100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 29 Mei 2026 15:17 WIB 5
100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

Sebanyak 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM resmi lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Mereka terpilih dari 730 peserta UMK Academy 2025 untuk mengikuti pembinaan lanjutan agar siap menjadi agregator yang mandiri, global, dan berkelanjutan.

Program ini menargetkan UMKM yang mampu berkolaborasi dengan pelaku usaha lain serta memperluas jejaring bisnis secara lebih strategis. Selama empat minggu, para peserta akan mendapat pendampingan agar pengelolaan usaha menjadi lebih profesional dan berdampak bagi lingkungan sekitar.

UMKM dan Pertamina

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Menurut dia, UMKM tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi pilar penting untuk meningkatkan daya saing bangsa di level global.

Baron menyampaikan pernyataan itu dalam keterangan resmi pada Rabu, 12 November 2025. Ia menambahkan bahwa melalui Pertapreneur Aggregator, Pertamina tidak sekadar mencetak pengusaha sukses, tetapi juga pemimpin perubahan yang membangun ekonomi lokal, sosial, dan hijau.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendorong ekosistem usaha yang lebih inklusif. Pertamina menilai penguatan kapasitas UMKM perlu dilakukan secara konsisten agar manfaatnya terasa hingga ke masyarakat luas.

Komposisi Peserta UMKM

Dari sisi sektor usaha, peserta PAG tahun ini didominasi bidang Food & Beverage dengan porsi 45 persen. Posisi berikutnya ditempati Fashion & Wastra sebesar 31 persen, disusul Craft & Jewellery sebanyak 22 persen.

Sektor Agribisnis dan Jasa masing-masing menyumbang 1 persen dari total peserta. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa program ini tetap terbuka untuk beragam model bisnis yang memiliki potensi tumbuh dan berjejaring.

Secara wilayah, peserta tersebar di delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar 23 persen. Setelah itu, Jawa Barat menyumbang 20 persen dan Jawa Tengah 15 persen.

Pembinaan UMKM Berjenjang

Program Pertapreneur Aggregator 2025 akan berlangsung selama empat minggu secara intensif. Peserta akan melewati tahapan Desk Evaluation, Wawancara, hingga Bootcamp dan Mentoring Intensif.

Dalam proses tersebut, UMKM akan mempelajari strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat kesiapan usaha dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.

Pendekatan pembinaan berjenjang ini diharapkan membuat peserta lebih siap mengembangkan bisnis secara terukur. Pertamina menilai pendampingan yang sistematis dapat membantu UMKM naik kelas dan memiliki model usaha yang lebih adaptif.

Target UMKM Go Global

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahap Final Pitching dan Awarding. Kesepuluh peserta terpilih akan memperoleh pendampingan eksklusif selama enam bulan untuk menjadi agregator mandiri.

Selama pendampingan lanjutan, mereka akan mendapatkan mentoring CEO, simulasi pitching Dragon's Den, hingga peluang menembus pasar internasional. Akses itu juga dibuka melalui Global Market Matching dan platform seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International.

Baron menegaskan bahwa rangkaian program tersebut dirancang untuk menciptakan UMKM yang tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga memperkuat rantai pasok dan kolaborasi usaha. Pertamina berharap para binaan mampu memberi dampak sosial berkelanjutan sekaligus mendorong transformasi ekonomi produktif di berbagai daerah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!