XLSmart Siap Agresif Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 02:55 WIB 5
XLSmart Siap Agresif Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menegaskan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital, Komdigi. Langkah ini diambil untuk mempercepat perluasan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia, di tengah persaingan operator dan kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyebut kedua spektrum tersebut sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Ia berharap proses lelang dapat berjalan lancar, sederhana, dan cepat agar implementasi 5G bisa segera dirasakan masyarakat.

Lelang Frekuensi 5G

Merza mengatakan Komdigi telah mengumumkan rencana pelelangan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSmart, kata dia, tertarik untuk memperoleh kedua pita frekuensi itu karena dinilai penting untuk penguatan jaringan perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan di kantor XLSmart, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Menurutnya, lelang ini harus berjalan sesuai rencana.

Ia menilai proses lelang sebaiknya tidak berbelit, mengingat peserta yang terlibat adalah tiga operator seluler besar. Ketiganya, menurut Merza, sudah sangat dikenal oleh pemerintah dan ekosistem telekomunikasi nasional. Karena itu, ia berharap tidak ada tahapan yang terlalu berbeda dari lelang sebelumnya. Pendekatan yang lebih efisien dinilai akan mempercepat hasil akhir.

Merza menambahkan, percepatan proses lelang penting agar masyarakat dapat segera menikmati layanan 5G secara lebih luas pada tahun ini. Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz disebut sebagai dua kunci utama dalam pemerataan jaringan nasional. Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi untuk kebutuhan cakupan dan kapasitas. Kondisi itu membuat lelang tersebut menjadi perhatian besar industri telekomunikasi.

Peran Strategis Spektrum

Frekuensi 700 MHz dikenal ideal untuk memperluas jangkauan sinyal hingga ke wilayah suburban dan pedesaan. Karakteristiknya memungkinkan penetrasi jaringan yang lebih baik dibandingkan pita frekuensi dengan jangkauan lebih sempit. Dengan begitu, operator bisa memperkuat layanan di area yang selama ini belum optimal. Spektrum ini juga mendukung pemerataan akses digital di luar kota besar.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dinilai mampu menyediakan kapasitas besar untuk trafik data yang tinggi. Frekuensi ini sangat berguna di kawasan perkotaan yang padat pengguna dan membutuhkan koneksi cepat. Dalam konteks 5G, kapasitas jaringan menjadi faktor penting selain jangkauan. Kombinasi dua frekuensi tersebut dianggap tepat untuk kebutuhan Indonesia yang beragam.

Merza menegaskan, penguasaan kedua spektrum itu akan membantu XLSmart memperkuat posisi dalam persaingan layanan data. Perusahaan ingin memastikan investasi yang dilakukan memberikan dampak langsung pada kualitas layanan. Selain itu, frekuensi baru akan mendukung efisiensi pengembangan jaringan ke depan. Strategi ini sejalan dengan ambisi perusahaan memperluas 5G secara merata.

Kinerja Keuangan XLSmart

Di sisi lain, Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Ia menjelaskan, kondisi tersebut bersifat sementara dan dipengaruhi biaya integrasi jaringan pascamerger. Selain itu, perusahaan juga menanggung percepatan depresiasi perangkat lama. Faktor-faktor tersebut menekan kinerja laba secara jangka pendek.

Antony menyebut kerugian itu sebagai biaya one time yang muncul karena proses penyatuan jaringan. Percepatan depresiasi dilakukan terhadap sejumlah perangkat lama milik XL sebelum merger dengan Smartfren. Perangkat tersebut kini sudah tidak lagi digunakan dalam operasi jaringan baru. Menurut dia, langkah itu diperlukan agar struktur aset perusahaan lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Meski begitu, Antony menegaskan situasi tersebut tidak mengurangi optimisme perusahaan terhadap peluang bisnis ke depan. XLSmart tetap memandang lelang frekuensi sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat fondasi usaha. Perusahaan menilai investasi pada spektrum baru akan membawa manfaat jangka panjang. Dengan demikian, kerugian sementara tidak mengubah arah ekspansi yang telah disusun.

Pendanaan dan Optimisme

Antony memastikan XLSmart akan tetap ikut dalam lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Untuk kebutuhan pendanaan, perusahaan akan mengandalkan kas operasional yang tersedia. Ia menilai struktur keuangan internal masih dapat menopang langkah tersebut. Keputusan ini menunjukkan kesiapan perusahaan menjaga momentum ekspansi jaringan.

Menurut Antony, penggunaan kas operasional menjadi pilihan yang wajar untuk mendukung investasi strategis. Cara tersebut memungkinkan perusahaan bergerak cepat tanpa menunggu sumber pembiayaan eksternal. Selain itu, pendanaan internal memberi fleksibilitas dalam pengambilan keputusan bisnis. Dengan model ini, perusahaan tetap bisa menjaga disiplin keuangan.

XLSmart berharap lelang berlangsung sesuai jadwal dan menghasilkan kepastian bagi industri telekomunikasi. Bila memperoleh spektrum baru, perusahaan menargetkan perluasan 5G dapat dilakukan lebih merata di berbagai wilayah. Strategi itu juga diharapkan memperkuat kualitas layanan bagi pelanggan di kota maupun daerah. Dalam pandangan perusahaan, frekuensi baru adalah modal penting untuk pertumbuhan jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!