Wanita Prancis Bangun Koma dan Mengira Jadi Ibu Tiga Anak

Lifestyle Clara Monica 25 Mei 2026 03:11 WIB 5
Wanita Prancis Bangun Koma dan Mengira Jadi Ibu Tiga Anak

Seorang remaja asal Lyon, Prancis, bernama Clelia Verdier, mengalami kejadian langka setelah terbangun dari koma selama tiga minggu pada 2025. Saat sadar, remaja berusia 19 tahun itu justru menanyakan keberadaan tiga putrinya, meski ia tidak pernah menikah dan belum pernah melahirkan.

Pengalaman tersebut ternyata hanya terjadi dalam mimpi yang sangat detail dan terasa nyata. Kasus ini menarik perhatian publik karena menyentuh aspek medis, psikologis, serta fenomena mimpi pada pasien koma.

Mimpi Koma yang Sangat Nyata

Clelia mengaku merasa telah menjalani kehidupan sebagai ibu selama tujuh tahun. Dalam ingatannya, ia merawat tiga anak kembar bernama Mila, Miles, dan Mailee.

Ia mengatakan pengalaman itu dimulai dari proses melahirkan yang penuh stres dan rasa sakit. Salah satu bayinya, Mailee, disebut meninggal tak lama setelah lahir, sehingga ia merasa sangat sedih dan bersalah.

Selain kelahiran, ia juga mengingat momen menyusui, kontak kulit ke kulit, hingga kegiatan sehari-hari bersama anak-anaknya. Menurut pengakuannya, seluruh rangkaian itu terasa sangat hidup dan emosional.

Ketika Realitas Berbeda

Setelah sadar, Clelia terkejut ketika mengetahui bahwa seluruh pengalaman tersebut tidak pernah terjadi. Pihak medis memastikan dirinya tidak pernah hamil dan tidak memiliki tiga anak seperti yang ia ingat.

Awalnya, ia sulit menerima penjelasan tersebut karena setiap detail terasa begitu jelas di kepalanya. Ia bahkan mengaku bisa merasakan stres, cinta, dan kehilangan seolah semuanya benar-benar nyata.

Staf rumah sakit disebut ikut terkejut dengan respons pertama Clelia setelah bangun dari koma. Alih-alih menanyakan kondisi dirinya, ia langsung mencari ketiga putrinya yang hanya ada dalam mimpi.

Jejak Trauma dan Koma

Clelia mengalami koma medis selama tiga minggu setelah percobaan bunuh diri dengan meminum obat pada Juni 2025. Setelah nyawanya selamat, ia justru menyimpan beban emosional dari mimpi panjang yang dialaminya.

Ia mengatakan masih merasa terputus dari orang lain dan terus merindukan anak-anak yang hanya hadir dalam alam bawah sadarnya. Baginya, pengalaman itu menjadi satu-satunya realitas yang ia rasakan selama masa koma.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pengalaman saat koma dapat meninggalkan jejak psikologis yang kuat. Pada sebagian pasien, mimpi dapat terasa sangat nyata, terutama ketika otak berada dalam kondisi yang rentan.

Penjelasan Ahli Neurologi

Kasus Clelia mengingatkan publik pada kisah-kisah fiksi yang kerap muncul di film dan serial. Namun, ahli neurologi menilai mimpi selama koma bukanlah hal yang jarang terjadi.

Fenomena itu lebih sering ditemukan pada pasien dengan cedera otak traumatis atau kondisi medis serius lainnya. Saat koma, otak tidak selalu berada dalam keadaan gelap total, melainkan dapat menghasilkan pengalaman mimpi yang sangat detail.

Sejumlah pasien melaporkan mimpi yang terasa nyata, sementara yang lain bangun tanpa mengingat apa pun. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengalaman koma dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada respons otak dan kondisi medis masing-masing.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!