VKTR Rombak Direksi dan Komisaris, Ardi Bakrie Jadi Dirut

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 23 Mei 2026 00:01 WIB 7
VKTR Rombak Direksi dan Komisaris, Ardi Bakrie Jadi Dirut

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk merombak susunan pimpinan perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar di Bakrie Tower, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Mei 2026. Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui pengangkatan Anindra Ardiansyah Bakrie atau Ardi Bakrie sebagai direktur utama baru. Keputusan tersebut juga diikuti perubahan pada jajaran komisaris dan direksi untuk memperkuat arah bisnis perseroan.

Selain menunjuk direktur utama baru, VKTR mengangkat tiga direktur, yakni Mochammad Yana Aditya, Erika Mouna Hamizar, dan Indah Permatasari Saugi. Perubahan ini menandai penataan ulang kepemimpinan perusahaan produsen kendaraan listrik komersial milik Bakrie Group. Manajemen menilai langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan organisasi agar kinerja perseroan lebih baik ke depan.

Kepengurusan VKTR Berubah

Ardi Bakrie menyatakan susunan baru tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi VKTR untuk bergerak lebih kuat pada periode berikutnya. Ia menegaskan bahwa penyesuaian di jajaran komisaris dan direksi bukan sekadar pergantian posisi. Menurut dia, restrukturisasi kepengurusan dilakukan untuk memperkuat fondasi perusahaan. Ia juga menyebut perubahan ini sebagai bagian dari upaya memperbaiki kinerja perseroan secara berkelanjutan.

Dalam susunan baru, posisi komisaris utama yang sebelumnya dipegang Anindya Novyan Bakrie beralih kepada Sharif Cicip Sutardjo. Sharif merupakan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2011-2014. Saat ini, ia juga menjabat sebagai komisaris utama PT Bumi Resources Tbk. Kehadirannya diharapkan memperkuat sinergi VKTR dalam ekosistem usaha Bakrie Group.

Anindya Bakrie kini menduduki posisi wakil komisaris utama setelah perubahan tersebut disepakati pemegang saham. Selain itu, rapat juga menyetujui pengangkatan Ilham Habibie sebagai komisaris baru. Pergantian susunan ini membuat struktur pengawasan VKTR menjadi lebih beragam. Perseroan menilai komposisi tersebut dapat mendukung strategi bisnis yang lebih luas.

Komisaris Baru VKTR

Susunan dewan komisaris VKTR yang efektif per Selasa, 19 Mei, terdiri atas Sharif Cicip Sutardjo sebagai komisaris utama. Anindya Novyan Bakrie menjabat wakil komisaris utama, sedangkan Dr. Ing. Ilham A. Habibie menjadi komisaris. Dua posisi komisaris independen ditempati Dr. Dino Patti Djalal dan The Lord Aamer Ahmad Sarfraz. Struktur ini disahkan melalui agenda RUPST dan RUPSLB yang berlangsung pada hari yang sama.

Anindya menyebut penunjukan Sharif Cicip Sutardjo sebagai komisaris utama merupakan bagian dari penguatan tata kelola perseroan. Ia menilai formasi baru akan memberi dukungan bagi langkah bisnis VKTR ke depan. Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan diharapkan semakin solid. Perubahan ini juga dinilai penting untuk menjaga kesinambungan strategi perusahaan.

Manajemen VKTR menempatkan pembaruan dewan komisaris sebagai bagian dari kesiapan perusahaan menghadapi ekspansi. Kehadiran nama-nama berpengalaman diharapkan memberi perspektif baru dalam pengambilan keputusan. Perseroan juga ingin memastikan pengawasan bisnis berjalan lebih efektif. Dengan demikian, arah pengembangan kendaraan listrik komersial dapat dijalankan secara lebih terukur.

Direksi VKTR Diperkuat

Di jajaran direksi, Anindra Ardiansyah Bakrie resmi dipercaya sebagai direktur utama menggantikan Gilarsi Wahju Setijono. Gilarsi sebelumnya efektif mengundurkan diri pada Rabu, 13 Mei. Selain itu, VKTR menambah beberapa nama dalam kepengurusan operasional perusahaan. Langkah tersebut menunjukkan fokus perseroan pada penguatan eksekusi bisnis.

Susunan direksi terbaru VKTR terdiri atas Mochammad Yana Aditya, S. Erika Mouna Hamizar, Valentinus Bimo Kurniatmoko, Achmad Amri Aswono Putro, Dino Ahmad Ryandi, dan Indah Permatasari Saugi. Penambahan jajaran ini diharapkan memperkuat berbagai fungsi bisnis perusahaan. Mulai dari operasional, strategi, hingga pengembangan pasar akan ditopang oleh struktur yang lebih lengkap. Perusahaan ingin memastikan seluruh lini berjalan lebih efisien.

Ardi Bakrie menilai formasi baru tersebut merupakan langkah penting untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ia mengatakan susunan pimpinan yang baru akan membantu VKTR menghadapi tantangan industri kendaraan listrik komersial. Perseroan juga berupaya mempercepat pengambilan keputusan di tingkat manajerial. Dengan begitu, strategi pertumbuhan dapat dijalankan lebih cepat dan tepat sasaran.

Kinerja VKTR Meningkat

Dalam RUPST, VKTR juga memaparkan capaian kinerja dan perkembangan bisnis sepanjang tahun buku 2025. Perseroan mencatat penjualan kendaraan listrik tumbuh 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan itu mencerminkan adopsi kendaraan komersial listrik yang semakin kuat di pasar domestik. VKTR menilai tren ini menjadi sinyal positif bagi industri kendaraan listrik nasional.

Selain penjualan, VKTR juga menyelesaikan pengiriman 50 unit bus listrik untuk operasional Transjakarta. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total pesanan sebanyak 80 unit. Sisa pengiriman telah diselesaikan pada kuartal pertama 2026. Penyelesaian kontrak ini mempertegas posisi VKTR dalam penyediaan kendaraan listrik untuk transportasi publik.

Anindya menyampaikan optimisme bahwa pendapatan VKTR pada periode berikutnya bisa tumbuh lebih dari 50 persen dibandingkan tahun lalu. Proyeksi tersebut didukung oleh peningkatan permintaan dan penyelesaian pesanan yang terus berjalan. Perseroan berharap ekspansi bisnis dapat berlanjut seiring membaiknya pasar. Dengan penguatan kepengurusan dan kinerja operasional, VKTR membidik pertumbuhan yang lebih agresif ke depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!