100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 01 Juni 2026 02:32 WIB 2
100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

Pertamina mengumumkan sebanyak 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Mereka terpilih dari 730 peserta UMK Academy 2025 untuk mengikuti pembinaan lanjutan yang menargetkan pelaku usaha menjadi agregator mandiri, global, dan berkelanjutan. Program ini dirancang bagi UMKM yang aktif berkolaborasi dengan pelaku usaha lain serta siap memperluas jejaring bisnis. Selama pembinaan, peserta akan didampingi mentor agar pengelolaan usaha menjadi lebih profesional dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Ia menyebut UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, melainkan juga pilar penting untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global. Pernyataan itu disampaikan Baron dalam keterangan resmi pada Rabu, 12 November 2025. Pertamina menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Fokus Pertamina pada UMKM

Baron mengatakan, melalui Pertapreneur Aggregator, Pertamina tidak hanya mendorong lahirnya pengusaha sukses. Perusahaan juga ingin mencetak pemimpin perubahan yang mampu membangun ekonomi lokal, sosial, dan hijau. Program ini menjadi ruang bagi UMKM untuk naik kelas dengan pendekatan yang lebih terstruktur. Pendampingan diarahkan agar usaha peserta memiliki daya saing yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Menurut Pertamina, penguatan kapasitas UMKM penting untuk menjaga ketahanan ekonomi di berbagai daerah. Ketika pelaku usaha kecil tumbuh, rantai pasok lokal ikut menguat dan peluang kerja baru terbuka. Karena itu, program ini diposisikan sebagai investasi sosial yang berdampak luas. Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan ekonomi nasional yang menuntut pelaku usaha lebih adaptif.

Peserta terpilih berasal dari berbagai sektor usaha yang memiliki potensi berkembang. Dominasi peserta tahun ini datang dari bidang Food & Beverage sebesar 45 persen. Disusul Fashion & Wastra sebesar 31 persen, Craft & Jewellery sebesar 22 persen, serta Agribisnis dan Jasa masing-masing 1 persen. Komposisi itu menunjukkan UMKM kreatif masih menjadi motor utama dalam program pembinaan Pertamina.

Secara wilayah, peserta tersebar di delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar 23 persen. Jawa Barat menyusul dengan 20 persen, lalu Jawa Tengah sebesar 15 persen. Sebaran ini memperlihatkan bahwa minat UMKM terhadap penguatan kapasitas bisnis cukup merata di berbagai daerah. Pertamina menilai pemerataan peserta penting agar dampak program dapat dirasakan lebih luas.

Tahapan pembinaan intensif

Program PAG 2025 akan berlangsung selama empat minggu secara intensif. Peserta akan melewati tahapan Desk Evaluation, Wawancara, hingga Bootcamp dan Mentoring Intensif. Dalam proses itu, mereka akan dibekali strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Materi disusun untuk menjawab kebutuhan nyata pelaku usaha yang ingin memperluas pasar.

Pendekatan pembinaan tidak hanya berfokus pada penguatan produk, tetapi juga pada kesiapan bisnis. Peserta diharapkan mampu memahami tata kelola usaha yang lebih profesional. Dengan begitu, UMKM dapat membangun fondasi pertumbuhan yang lebih sehat. Pertamina menilai kemampuan manajerial menjadi kunci agar usaha kecil dapat berkembang secara konsisten.

Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antarpelaku usaha. UMKM peserta didorong untuk membangun jejaring bisnis yang lebih luas dan saling menguatkan. Konsep agregator membuat peserta tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai penghubung dalam rantai usaha. Model tersebut dinilai relevan untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin terbuka.

Selain itu, mentoring intensif diharapkan membantu peserta mengidentifikasi peluang pertumbuhan yang lebih realistis. Para mentor akan memberikan arahan berdasarkan kebutuhan masing-masing usaha. Dengan cara ini, pembinaan dapat berjalan lebih tepat sasaran. Pertamina ingin memastikan setiap peserta memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum memasuki tahap penilaian akhir.

Seleksi menuju sepuluh terbaik

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahap Final Pitching dan Awarding. Seleksi akhir ini menjadi penentu siapa saja yang berhak melanjutkan ke pendampingan eksklusif selama enam bulan. Tahap tersebut dirancang untuk menguji kesiapan bisnis, kekuatan model usaha, dan potensi ekspansi. Hasilnya diharapkan melahirkan agregator yang benar-benar mandiri.

Sepuluh UMKM terpilih akan memperoleh mentoring CEO dan simulasi pitching Dragon's Den. Mereka juga berkesempatan mengikuti Global Market Matching untuk menjajaki pasar internasional. Kesempatan itu diperkuat dengan akses ke platform seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International. Dukungan ini membuka jalur yang lebih konkret bagi UMKM untuk menembus pasar global.

Selain akses pasar, peserta juga akan mendapatkan sertifikasi pendukung lainnya. Fasilitas tersebut penting untuk meningkatkan kredibilitas usaha di mata mitra dan konsumen. Dalam ekosistem bisnis modern, legitimasi dan kesiapan administratif menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, Pertamina menempatkan sertifikasi sebagai bagian dari strategi penguatan daya saing.

Baron menegaskan, berbagai program Pertamina untuk UMKM menunjukkan komitmen perusahaan dalam mencetak pelaku usaha berdaya saing global. UMKM binaan diharapkan tumbuh secara finansial, memperkuat rantai pasok, berkolaborasi, dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi nasional. Pertamina menilai penguatan ekosistem UMKM menjadi langkah penting untuk mendorong transformasi ekonomi produktif di daerah.

Dorongan bagi ekonomi berkelanjutan

Pertamina memandang penguatan UMKM sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekonomi yang lebih tangguh. Ketika UMKM naik kelas, efeknya dapat dirasakan pada peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan usaha turunan. Program PAG hadir untuk mempercepat proses tersebut melalui pembinaan yang terukur. Dengan dukungan yang tepat, pelaku usaha kecil dapat memiliki peran yang lebih besar dalam perekonomian.

Fokus pada ekonomi sosial dan hijau juga menjadi ciri penting dalam program ini. Peserta didorong agar tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan usaha dan lingkungan. Pendekatan tersebut sejalan dengan tren bisnis modern yang menuntut tanggung jawab sosial lebih kuat. Pertamina menilai keberhasilan usaha perlu diukur dari manfaat ekonomi sekaligus dampak sosialnya.

Di tengah persaingan yang semakin terbuka, UMKM membutuhkan akses pendampingan yang berkesinambungan. Program seperti Pertapreneur Aggregator memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk belajar, berjejaring, dan memperluas pasar. Dengan proses yang sistematis, peserta diharapkan lebih siap menghadapi tantangan ekspansi. Langkah ini juga memperkuat posisi UMKM sebagai mitra strategis dalam rantai nilai industri.

Pertamina menyebut pengembangan UMKM merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional. Dukungan terhadap pelaku usaha kecil diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi produktif. Dalam jangka panjang, ekosistem UMKM yang kuat dapat menjadi penopang ketahanan ekonomi daerah. Karena itu, program PAG 2025 dipandang sebagai salah satu instrumen penting dalam agenda pemberdayaan ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!