32 UMKM Binaan Pertamina Raup Rp1,2 Miliar di Inacraft

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 31 Mei 2026 10:11 WIB 3
32 UMKM Binaan Pertamina Raup Rp1,2 Miliar di Inacraft

Hari pertama pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft Oktober 2025, langsung memberi hasil besar bagi 32 UMKM binaan Pertamina. Dalam satu hari, total transaksi penjualan yang dibukukan menembus lebih dari Rp1,2 miliar. Pameran yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 1-5 Oktober 2025 itu menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, pembeli ritel, dan calon buyer mancanegara. Capaian tersebut menunjukkan bahwa persiapan yang matang dapat berbuah penjualan signifikan sejak hari pembukaan.

Pertamina menyebut para UMKM binaannya telah melalui proses kurasi, seleksi, dan coaching clinic sebelum tampil di ajang tersebut. Pembekalan itu mencakup branding, packaging, storytelling, hingga penataan display booth agar produk tampil lebih kompetitif. Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menilai hasil hari pertama mencerminkan kegigihan para pelaku usaha dalam mempersiapkan produk. Menurut dia, dukungan ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.

UMKM Pertamina Raih Transaksi Besar

Fadjar Djoko Santoso mengatakan capaian transaksi hari pertama menggambarkan kualitas persiapan para UMKM binaan. Ia menilai para pelaku usaha tidak hanya hadir untuk memamerkan produk, tetapi juga siap menjual dengan strategi yang lebih terarah. Hasil tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa proses pembinaan yang dilakukan Pertamina memberi dampak nyata. Keberhasilan itu juga menjadi sinyal positif bagi peluang ekspansi pasar UMKM di ajang berskala internasional.

Salah satu UMKM yang mencatat transaksi besar adalah Kainnesia milik Nur Salam dari Umbulharjo, Yogyakarta. Dalam satu hari, usaha itu memperoleh pesanan seragam dan suvenir senilai lebih dari Rp300 juta. Pembeli datang dari perusahaan pelayaran dan sejumlah kementerian yang melihat potensi produk Kainnesia. Pencapaian tersebut memperkuat posisi UMKM lokal dalam memenuhi kebutuhan korporasi dan lembaga pemerintah.

Selain Kainnesia, Smart Batik atau CV Smart Batik Indonesia juga mencatat kinerja yang menonjol. UMKM milik Miftahudin Nur Insan asal Yogyakarta itu membawa produk kain batik, fesyen batik, hingga payung batik ramah lingkungan berbahan Batik Sawit. Produk unggulannya sebelumnya telah diperkenalkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan digunakan sejumlah menteri serta artis nasional. Pada hari pertama Inacraft, Smart Batik membukukan transaksi lebih dari Rp125 juta dari penjualan Kain Batik Sawit dan Payung Batik.

Miftahudin mengatakan keikutsertaan dalam Inacraft bersama Pertamina memberi dampak besar bagi usahanya. Ia menyebut penjualan meningkat, sekaligus membuka peluang jejaring baru dengan buyer domestik dan internasional. Menurut dia, kehadiran Batik Sawit berpotensi memperkuat citra batik ramah lingkungan Indonesia. Ia optimistis produk tersebut dapat menjadi ikon baru di industri kreatif nasional.

Strategi Pameran Tingkatkan Daya Saing

Kesuksesan transaksi pada hari pertama tidak lepas dari persiapan yang dilakukan sebelum pameran dimulai. Pertamina menempatkan proses kurasi dan seleksi sebagai tahap awal untuk memastikan produk yang dibawa memiliki kualitas yang layak dipasarkan. Setelah itu, para UMKM mendapat pendampingan melalui coaching clinic yang membahas cara membangun merek dan memperkuat daya tarik produk. Langkah ini membuat peserta lebih siap menghadapi pembeli dengan kebutuhan yang beragam.

Selain aspek produk, pembekalan juga menyentuh sisi visual dan komunikasi usaha. Packaging yang menarik dinilai penting untuk meningkatkan kesan profesional dan memperkuat kepercayaan konsumen. Storytelling menjadi elemen lain yang ditekankan agar setiap produk memiliki narasi yang mudah dipahami calon pembeli. Kombinasi itu membantu UMKM menjelaskan nilai tambah produk secara lebih meyakinkan.

