WBSA Tetapkan Kepemilikan Terkonsentrasi 95,82% di BEI

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 13 Mei 2026 05:57 WIB 10
WBSA Tetapkan Kepemilikan Terkonsentrasi 95,82% di BEI

BEI mengumumkan bahwa PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) masuk kategori high shareholding concentration (HSC) pada 7 Mei 2026. Kepemilikan terkonsentrasi WBSA mencapai 95,82 persen dari total saham, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat. Penetapan mengikuti metodologi HSC dan tidak otomatis menandakan pelanggaran terhadap peraturan pasar modal.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian S Manullang, menegaskan bahwa pengumuman ini tidak berarti adanya pelanggaran. WBSA menjadi perusahaan tercatat pertama di BEI pada 2026 melalui IPO yang dijalankan pada 10 April 2026. Melalui aksi korporasi itu, WBSA melepas 1.800.000.000 saham baru atau 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran perdana Rp168 per saham.

Kepemilikan Terkonsentrasi WBSA

Sejak 10 April 2026, saham WBSA mencatat lonjakan sekitar 676,79 persen. Lonjakan tersebut memicu pergerakan pasar yang cukup volatil, sehingga WBSA sempat masuk ke dalam Full Call Auction (FCA) dan mengalami suspensi pada 24 April 2026. Pada saat ini, kondisi perdagangan menandai adanya dinamika harga yang beragam di kalangan investor dan pelaku pasar.

Sementara itu, dinamika perdagangan dipantau sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar. Secara umum, mantenan volatilitas menjadi fokus para pelaku pasar di awal masa listing WBSA. Pergerakan harga tetap menjadi sorotan seiring proses penyesuaian likuiditas dan permintaan investor terhadap emiten logistik multimoda ini.

Situasi ini menjadi sorotan pasar karena likuiditas relatif rendah pada awal listing. Pergerakan harga dipantau oleh pelaku pasar sebagai indikator sentimen terhadap emiten logistik multimoda. BEI menilai fase ini sebagai bagian dari proses awal pasar yang wajar.

Kondisi Perdagangan WBSA

Segi perdagangan WBSA menunjukkan dinamika yang intens pasca listing. Namun, lonjakan harga menyebabkan saham WBSA masuk ke dalam Full Call Auction (FCA). Sesuai catatan, BEI melakukan suspensi perdagangan pada 24 April 2026 untuk menstabilkan pasar.

Harga saham WBSA dilaporkan melonjak hingga Rp1.305 per saham setelah beberapa sesi perdagangan. Hal ini mencerminkan volatilitas pasar saham Indonesia yang sedang merespons IPO WBSA. Meskipun ciblekannya tinggi, pelaku pasar tetap memantau pergerakan harga dan likuiditas WBSA.

Investor domestik dan asing terus memantau pergerakan WBSA pasca listing. Arus pembelian bersih asing tercatat Rp16,26 miliar sejak hari perdagangan perdana. Sementara itu, net foreign sell pada Jumat, 8 Mei 2026, mencapai Rp87,90 juta, menunjukkan dinamika minat investor yang berubah-ubah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!