Wanda Hamidah Dukung Anak Kuliah di Jepang, Ada Syarat Mandiri

Lifestyle Clara Monica 26 Mei 2026 03:32 WIB 2
Wanda Hamidah Dukung Anak Kuliah di Jepang, Ada Syarat Mandiri

Wanda Hamidah mendukung penuh keputusan putranya, Rashad, untuk menimba ilmu di Jepang. Namun, dukungan itu datang bersama satu syarat tegas, yakni Rashad harus belajar mandiri dan tidak bergantung pada orang tua.

Sang aktris menilai pengalaman merantau akan membentuk tanggung jawab anak dalam mengelola hidup, termasuk urusan keuangan dan kebutuhan pribadi. Rashad pun sudah menyiapkan diri, mulai dari belajar bahasa Jepang hingga mempersiapkan administrasi keberangkatan.

Kemandirian Anak Jadi Prioritas

Wanda Hamidah menegaskan bahwa ia ingin anak-anaknya tumbuh sebagai pribadi yang bertanggung jawab. Baginya, merantau menjadi cara agar anak tidak terlalu nyaman berada di bawah perlindungan rumah.

Ia menyebut kemandirian harus dilatih sejak dini, bukan menunggu anak sudah dewasa sepenuhnya. Karena itu, ia mendorong Rashad untuk memahami bahwa hidup di negeri orang menuntut kesiapan yang lebih besar.

Wanda juga menilai anak perlu belajar mengatur dirinya sendiri, termasuk dalam hal uang dan kebutuhan harian. Sikap itu, menurutnya, akan menjadi bekal penting ketika anak menghadapi dunia luar.

Dalam pandangannya, peran orang tua adalah memberi dukungan, bukan mengambil alih semua urusan anak. Dengan begitu, anak dapat bertumbuh melalui proses dan belajar mengambil keputusan sendiri.

Belajar Di Jepang Sejak Kecil

Rashad mengaku keinginannya untuk kuliah di Jepang sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ketertarikan itu berawal dari kekagumannya pada budaya Jepang yang dinilai bersih dan nyaman.

Minat tersebut terus berkembang hingga ia mantap menjadikan Jepang sebagai tujuan pendidikan. Baginya, negeri itu bukan hanya menarik dari sisi budaya, tetapi juga memberi peluang untuk belajar hidup mandiri.

Rencana tinggal di asrama pada tahun pertama menjadi bagian dari persiapan awal Rashad. Setelah itu, ia berencana mencari tempat tinggal sendiri agar lebih terbiasa menghadapi kehidupan sehari-hari.

Untuk mendukung langkah tersebut, Rashad juga mulai mengikuti les bahasa Jepang. Ia memahami bahwa kemampuan bahasa menjadi kunci penting agar bisa beradaptasi dengan lingkungan baru.

Dukungan Dengan Batas Jelas

Wanda Hamidah mengaku bukan tipe ibu yang terlalu detail mengurus semua keperluan anak. Ia memilih memberi ruang agar anak-anaknya mengambil peran aktif dalam menentukan masa depan mereka.

Menurutnya, selama pilihan anak tergolong kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan, ia akan memberikan dukungan penuh. Sikap itu, kata Wanda, merupakan bentuk kepercayaan kepada proses tumbuh anak.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menjadi orang tua yang terlalu mengatur, termasuk dalam urusan formulir atau pengantaran sekolah. Bagi Wanda, yang terpenting adalah anak memiliki tujuan yang jelas dan serius.

Prinsip itu membuat dukungan orang tua tetap hadir, tetapi tidak menghilangkan tanggung jawab anak atas pilihannya sendiri. Dengan cara tersebut, ia berharap Rashad lebih siap menghadapi tantangan di Jepang.

Bekal Hidup Di Negeri Orang

Selain belajar bahasa, Rashad juga menyiapkan diri untuk bertahan hidup dengan cara mencari penghasilan tambahan. Wanda bahkan menegaskan bahwa anaknya harus bisa membiayai dirinya sendiri selama berada di Jepang.

Ia menyebut kondisi keuangan keluarga yang pas-pasan menjadi alasan mengapa Rashad perlu ikut memikul tanggung jawab. Menurutnya, hal itu bukan beban, melainkan pelajaran penting tentang kehidupan.

Rashad pun mengaku siap menghadapi tuntutan tersebut. Kemampuannya memasak dan mengurus diri sendiri sejak kecil menjadi bekal utama untuk hidup di lingkungan baru.

Bagi Wanda, tujuan akhir dari seluruh proses ini adalah membentuk anak yang kuat dan tidak manja. Ia percaya pengalaman tersebut akan menjadi modal besar bagi Rashad untuk menjalani masa depan dengan lebih matang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!