Waktu Terbaik Olahraga Pagi atau Malam, Ini Penjelasannya

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 21:38 WIB 6
Waktu Terbaik Olahraga Pagi atau Malam, Ini Penjelasannya

Perdebatan soal olahraga pagi dan olahraga malam kerap muncul di kalangan masyarakat yang ingin menjaga kebugaran tubuh. Sebagian orang memilih pagi karena dinilai membantu metabolisme dan produktivitas, sementara yang lain memilih malam untuk melepas stres setelah beraktivitas seharian. Menurut fisioterapis dan spesialis pilates Sowon Jang dari The Hundred Wellness Centre Dubai, tidak ada waktu optimal yang berlaku untuk semua orang. Waktu terbaik berolahraga, kata dia, harus disesuaikan dengan jenis latihan dan kondisi fisik masing-masing.

Jang menjelaskan, olahraga ringan seperti pilates atau kardio ringan lebih cocok dilakukan pada pagi hari karena gerakannya lebih lembut dan terkontrol. Dengan begitu, tubuh bisa bangun secara bertahap tanpa terasa kewalahan. Sementara itu, latihan dengan intensitas lebih tinggi dapat dilakukan pada siang atau sore hari saat tubuh sudah lebih siap. Untuk malam hari, ia menyarankan olahraga berintensitas rendah agar tidak mengganggu kualitas tidur.

Olahraga Pagi dan Manfaatnya

Olahraga pagi sering dipilih oleh mereka yang ingin memulai hari dengan rutinitas yang lebih teratur. Aktivitas fisik di awal hari membantu tubuh terasa lebih tenang, pernapasan lebih terkontrol, serta postur tubuh lebih terjaga. Selain itu, kesadaran terhadap gerak tubuh juga dapat meningkat sepanjang hari. Kebiasaan ini membuat banyak orang merasa lebih siap menghadapi aktivitas harian.

Dari sisi mental, olahraga pagi dapat membantu pikiran terasa lebih jernih dan segar saat memulai hari. Tubuh yang aktif lebih awal juga cenderung lebih mudah membangun kebiasaan sehat secara konsisten. Efek ini membuat olahraga pagi sering dianggap sebagai pilihan yang mendukung disiplin jangka panjang. Karena itu, banyak orang menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Manfaat lain olahraga pagi adalah kemampuannya membantu tubuh mengatur jam biologis atau ritme sirkadian. Paparan sinar matahari di pagi hari dapat memperkuat sinyal alami tubuh untuk tetap selaras dengan siklus tidur dan bangun. Dr Louise Rix menilai, kebiasaan ini bermanfaat bagi mereka yang ingin memperbaiki pola tidur. Dengan ritme yang lebih stabil, kualitas istirahat pada malam hari berpotensi menjadi lebih baik.

Olahraga Malam yang Tepat

Olahraga malam tetap dapat dilakukan, asalkan jenis latihannya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Aktivitas yang dianjurkan pada malam hari umumnya berintensitas rendah agar tubuh tidak terlalu terstimulasi. Jalan santai, berenang ringan, atau peregangan dapat menjadi pilihan yang aman. Pendekatan ini membantu tubuh tetap aktif tanpa memicu ketegangan berlebih.

Jang menyebutkan bahwa olahraga malam sebaiknya tidak meningkatkan hormon stres, khususnya kortisol, yang dapat membuat seseorang sulit tidur. Karena itu, latihan dengan tempo tenang lebih disarankan menjelang waktu istirahat. Jika dilakukan terlalu berat, tubuh bisa tetap waspada meski hari sudah malam. Kondisi ini pada akhirnya dapat mengganggu pemulihan fisik dan kualitas tidur.

Bagi sebagian orang, malam hari justru menjadi waktu paling nyaman untuk bergerak karena jadwal kerja yang padat. Dalam kondisi tersebut, olahraga tetap dapat menjadi sarana untuk menjaga kebugaran dan meredakan tekanan setelah hari yang melelahkan. Namun, intensitas dan durasi tetap perlu dijaga agar tidak berlawanan dengan kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Dengan cara ini, olahraga malam tetap memberi manfaat tanpa menimbulkan dampak negatif.

Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Selain melihat waktu, faktor terpenting dalam berolahraga adalah kondisi tubuh masing-masing. Dr Jinelle D'souza menekankan bahwa latihan kekuatan atau olahraga intensitas tinggi membutuhkan dukungan fisik yang memadai. Tubuh perlu berada dalam kondisi cukup bertenaga agar latihan berjalan efektif dan aman. Karena itu, kebiasaan olahraga tidak bisa disamaratakan untuk semua orang.

Asupan nutrisi yang seimbang dan tidur yang cukup menjadi dasar penting sebelum melakukan olahraga dengan intensitas tertentu. Tanpa dukungan itu, tubuh dapat lebih mudah kewalahan dan risiko cedera bisa meningkat. Pemilihan waktu latihan pun sebaiknya mempertimbangkan kesiapan energi harian. Langkah ini membantu olahraga memberi hasil yang lebih optimal.

Dr Louise Rix menambahkan bahwa faktor yang paling penting bukan sekadar jam berolahraga, melainkan kesesuaian aktivitas dengan gaya hidup. Seseorang yang sibuk di pagi hari mungkin lebih cocok berolahraga pada malam, sedangkan yang ingin membangun rutinitas bisa memilih pagi. Kuncinya adalah konsistensi, kenyamanan, dan kemampuan tubuh untuk pulih setelah latihan. Dengan begitu, olahraga dapat menjadi kebiasaan yang bertahan lama.

Pilih Waktu yang Konsisten

Baik olahraga pagi maupun olahraga malam sama-sama memiliki manfaat, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Tidak semua orang akan merasakan hasil yang sama pada waktu latihan yang sama. Perbedaan jadwal kerja, pola tidur, dan kondisi fisik membuat kebutuhan setiap orang menjadi unik. Karena itu, pilihan waktu sebaiknya lahir dari pemahaman terhadap tubuh sendiri.

Jika tujuan utamanya adalah membangun rutinitas dan memperbaiki ritme tidur, olahraga pagi bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai. Sebaliknya, jika seseorang baru memiliki waktu luang di malam hari, olahraga ringan tetap dapat memberikan manfaat bagi kebugaran. Yang terpenting adalah memastikan latihan tidak mengganggu pemulihan tubuh. Dengan ritme yang sesuai, olahraga akan lebih mudah dijalankan secara konsisten.

Pada akhirnya, waktu terbaik untuk berolahraga adalah waktu yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Kombinasi antara jenis latihan, kondisi fisik, tidur yang cukup, dan asupan gizi yang baik akan memberi hasil yang lebih seimbang. Pendekatan ini membuat olahraga menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kewajiban sesaat. Dengan pemilihan waktu yang tepat, tubuh dapat tetap bugar tanpa kehilangan kenyamanan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!