100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 19:22 WIB 7
100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

Sebanyak 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM resmi lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Mereka terpilih dari 730 peserta UMK Academy 2025 untuk mengikuti pembinaan lanjutan agar mampu berkembang sebagai agregator mandiri, global, dan berkelanjutan.

Program ini menargetkan UMKM yang aktif berkolaborasi dengan pelaku usaha lain dan siap memperluas jejaring bisnis. Melalui pendampingan intensif, para peserta akan dibekali strategi usaha agar lebih profesional serta memberi dampak bagi lingkungan sekitar.

Pertapreneur Aggregator untuk UMKM

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Menurut dia, UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting dalam membangun daya saing bangsa secara global.

Baron menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan resmi pada Rabu, 12 November 2025. Ia menambahkan, melalui Pertapreneur Aggregator, Pertamina tidak hanya mencetak pengusaha sukses, tetapi juga pemimpin perubahan yang membangun ekonomi lokal, sosial, dan hijau.

Program ini dirancang untuk mendorong UMKM naik kelas melalui pola pembinaan yang lebih terstruktur. Pertamina menilai pendekatan agregator penting karena pelaku usaha dapat tumbuh lewat kolaborasi, bukan berjalan sendiri.

Dalam skema ini, peserta akan didampingi mentor yang membantu pengelolaan usaha secara lebih profesional. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi UMKM terhadap masyarakat sekitar.

Komposisi peserta pag

Dari sisi sektor, peserta PAG tahun ini didominasi bidang Food & Beverage dengan porsi 45 persen. Posisi berikutnya diisi Fashion & Wastra sebesar 31 persen, lalu Craft & Jewellery sebanyak 22 persen.

Sektor Agribisnis dan Jasa masing-masing menyumbang 1 persen dari total peserta. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa minat UMKM terhadap program ini tersebar di berbagai lini usaha.

Secara wilayah, peserta berasal dari delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar 23 persen. Setelah itu, Jawa Barat menyumbang 20 persen dan Jawa Tengah 15 persen.

Sebaran peserta yang cukup merata menunjukkan program ini memiliki daya tarik nasional. Pertamina menilai keberagaman wilayah dan sektor menjadi modal penting untuk membangun jejaring usaha yang lebih luas.

Pelatihan intensif empat minggu

Program PAG 2025 akan berlangsung selama empat minggu secara intensif. Tahapannya mencakup Desk Evaluation, Wawancara, hingga Bootcamp dan Mentoring Intensif.

Selama proses tersebut, peserta akan mempelajari berbagai materi yang dibutuhkan untuk memperkuat bisnis. Topik yang diberikan meliputi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching.

Rangkaian pembinaan ini disusun agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap menerapkannya dalam operasional usaha. Dengan begitu, UMKM dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing secara bertahap.

Pertamina menilai penguasaan aspek manajerial menjadi kunci bagi UMKM agar lebih berdaya saing. Karena itu, program ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan penjualan, tetapi juga pada tata kelola yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Target global dan berkelanjutan

Dari 100 peserta awal, akan dipilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahapan Final Pitching dan Awarding. Para finalis akan memperoleh pendampingan eksklusif selama enam bulan untuk menjadi agregator mandiri dan siap go global.

Pendampingan lanjutan itu mencakup mentoring CEO, simulasi pitching Dragon's Den, hingga peluang menembus pasar internasional. Peserta juga akan diperkenalkan ke Global Market Matching dan platform seperti Alibaba, Amazon, serta Shopee International.

Selain akses pasar, peserta terpilih akan mendapatkan berbagai sertifikasi pendukung untuk memperkuat kredibilitas usaha. Langkah ini diharapkan membuka jalan bagi UMKM binaan Pertamina agar lebih mudah bersaing di tingkat internasional.

Baron menegaskan, seluruh program UMKM Pertamina mencerminkan komitmen perusahaan dalam mencetak usaha yang berdaya saing global. UMKM binaan diharapkan mampu tumbuh secara finansial, memperkuat rantai pasok, berkolaborasi, dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Penguatan ekosistem UMKM

Pertamina menilai penguatan ekosistem UMKM penting untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas di berbagai daerah. Langkah tersebut juga dinilai mampu mendorong transformasi ekonomi yang lebih produktif dan inklusif.

Program Pertapreneur Aggregator sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang menempatkan pemberdayaan ekonomi nasional sebagai prioritas. Dalam konteks ini, UMKM dipandang sebagai penggerak utama yang dapat menjaga ketahanan ekonomi dari tingkat lokal hingga global.

Melalui pembinaan yang terarah, Pertamina ingin memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang adaptif. Kesiapan berinovasi, berjejaring, dan menjaga keberlanjutan menjadi fokus utama dalam pendampingan tersebut.

Dengan lolosnya 100 UMKM ke tahap berikutnya, peluang untuk membentuk agregator baru semakin terbuka. Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat peran UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!