Penataan booth juga menjadi bagian penting dalam strategi pameran Pertamina. Display yang rapi dan informatif memudahkan pengunjung mengenali karakter produk sejak pandangan pertama. Pendekatan tersebut membuat booth tidak hanya berfungsi sebagai ruang jual, tetapi juga sebagai media promosi merek. Di ajang seperti Inacraft, tampilan yang kuat sering kali menjadi faktor pembeda di tengah persaingan antarpeserta.

Pertamina menilai keberhasilan UMKM binaannya di Inacraft menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten dapat menghasilkan dampak ekonomi langsung. Program ini juga menciptakan peluang bagi pelaku usaha untuk naik kelas melalui akses pasar yang lebih luas. Dalam konteks ekonomi kreatif, keterhubungan antara pembinaan dan transaksi menjadi indikator penting. Hal itu sekaligus memperlihatkan bahwa UMKM memiliki ruang tumbuh yang besar bila didukung secara tepat.

Komposisi Peserta UMKM Pertamina

Dalam pameran ini, 32 UMKM binaan Pertamina tersebar di berbagai titik lokasi. Sebanyak 18 UMKM yang bergerak di wastra, kriya, fesyen, dan aksesori tampil di Lobby Hall A. Lalu, ada 6 UMKM makanan dan minuman yang menempati Talam Hall B. Sementara itu, 7 UMKM co-branding membeli booth mandiri di area pameran.

Komposisi tersebut menunjukkan ragam sektor yang digarap para pelaku usaha binaan Pertamina. Wastra dan kriya memperlihatkan kekuatan budaya dalam produk bernilai jual tinggi. Di sisi lain, makanan dan minuman menghadirkan opsi bisnis yang dekat dengan kebutuhan konsumen harian. Kehadiran peserta co-branding menambah variasi model usaha yang lebih mandiri dan agresif dalam memperluas pasar.

Keberagaman lokasi dan kategori peserta juga membantu menciptakan arus pengunjung yang merata. Setiap area memiliki karakter produk yang berbeda sehingga mampu menarik segmen pembeli yang tidak sama. Pola ini memberi kesempatan bagi konsumen untuk menjelajahi produk sesuai minat dan kebutuhan. Bagi UMKM, situasi tersebut membuka peluang transaksi silang dari berbagai kelompok pengunjung.

Melalui penempatan yang terstruktur, Pertamina berupaya memastikan setiap peserta mendapat panggung yang sesuai dengan kekuatan produknya. Strategi ini penting agar UMKM tidak hanya hadir, tetapi juga mampu bersaing secara efektif di pasar yang lebih luas. Keberhasilan hari pertama memperlihatkan bahwa penempatan yang tepat dapat mendukung performa penjualan. Hasil tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi sisa hari pameran.

Booth Kreatif Dorong Promosi

Pertamina mengusung konsep booth Youthpreneur: Craft, Culture, Future dalam Inacraft Oktober 2025. Konsep ini dirancang untuk menampilkan produk, mendukung penjualan, dan memfasilitasi business matching dengan buyer. Selain itu, tersedia aktivasi digital seperti lucky dip dan mobcast untuk menarik lebih banyak pengunjung. Pendekatan tersebut membuat booth tampil lebih interaktif dan relevan dengan perilaku konsumen masa kini.

Business matching menjadi salah satu elemen penting dalam strategi pameran. Melalui sesi itu, pelaku UMKM dapat berkomunikasi langsung dengan calon pembeli potensial. Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama jangka panjang, bukan hanya transaksi sesaat. Bagi banyak peserta, akses ke buyer baru menjadi nilai tambah yang sangat besar.

Aktivasi digital juga memperluas jangkauan promosi di luar area booth. Lucky dip dan mobcast memberi pengalaman yang lebih hidup bagi pengunjung sekaligus memperkuat keterlibatan mereka dengan produk. Cara ini membantu UMKM membangun kedekatan dengan audiens yang lebih beragam. Dalam pameran yang padat pesaing, interaksi semacam ini dapat meningkatkan daya ingat merek.

Fadjar menegaskan dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang dijalankan secara rutin. Ia menyebut langkah itu sejalan dengan visi Asta Cita, khususnya poin ketiga yang menekankan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Visi tersebut juga mendorong kewirausahaan serta pengembangan industri kreatif nasional. Dengan dukungan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan mampu tumbuh menjadi penggerak ekonomi yang lebih kuat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!