Waspada Konsumsi Jeroan Berlebihan Saat Idul Adha

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 01:58 WIB 2
Waspada Konsumsi Jeroan Berlebihan Saat Idul Adha

Idul Adha kerap identik dengan hidangan berbahan daging dan jeroan, mulai dari sate hati, gulai kikil, paru goreng, usus, hingga babat. Di tengah antusiasme menikmati sajian tersebut, konsumsi jeroan secara berlebihan dapat menjadi beban bagi tubuh, terutama pada fungsi hati dan ginjal. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dampaknya tidak hanya terasa sesaat, tetapi juga dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih serius.

Jeroan memang mengandung zat gizi seperti zat besi, vitamin B12, dan protein, namun di sisi lain juga memiliki kadar kolesterol, purin, dan lemak yang tinggi. Dokter spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa konsumsi berlebih dapat meningkatkan asam urat dalam darah dan berdampak pada persendian maupun organ lain. Risiko tersebut membuat masyarakat perlu lebih bijak saat menyantap olahan jeroan pada momen hari raya kurban.

Bahaya Jeroan Bagi Tubuh

Jeroan sering dipilih karena rasanya gurih dan teksturnya yang khas, sehingga mudah menjadi favorit saat perayaan Idul Adha. Namun, kandungan purin yang tinggi di dalamnya dapat memicu peningkatan kadar asam urat bila dikonsumsi terlalu banyak. Dalam jangka tertentu, kondisi ini dapat menambah beban kerja organ tubuh yang berperan menyaring dan membuang sisa metabolisme.

Menurut dr Aru Ariadno, konsumsi jeroan yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan, terutama peningkatan asam urat. Penumpukan asam urat di dalam darah kemudian dapat berdampak pada kesehatan persendian dan organ lain seperti ginjal. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan mengalami keluhan yang tidak nyaman setelah menyantap jeroan dalam porsi besar.

Selain itu, jeroan juga mengandung kolesterol yang cukup tinggi sehingga tidak disarankan dikonsumsi tanpa batas. Jika pola makan tidak dikontrol, risiko gangguan metabolik dapat meningkat, terlebih pada orang yang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu. Karena itu, pemilihan porsi menjadi hal penting agar menikmati hidangan khas tetap aman bagi kesehatan.

Risiko Asam Urat Meningkat

Asam urat yang meningkat dalam darah dapat memicu berbagai keluhan pada persendian, terutama pada orang yang sensitif terhadap makanan tinggi purin. Kondisi ini sering memunculkan nyeri, bengkak, dan rasa tidak nyaman pada sendi tertentu. Bila dibiarkan, gangguan tersebut dapat mengurangi aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup.

Dr Aru menjelaskan bahwa penumpukan asam urat dapat berujung pada artritis gout, yaitu peradangan sendi akibat kristal asam urat. Keluhan ini dapat muncul tiba-tiba dan menimbulkan nyeri yang cukup hebat. Selain itu, gangguan atritis lain juga bisa ikut muncul ketika pola makan tinggi purin terus berlangsung.

Risiko tersebut menjadi lebih besar pada individu yang memiliki riwayat asam urat, gangguan ginjal, atau kebiasaan makan berlebih. Jeroan bukan makanan yang harus dihindari sepenuhnya, tetapi konsumsinya perlu dibatasi dengan bijak. Dengan begitu, momen menikmati hidangan kurban tetap bisa dirayakan tanpa mengabaikan kesehatan.

Dampak Pada Ginjal

Selain memengaruhi sendi, asam urat yang tinggi juga dapat membebani ginjal sebagai organ penyaring darah. Jika kadar asam urat terus menumpuk, urine dapat menjadi lebih asam dan memicu pembentukan kristal. Dalam kondisi tertentu, kristal tersebut dapat berkembang menjadi batu saluran kemih.

Batu asam urat merupakan kristal keras yang terbentuk di ginjal ketika urine terlalu asam dan mengandung kadar asam urat tinggi. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri hebat di pinggang, mual, dan gangguan buang air kecil. Gejala tersebut sering membuat penderitanya membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Gangguan ginjal akibat pola makan tinggi purin juga dapat memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan. Saat ginjal bekerja terlalu berat, proses pembuangan zat sisa dalam tubuh ikut terganggu. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan asupan makanan selama perayaan, terutama jika memiliki riwayat gangguan ginjal.

Cara Aman Menikmati Jeroan

Menikmati jeroan saat Idul Adha tetap dimungkinkan, selama porsinya dibatasi dan tidak dikonsumsi berulang dalam jumlah besar. Mengimbangi santapan dengan sayur, buah, dan air putih dapat membantu tubuh memproses makanan lebih baik. Langkah sederhana ini juga membantu menjaga keseimbangan nutrisi selama hari raya.

Selain membatasi porsi, masyarakat disarankan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan purin dalam satu waktu. Memilih cara memasak yang lebih sehat, seperti merebus atau mengolah dengan sedikit minyak, juga dapat menjadi pilihan yang lebih aman. Kebiasaan ini dapat mengurangi beban tubuh tanpa menghilangkan kenikmatan hidangan khas kurban.

Bagi orang dengan riwayat asam urat, batu ginjal, atau penyakit metabolik lain, konsultasi dengan tenaga medis perlu dipertimbangkan jika ingin mengatur pola makan saat hari raya. Kewaspadaan penting agar perayaan Idul Adha tetap berlangsung nyaman dan sehat. Dengan konsumsi yang terukur, jeroan bisa tetap dinikmati tanpa memicu masalah kesehatan yang tidak diinginkan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!