Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai AI akan menjadi pendorong utama adopsi jaringan 5G di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan pada IndoTelko Forum di Jakarta pada 29 Mei 2026.
Pernyataan tersebut menyoroti perlunya integrasi AI dan 5G untuk mempercepat manfaat teknologi bagi berbagai sektor.
AI dorong adopsi 5G
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan AI bisa menjadi killer content bagi transformasi 5G.
Ia menekankan peran AI dalam mengolah data menjadi insight yang mendorong penggunaan layanan digital berkecepatan tinggi.
Kombinasi antara 5G dan AI diharapkan mempercepat migrasi industri ke ekosistem digital yang lebih cerdas.
Target 5G merata 2029
Pemerintah saat ini membuka proses lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk memperluas akses.
Langkah ini ditujukan untuk memperluas jaringan ke wilayah yang sebelumnya tertinggal serta meningkatkan kualitas layanan dan mendukung target 7 persen cakupan 5G pada 2029.
Lelang ini diharapkan memperkuat ekosistem digital nasional dan memicu investasi di sektor telekomunikasi.
