XLSmart mengklaim telah menjadi operator seluler dengan ketersediaan jaringan 5G terbesar di Indonesia, melampaui sejumlah pesaing besar seperti Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison. Klaim itu disampaikan seiring perluasan layanan 5G yang disebut sudah hadir secara menyeluruh di puluhan kota dan kabupaten.
Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyampaikan bahwa perusahaan menempatkan layanan 5G sebagai jaringan yang benar-benar utuh, bukan hanya tersedia di titik-titik tertentu. Menurut dia, strategi tersebut didukung oleh alokasi spektrum khusus dan target ekspansi yang terus dikejar hingga akhir 2026.
Peta 5G XLSmart Meluas
XLSmart menyebut layanan 5G mereka kini menjadi yang terbesar dari sisi ketersediaan jaringan di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Merza Fachys di kantor XLSmart, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Operator hasil merger XL Axiata dan Smartfren itu menegaskan cakupan layanan tidak hanya tersebar di area terbatas. Perusahaan mengklaim jaringan yang dibangun sudah memenuhi konsep full covered di wilayah yang digarap.
Menurut Merza, pendekatan tersebut membedakan XLSmart dari operator lain yang belum sepenuhnya menggunakan model cakupan menyeluruh. Ia menilai pengalaman pelanggan akan lebih baik jika jaringan tersedia secara konsisten di seluruh area layanan. Dengan pola ini, pengguna diharapkan bisa merasakan layanan 5G yang stabil. Hal itu menjadi dasar utama ekspansi jaringan yang sedang dijalankan perusahaan.
XLSmart juga menempatkan 5G sebagai bagian penting dari strategi bisnis pascamerger. Perusahaan ingin membangun citra sebagai operator yang serius menggarap konektivitas generasi kelima. Klaim sebagai penyedia jaringan 5G terbesar menjadi bagian dari pesan tersebut. Di tengah persaingan industri telekomunikasi, langkah ini dinilai penting untuk menarik minat pelanggan.
Spektrum Khusus 5G Diperkuat
Merza menjelaskan bahwa XLSmart mengalokasikan spektrum khusus untuk layanan 5G. Artinya, kapasitas jaringan tersebut tidak dibagi dengan layanan 4G. Perusahaan menggunakan pita frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 40 MHz. Skema ini disebut membantu menjaga kualitas layanan agar tetap optimal.
Berbeda dengan pendekatan berbagi jaringan pada sejumlah operator lain, XLSmart memilih menyediakan spektrum dedicated untuk 5G. Kebijakan itu dinilai memberi ruang lebih besar bagi kecepatan dan kestabilan koneksi. Perusahaan menilai model ini penting untuk menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan ekspektasi pengguna. Dengan demikian, layanan yang ditawarkan tidak hanya cepat, tetapi juga konsisten.
Merza menyebut strategi tersebut sebagai fondasi untuk menghadirkan apa yang disebutnya sebagai 5G sejati. Istilah itu merujuk pada pengalaman internet generasi kelima yang benar-benar terasa oleh pelanggan. Ia menambahkan, pemanfaatan spektrum khusus menjadi pembeda utama dalam pengembangan jaringan. Langkah ini juga menjadi alasan XLSmart percaya diri dengan klaim cakupan yang luas.
Cakupan 5G Makin Luas
XLSmart mulai meluncurkan layanan 5G pada akhir Januari 2026. Dalam waktu singkat, jaringan tersebut sudah diperluas ke 33 kota dan kabupaten. Kini, perusahaan mengklaim cakupannya telah berkembang menjadi 43 kota dan kabupaten. Ekspansi ini menunjukkan percepatan pembangunan infrastruktur dalam beberapa bulan terakhir.
Merza mengatakan bahwa seluruh kota yang telah dijangkau itu sudah memiliki cakupan penuh. Ia menegaskan jaringan 5G XLSmart tidak hanya hadir di titik tertentu, melainkan menyeluruh di area yang telah dibangun. Menurutnya, kondisi itu menjadi nilai tambah bagi pelanggan yang membutuhkan konektivitas stabil. Cakupan penuh juga dinilai memudahkan perusahaan dalam memperluas layanan secara bertahap.
Di sisi lain, perluasan jaringan tersebut menegaskan ambisi perusahaan untuk tampil agresif di pasar 5G. Pertumbuhan jumlah wilayah layanan dianggap sebagai indikator kesiapan operasional. XLSmart juga ingin memastikan pelanggan merasakan manfaat langsung dari investasi jaringan. Karena itu, ekspansi 5G diposisikan sebagai prioritas dalam pengembangan layanan telekomunikasi mereka.
Target 5G Hingga Akhir Tahun
Ke depan, XLSmart menargetkan jaringan 5G menjangkau 88 kota dan kabupaten pada akhir 2026. Target itu menunjukkan perusahaan masih akan melanjutkan ekspansi secara agresif sepanjang tahun berjalan. Merza menilai perluasan tersebut penting agar layanan dapat dinikmati lebih banyak pelanggan. Rencana itu juga menjadi sinyal bahwa investasi jaringan belum akan melambat.
Perusahaan berharap perluasan wilayah layanan dapat memperkuat posisi mereka di tengah persaingan industri seluler. Dengan cakupan yang terus meningkat, XLSmart ingin memperluas basis pengguna 5G. Strategi ini juga diharapkan mendukung pertumbuhan layanan data di masa mendatang. Selain itu, perusahaan berupaya menjaga kualitas jaringan agar tetap sesuai standar yang dijanjikan.
Merza menegaskan bahwa fokus utama bukan hanya menambah jumlah wilayah, tetapi memastikan pengalaman penggunaan tetap optimal. Ia menyebut pelanggan akan merasakan manfaat jaringan yang benar-benar bekerja sebagai 5G. Klaim tersebut menjadi dasar kepercayaan diri perusahaan dalam memasarkan layanannya. Jika target tercapai, XLSmart berpeluang memperkuat posisinya sebagai pemain besar di pasar 5G Indonesia.
