Aditya Zoni mengungkapkan dirinya sudah lama tidak bertemu Air dan Amala, keponakannya yang diasuh Ammar. Ia menyatakan harapannya bisa bertemu nanti saat waktu senggang tersedia. Lokasi wawancara dilakukan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin.
Kerinduan terhadap Air dan Amala menjadi beban bagi keluarga, ujar Aditya Zoni. Ia menegaskan pertemuan itu akan dilakukan jika ada waktu luang dan tidak mengganggu pekerjaan. Aditya berharap pertemuan nantinya bisa mempererat ikatan keluarga meski jarak memisahkan.
Rencana Bertemu Keponakan
Aditya Zoni mengungkapkan keinginannya bertemu Air dan Amala, keponakannya yang saat ini diasuh Ammar. Ia menegaskan rencana tersebut tergantung waktu luang dan jadwal pekerjaan. Lokasi pertemuan belum ditetapkan, namun keinginan itu sudah menjadi prioritas bagi keluarganya.
Dalam kesempatan itu, Aditya menilai pertemuan dengan kedua keponakan bisa menguatkan hubungan keluarga. Ia mengaku rindu dengan Air dan Amala, meskipun jarak membuatnya sulit bertemu. "Belum sih, belum ketemu sampai saat ini, tapi nanti insyaallah pengin ketemulah gitu," ujar Aditya di Kebon Jeruk.
Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut akan secara langsung dilihat dari waktu dan kesibukan masing-masing anggota keluarga. Aditya menyoroti bahwa pertemuan tidak hanya untuk dirinya, melainkan untuk mempererat ikatan keluarga. Ia berharap momen itu bisa memberi contoh positif bagi anak-anak Ammar di tengah tantangan yang dihadapi.
Dukungan Keluarga untuk Ammar
Aditya menyampaikan keluarga Ammar tetap memberikan dukungan penuh kepada Ammar selama menjalani hukuman di Nusakambangan. Mereka percaya bahwa peran sebagai abang tetap diperlukan meski ada kesalahan. Komunikasi dan solidaritas keluarga menjadi landasan utama selama proses hukum berjalan.
Aditya menegaskan bahwa mereka akan terus berada di samping Ammar tanpa membedakan, meski ada sisi baik maupun buruk. Mereka siap membela sebagai sebuah keluarga karena ikatan darah yang kuat. Keputusan masa depan tetap menjadi hak Ammar dan pihak berwenang.
Sementara itu, Aditya menilai kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi generasi muda agar menjauhi narkoba. Ia mengajak publik terutama anak muda untuk tidak terpengaruh oleh barang haram dan hal-hal negatif lain. Keluarga berharap kejadian ini dapat menjadi contoh penting dalam menjaga kedisiplinan serta integritas pribadi.
