Waktu Terbaik Berolahraga Ternyata Bergantung pada Kondisi Tubuh

Lifestyle Clara Monica 22 Mei 2026 03:01 WIB 6
Waktu Terbaik Berolahraga Ternyata Bergantung pada Kondisi Tubuh

Waktu berolahraga sering memicu perdebatan, apakah lebih baik dilakukan pada pagi atau malam hari. Menurut para ahli, tidak ada satu waktu yang paling ideal untuk semua orang, karena pilihan terbaik sangat bergantung pada jenis latihan dan kondisi fisik masing-masing.

Olahraga pagi kerap dipilih untuk membangun rutinitas, meningkatkan fokus, dan membantu mengatur ritme tubuh. Sementara itu, olahraga malam lebih sering dimanfaatkan untuk melepas stres setelah aktivitas seharian, asalkan intensitasnya sesuai agar tidak mengganggu tidur.

Manfaat Olahraga Pagi

Olahraga pagi membantu tubuh memulai hari dengan lebih teratur dan terarah. Kebiasaan ini dapat menciptakan rutinitas yang konsisten sebelum aktivitas utama dimulai.

Selain itu, tubuh cenderung terasa lebih tenang saat bergerak di pagi hari. Pernapasan menjadi lebih terkontrol, sementara postur dan kesadaran tubuh ikut meningkat sepanjang hari.

Aktivitas fisik di pagi hari juga dapat membuat pikiran terasa lebih jernih dan segar. Paparan sinar matahari pada waktu ini turut membantu tubuh mengenali awal hari dengan lebih baik.

Jenis Latihan yang Sesuai

Sowon Jang, fisioterapis dan spesialis pilates di The Hundred Wellness Centre Dubai, menyebut pilates dan kardio ringan cocok dilakukan pada pagi hari. Latihan semacam ini dinilai lebih lembut dan terkontrol untuk membangunkan tubuh secara bertahap.

Menurut Jang, tubuh sebaiknya tidak dipaksa bekerja terlalu keras sejak awal hari. Karena itu, olahraga yang ringan menjadi pilihan aman bagi banyak orang yang ingin tetap aktif tanpa merasa kewalahan.

Pada siang atau sore hari, olahraga dengan intensitas lebih tinggi bisa menjadi alternatif. Pada waktu tersebut, tubuh umumnya sudah lebih siap untuk bergerak dengan beban latihan yang lebih menantang.

Olahraga Malam Bijak

Olahraga malam tetap dapat dilakukan, selama jenis latihannya tidak terlalu berat. Aktivitas dengan intensitas rendah lebih dianjurkan agar tubuh tetap rileks menjelang waktu istirahat.

Jenis olahraga seperti berenang santai atau berjalan ringan dapat menjadi pilihan yang tepat. Latihan ini tidak terlalu memicu hormon stres, sehingga risiko gangguan tidur bisa lebih kecil.

Olahraga malam yang terlalu intens justru berpotensi membuat tubuh tetap terjaga. Karena itu, pengaturan beban latihan menjadi hal penting agar manfaat olahraga tetap terasa tanpa mengganggu kualitas tidur.

Sesuaikan Dengan Tubuh

Menurut Dr. Jinelle D'souza, latihan kekuatan atau olahraga intensitas tinggi membutuhkan dukungan kondisi tubuh yang memadai. Tanpa kesiapan fisik yang cukup, manfaat latihan bisa berkurang dan risiko kelelahan meningkat.

Ia menekankan pentingnya tidur yang cukup sebelum menjalani olahraga berat. Asupan nutrisi dan gizi seimbang juga diperlukan agar tubuh tidak kewalahan saat beraktivitas.

Dr. Louise Rix menambahkan bahwa faktor terpenting bukanlah waktu olahraga semata. Yang lebih menentukan adalah apakah jenis latihan tersebut sesuai dengan gaya hidup dan kemampuan tubuh masing-masing.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!