8.736 Site Telekomunikasi di Sumatra Terdampak Pemadaman Listrik

Teknologi BRH 31 Mei 2026 15:39 WIB 2
8.736 Site Telekomunikasi di Sumatra Terdampak Pemadaman Listrik

Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi mengungkapkan ribuan menara telekomunikasi di Pulau Sumatra terdampak pemadaman listrik yang dilakukan PLN pada 22 Mei 2026. Gangguan tersebut membuat layanan telepon dan internet di sejumlah wilayah ikut terganggu.

Berdasarkan data Komdigi hingga 23 Mei 2026 pukul 12.00 WIB, sebanyak 8.736 site telekomunikasi terdampak. Pemerintah bersama operator seluler kini mempercepat pemulihan layanan secara bertahap di 10 provinsi dan 118 kabupaten/kota.

Gangguan telekomunikasi di Sumatra

Komdigi menjelaskan pemadaman listrik menyebabkan base transceiver station atau BTS kehilangan pasokan daya. Kondisi itu memicu peningkatan site down dan berdampak langsung pada kualitas layanan telekomunikasi. Dalam sejumlah wilayah, pelanggan mengalami hambatan saat mengakses panggilan suara dan internet. Situasi ini menjadi perhatian karena memengaruhi layanan publik di daerah terdampak.

Data Komdigi menunjukkan jumlah site terdampak sempat mencapai 10.146 pada 23 Mei 2026 pukul 00.00 WIB. Dalam 12 jam berikutnya, angka tersebut turun 1.410 site menjadi 8.736 site. Penurunan itu menandakan proses pemulihan mulai berjalan meski belum sepenuhnya selesai. Komdigi menyebut data akan terus diperbarui secara berkala.

Gangguan ini melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung. Sebaran terdampak terbesar tercatat di Sumatra Utara dengan 5.493 site, disusul Aceh sebanyak 1.904 site, dan Sumatra Barat 565 site. Komdigi menilai luasnya wilayah terdampak membuat pemulihan membutuhkan koordinasi yang intensif. Oleh karena itu, pengawasan dilakukan secara berlapis agar layanan kembali normal lebih cepat.

Koordinasi pemulihan layanan

Komdigi menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan operator seluler untuk memantau pemulihan jaringan. Koordinasi juga dilakukan bersama Balai Monitor SFR dan Dinas Komunikasi dan Informatika daerah. Langkah ini diperlukan agar perbaikan di lapangan berjalan seragam dan terarah. Pemerintah ingin memastikan gangguan tidak berlarut dan tidak meluas ke wilayah lain.

Selain pemantauan, operator seluler mengirim genset ke BTS yang terdampak. Penyediaan daya cadangan juga dilakukan untuk menjaga site tertentu tetap beroperasi. Upaya ini menjadi solusi sementara saat pasokan listrik belum stabil. Dengan begitu, layanan dasar telekomunikasi masih dapat dipertahankan di titik-titik prioritas.

Komdigi menambahkan bahwa site penting menjadi prioritas utama dalam pemulihan. Pengawalan distribusi bahan bakar genset juga dilakukan agar daya cadangan tidak terputus. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga konektivitas masyarakat di tengah kondisi darurat. Pemerintah berharap pemulihan bisa berlangsung bertahap hingga seluruh layanan kembali normal.

Dampak pada pelanggan seluler

Pemadaman listrik di Sumatra tidak hanya memengaruhi infrastruktur, tetapi juga aktivitas harian masyarakat. Di banyak daerah, pelanggan mengalami kendala saat melakukan panggilan dan mengakses internet. Dampak ini terasa pada layanan komunikasi pribadi maupun kebutuhan kerja. Kondisi tersebut menunjukkan ketergantungan layanan digital terhadap kestabilan pasokan listrik.

Gangguan jaringan seperti ini berpotensi menghambat komunikasi darurat dan layanan bisnis berbasis daring. Karena itu, keandalan daya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan seluler. Dalam situasi serupa, operator biasanya mengutamakan area dengan trafik tinggi dan fasilitas vital. Pendekatan tersebut bertujuan meminimalkan dampak bagi pengguna.

Komdigi menegaskan pemulihan akan terus dipantau sampai kondisi jaringan kembali normal. Pemerintah juga meminta semua pihak terkait menjaga kelancaran proses perbaikan di lapangan. Transparansi data pemulihan dianggap penting agar publik mengetahui perkembangan terkini. Dengan langkah itu, masyarakat diharapkan memperoleh kepastian atas layanan komunikasi yang sempat terganggu.

Data pemulihan terbaru

Perkembangan pemulihan site terdampak menjadi indikator penting dalam penanganan gangguan telekomunikasi. Dari total 10.146 site down pada 23 Mei pukul 00.00 WIB, angka itu turun menjadi 8.736 site pada pukul 12.00 WIB. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan bertahap di lapangan. Meski demikian, ribuan site masih memerlukan pemulihan lanjutan.

Komdigi menegaskan pembaruan data akan dilakukan secara berkala agar publik memperoleh informasi yang akurat. Pemerintah juga terus meminta operator mempercepat pemulihan melalui dukungan teknis dan logistik. Seluruh langkah diarahkan untuk menjaga agar layanan telepon dan internet tetap tersedia. Fokus utama saat ini adalah memulihkan jaringan di wilayah dengan dampak terbesar.

Insiden ini kembali menegaskan pentingnya ketahanan infrastruktur telekomunikasi saat terjadi gangguan kelistrikan. Ketika listrik padam, BTS dan site sangat bergantung pada sumber daya cadangan agar tetap aktif. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga layanan digital. Pemulihan di Sumatra kini berjalan sambil menunggu pasokan listrik kembali stabil sepenuhnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!