100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator Pertamina 2025

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 24 Mei 2026 10:38 WIB 6
100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator Pertamina 2025

Sebanyak 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM resmi lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Mereka terpilih dari 730 peserta UMK Academy 2025 untuk mengikuti pembinaan lanjutan yang menekankan kolaborasi, kemandirian, dan daya saing global. Program ini dirancang bagi pelaku usaha yang siap memperluas jejaring bisnis dan menjadi agregator mandiri. Pertamina menempatkan agenda ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem UMKM yang berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan perseroan terus memperkuat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Menurut dia, UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk membangun daya saing bangsa secara global. Baron menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi pada Rabu, 12 November 2025. Ia menegaskan Pertapreneur Aggregator tidak hanya mencetak pengusaha sukses, melainkan juga pemimpin perubahan.

UMKM Pertamina

Pertamina menilai pembinaan UMKM perlu diarahkan pada penguatan kemampuan bisnis yang terukur. Melalui Pertapreneur Aggregator, para peserta didorong untuk mengembangkan usaha secara profesional dan berorientasi pada dampak. Pendampingan yang diberikan juga diarahkan agar pelaku usaha mampu membangun nilai tambah bagi lingkungan sekitar. Skema ini diposisikan sebagai jembatan dari usaha lokal menuju jejaring bisnis yang lebih luas.

Baron menjelaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendorong ekonomi lokal, sosial, dan hijau. Perusahaan ingin memastikan UMKM binaan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dengan fondasi yang sehat. Dalam prosesnya, peserta akan dibimbing untuk memahami tata kelola usaha yang lebih baik. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme pelaku usaha di berbagai daerah.

Komitmen itu sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang diusung Pertamina. Perseroan memandang penguatan UMKM sebagai langkah penting untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas. Selain itu, UMKM dinilai memiliki peran besar dalam mendorong transformasi ekonomi produktif. Dengan dukungan yang tepat, sektor ini dapat menjadi penggerak pertumbuhan yang lebih merata.

Komposisi Peserta

Peserta PAG 2025 datang dari berbagai sektor usaha dengan komposisi yang cukup beragam. Bidang Food & Beverage mendominasi pendaftaran dengan porsi 45 persen. Sektor Fashion & Wastra menyusul sebesar 31 persen, sementara Craft & Jewellery mencapai 22 persen. Adapun Agribisnis dan Jasa masing-masing berkontribusi 1 persen.

Dari sisi wilayah, peserta tersebar di delapan regional. Konsentrasi tertinggi berada di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dengan porsi 23 persen. Setelah itu, Jawa Barat mencatat 20 persen dan Jawa Tengah 15 persen. Persebaran ini menunjukkan minat pelaku usaha terhadap program pembinaan Pertamina cukup luas di berbagai daerah.

Keragaman sektor dan wilayah menjadi modal penting bagi program ini. Pertamina melihat keberagaman tersebut sebagai cerminan potensi UMKM Indonesia yang terus berkembang. Dengan basis usaha yang berbeda, kebutuhan pembinaan peserta juga dapat disesuaikan. Hal ini membuat proses pendampingan menjadi lebih relevan dan efektif.

Tahapan Pembinaan

Program Pertapreneur Aggregator 2025 akan berlangsung selama empat minggu secara intensif. Tahapan dimulai dari Desk Evaluation, lalu dilanjutkan Wawancara, sebelum peserta masuk ke Bootcamp dan Mentoring Intensif. Selama proses ini, peserta akan mendapatkan materi yang berkaitan langsung dengan penguatan bisnis. Pendekatan bertahap itu dirancang agar peserta siap menghadapi seleksi lanjutan.

Materi pembinaan mencakup strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Seluruh topik dipilih untuk menjawab kebutuhan nyata pelaku usaha dalam memperluas pasar. Peserta juga diarahkan agar mampu membaca peluang bisnis secara lebih adaptif. Dengan begitu, kemampuan operasional dan pemasaran dapat berkembang secara seimbang.

Pertamina menargetkan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik usaha. Karena itu, mentoring disusun agar setiap UMKM memperoleh arahan yang sesuai dengan karakter bisnisnya. Program ini diharapkan menghasilkan pelaku usaha yang lebih siap bersaing. Pada akhirnya, kualitas pengelolaan usaha menjadi indikator utama keberhasilan pembinaan.

Target Go Global

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahapan Final Pitching dan Awarding. Para finalis akan memperoleh pendampingan eksklusif selama enam bulan untuk memperkuat kapasitas usaha. Fokusnya adalah membentuk agregator mandiri yang siap berkembang lebih jauh. Proses ini menjadi pintu masuk menuju peningkatan skala bisnis yang lebih besar.

Sepuluh UMKM terpilih akan mendapatkan mentoring CEO dan simulasi pitching Dragon's Den. Mereka juga diberi kesempatan menjajaki pasar internasional melalui Global Market Matching. Dukungan ini mencakup akses ke platform seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International. Selain itu, peserta akan dibekali sertifikasi pendukung untuk memperkuat kredibilitas usaha.

Pertamina berharap rangkaian program tersebut mampu melahirkan UMKM yang berdaya saing global. Para binaan diharapkan tumbuh secara finansial, memperkuat rantai pasok, dan aktif berkolaborasi. Dampak sosial yang berkelanjutan juga menjadi tujuan penting dari pembinaan ini. Dengan dukungan berjenjang, UMKM dinilai dapat menjadi motor ekonomi nasional yang semakin kuat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!