XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 01 Juni 2026 00:52 WIB 2
XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Langkah ini diambil seiring ambisi perusahaan memperluas cakupan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan menilai kedua pita spektrum itu sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Kesiapan tersebut disampaikan manajemen pada Rabu, 20 Mei 2026, di Jakarta.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan perusahaan ingin menguasai kedua spektrum tersebut agar pengembangan jaringan dapat berjalan lebih cepat. Ia menilai proses lelang perlu berlangsung lancar dan tidak berlarut-larut karena para pesertanya adalah operator besar yang sudah dikenal pemerintah. Menurut dia, percepatan alokasi frekuensi akan menjadi faktor penting agar manfaat 5G segera dirasakan masyarakat. XLSmart pun melihat momentum lelang ini sebagai peluang memperkuat posisi di industri telekomunikasi nasional.

Lelang Frekuensi dan 5G

Merza menjelaskan, 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki peran yang saling melengkapi dalam pembangunan jaringan 5G. Pita 700 MHz dinilai ideal untuk memperluas jangkauan sinyal karena memiliki cakupan yang lebih luas. Frekuensi ini juga lebih baik dalam menembus area padat dan wilayah suburban hingga pedesaan. Dengan karakteristik tersebut, pemerataan layanan digital dapat berjalan lebih efektif.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dipandang mampu menyediakan kapasitas besar untuk mendukung trafik data yang tinggi. Frekuensi ini dinilai sesuai untuk kebutuhan jaringan di kawasan perkotaan yang padat pengguna. Kombinasi keduanya dianggap penting untuk menciptakan jaringan 5G yang seimbang antara jangkauan dan kapasitas. Karena itu, XLSmart menaruh perhatian besar terhadap hasil lelang yang akan berlangsung.

Merza berharap mekanisme lelang dapat dibuat lebih sederhana dan cepat dibandingkan proses sebelumnya. Ia menilai penyederhanaan prosedur dimungkinkan karena peserta lelang merupakan tiga operator seluler besar yang sudah lama beroperasi di Indonesia. Menurutnya, tidak diperlukan banyak penyesuaian yang berbeda dari lelang sebelumnya. Harapan tersebut sejalan dengan target percepatan implementasi 5G pada tahun ini.

Strategi Perluasan Jaringan

XLSmart memandang ekspansi jaringan 5G sebagai kebutuhan strategis untuk menjaga daya saing di pasar telekomunikasi. Perusahaan menilai permintaan data akan terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan digital masyarakat. Oleh karena itu, penambahan spektrum menjadi bagian penting dari rencana jangka panjang. Langkah ini juga diposisikan untuk mendukung pemerataan layanan di berbagai daerah.

Manajemen menyebut bahwa ketersediaan frekuensi yang memadai akan membantu mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan. Di sisi lain, kualitas layanan juga diharapkan meningkat karena kapasitas jaringan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Dalam konteks persaingan industri, kecepatan implementasi menjadi faktor yang menentukan. XLSmart pun menyatakan kesiapannya untuk bergerak agresif bila peluang tersebut terbuka.

Perusahaan menilai percepatan proses lelang akan memberikan kepastian bagi operator dalam menyusun rencana investasi. Dengan kepastian itu, pembangunan jaringan bisa dilakukan lebih terarah dan efisien. Merza menekankan bahwa tujuan utama dari proses ini adalah agar manfaat 5G segera dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Ia menilai implementasi teknologi tidak boleh tertahan oleh proses administrasi yang terlalu panjang.

Kerugian Bersifat Sementara

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih mencatat kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan fundamental jangka panjang. Kerugian itu muncul akibat biaya integrasi jaringan pascamerger dan percepatan depresiasi perangkat lama. Menurutnya, beban tersebut merupakan bagian dari proses konsolidasi bisnis yang sedang berlangsung.

Antony menjelaskan bahwa percepatan depresiasi dilakukan terhadap sejumlah perangkat jaringan lama milik XL sebelum merger dengan Smartfren. Perangkat tersebut kini tidak lagi digunakan dalam operasional perusahaan. Karena itu, pembukuan perlu menyesuaikan nilai aset agar sesuai dengan kondisi aktual. Ia menilai penyesuaian itu penting untuk menjaga transparansi laporan keuangan.

Meski membukukan kerugian, manajemen tetap optimistis terhadap prospek bisnis ke depan. Antony menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan mengganggu rencana partisipasi dalam lelang frekuensi strategis. Perusahaan menilai investasi pada spektrum baru tetap relevan untuk mendukung pertumbuhan. Dengan demikian, fokus jangka panjang tetap diarahkan pada penguatan jaringan dan efisiensi operasional.

Pendanaan dari Kas Operasional

XLSmart memastikan partisipasi dalam lelang frekuensi akan didukung oleh kas operasional perusahaan. Antony menyebut sumber pendanaan internal menjadi pilihan yang realistis untuk menjaga fleksibilitas keuangan. Dengan cara itu, perusahaan dapat tetap aktif mengikuti proses lelang tanpa mengganggu struktur pendanaan lain. Langkah ini juga mencerminkan kesiapan manajemen dalam menghadapi peluang bisnis strategis.

Menurut Antony, kekuatan arus kas operasional memberi ruang bagi perusahaan untuk mengambil keputusan investasi yang terukur. Ia menilai keberlanjutan bisnis tidak hanya ditentukan oleh pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola belanja modal. Karena itu, alokasi dana untuk frekuensi baru dipandang sebagai investasi jangka panjang. Dalam pandangan manajemen, investasi tersebut sejalan dengan kebutuhan pengembangan layanan 5G.

XLSmart menilai keikutsertaan dalam lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz akan menjadi langkah penting dalam peta persaingan industri. Jika memperoleh spektrum yang diincar, perusahaan berpeluang memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kualitas layanan. Di tengah perubahan pasar yang cepat, frekuensi strategis dianggap sebagai fondasi utama pertumbuhan. Manajemen pun menegaskan kesiapan untuk menjalani proses lelang sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!