesia sebelumnya diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Badan ini ditugaskan mengelola ekspor komoditas strategis.

Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah telah mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada dunia usaha. Dari hasil komunikasi itu, ia mengklaim banyak pengusaha memberi respons positif.

Menurut Airlangga, pelaku usaha dari dalam maupun luar negeri menyatakan siap bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah. Sikap itu, kata dia, menunjukkan adanya dukungan terhadap arah kebijakan baru.

Pergerakan IHSG terkini

IHSG tercatat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Pada pukul 11.19 WIB, indeks bahkan sempat turun lebih dari 2 persen saat Presiden Prabowo menyampaikan pidato terkait tata kelola ekspor komoditas SDA.

Pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, IHSG kembali ditutup melemah ke level 6.094. Pelemahan itu setara dengan penurunan sekitar 233 poin atau 3,54 persen.

Namun, pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG kembali menguat di kisaran 6.100-an. Penguatan sekitar 1,1 persen itu menunjukkan minat beli mulai kembali masuk ke pasar.

Prospek pasar saham

Airlangga menilai pergerakan hijau IHSG pada perdagangan pagi menjadi sinyal bahwa pasar mulai stabil. Ia menganggap fluktuasi yang terjadi masih dalam batas kewajaran.

Para pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan pemerintah, dinamika global, dan keputusan indeks internasional. Kombinasi faktor tersebut akan terus mempengaruhi sentimen investasi di bursa saham.

Dengan kondisi itu, pasar diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam waktu dekat. Meski begitu, pemerintah optimistis kepercayaan investor tetap terjaga seiring sosialisasi kebijakan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!