VKTR Rombak Direksi dan Komisaris, Ardi Bakrie Jadi Dirut

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 21 Mei 2026 20:02 WIB 6
VKTR Rombak Direksi dan Komisaris, Ardi Bakrie Jadi Dirut

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk resmi merombak jajaran pimpinan perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026). Dalam agenda tersebut, pemegang saham menyetujui penunjukan Anindra Ardiansyah Bakrie atau Ardi Bakrie sebagai direktur utama baru, menggantikan Gilarsi Wahju Setijono yang mengundurkan diri pada 13 Mei 2026. Perubahan ini juga mencakup penguatan struktur komisaris dan direksi untuk mendukung ekspansi bisnis kendaraan listrik komersial. Langkah tersebut menjadi sinyal strategi perseroan untuk memperkuat tata kelola dan akselerasi usaha ke depan.

Selain menetapkan pimpinan baru, VKTR juga mengumumkan susunan kepengurusan yang melibatkan nama-nama baru di jajaran komisaris dan direksi. Dalam rapat itu, perusahaan turut memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun buku 2025, termasuk kenaikan penjualan kendaraan listrik dan progres pengiriman bus listrik untuk Transjakarta. Manajemen menyebut, pertumbuhan bisnis menunjukkan peningkatan adopsi kendaraan komersial listrik di pasar domestik. Perubahan struktur dan kinerja tersebut menjadi perhatian pelaku pasar terhadap prospek emiten milik Bakrie Group itu.

Perombakan Kepemimpinan

RUPST dan RUPSLB VKTR memutuskan perubahan penting pada susunan direksi dan komisaris perusahaan. Ardi Bakrie ditetapkan sebagai direktur utama baru menggantikan Gilarsi Wahju Setijono yang telah efektif mengundurkan diri. Menurut manajemen, pergantian ini merupakan bagian dari penguatan organisasi agar VKTR mampu tumbuh lebih baik. Ardi Bakrie menegaskan bahwa susunan baru tersebut diharapkan memberi dorongan positif bagi perusahaan.

Dalam keterangan usai rapat, Ardi Bakrie menyebut pengangkatan komisaris dan direktur baru merupakan bentuk penguatan internal. Ia menilai langkah itu penting untuk mendukung arah bisnis VKTR ke depan. Penegasan tersebut disampaikan di Bakrie Tower, Jakarta Selatan, seusai rapat pemegang saham. Pernyataan itu sekaligus menandai komitmen manajemen dalam menjaga kesinambungan strategi perusahaan.

Perubahan struktur kepemimpinan ini menjadi salah satu keputusan utama yang diambil dalam rapat pemegang saham. Dengan formasi baru, perusahaan diharapkan dapat merespons kebutuhan industri kendaraan listrik yang terus berkembang. VKTR juga ingin memastikan koordinasi manajemen berjalan lebih solid. Kondisi itu dinilai penting di tengah kompetisi pasar kendaraan komersial yang semakin ketat.

Langkah restrukturisasi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis. Perseroan ingin menyesuaikan kepemimpinan dengan target pertumbuhan jangka menengah dan panjang. Dengan begitu, VKTR memiliki fondasi yang lebih kuat untuk memperluas penetrasi bisnis. Perubahan tersebut sekaligus memperlihatkan upaya perusahaan menjaga momentum pertumbuhan.

Susunan Komisaris Baru

Dalam komposisi terbaru, posisi komisaris utama yang sebelumnya dijabat Anindya Novyan Bakrie kini beralih kepada Sharif Cicip Sutardjo. Sharif dikenal sebagai mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2011-2014. Saat ini, ia juga menjabat sebagai komisaris utama PT Bumi Resources Tbk. Kehadirannya dinilai dapat memperkuat sinergi VKTR di lingkungan usaha Bakrie Group.

Anindya Bakrie selanjutnya menempati posisi wakil komisaris utama perusahaan. Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Ilham Habibie sebagai komisaris baru. Pergeseran ini menunjukkan adanya penataan ulang peran pengawasan di tubuh perseroan. Struktur komisaris baru diharapkan mampu menghadirkan pengawasan yang lebih efektif.

Susunan dewan komisaris yang berlaku efektif per 19 Mei 2026 terdiri atas Sharif Cicip Sutardjo sebagai komisaris utama. Anindya Novyan Bakrie menjabat wakil komisaris utama, sementara Dr. Ing. Ilham A. Habibie menjadi komisaris. Dua posisi komisaris independen diisi oleh Dr. Dino Patti Djalal dan The Lord Aamer Ahmad Sarfraz. Formasi tersebut memberi keseimbangan antara unsur grup usaha dan independensi pengawasan.

Penempatan para tokoh dengan latar belakang berbeda di tubuh komisaris diperkirakan memperkaya perspektif pengambilan keputusan. VKTR menempatkan pengawasan sebagai bagian penting dari tata kelola perusahaan. Dengan komposisi baru, perseroan memiliki ruang lebih besar untuk memperkuat mitigasi risiko. Langkah ini juga mendukung kepercayaan investor terhadap arah bisnis perusahaan.

Formasi Direksi Lengkap

Di jajaran direksi, VKTR menetapkan Ardi Bakrie sebagai direktur utama. Ia akan didampingi oleh Mochammad Yana Aditya, S. Erika Mouna Hamizar, Valentinus Bimo Kurniatmoko, Achmad Amri Aswono Putro, Dino Ahmad Ryandi, dan Indah Permatasari Saugi sebagai direktur. Susunan ini menunjukkan penambahan beberapa nama untuk memperkuat operasional perusahaan. Manajemen berharap formasi baru mampu mempercepat eksekusi strategi bisnis.

Penambahan tiga direktur baru menjadi bagian dari restrukturisasi manajemen yang diumumkan dalam rapat. Tiga nama tersebut adalah Mochammad Yana Aditya, Erika Mouna Hamizar, dan Indah Permatasari Saugi. Kehadiran mereka melengkapi jajaran direksi yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, VKTR memiliki lebih banyak sumber daya untuk mengelola ekspansi usaha.

Formasi direksi yang lebih lengkap dinilai relevan dengan meningkatnya kebutuhan industri kendaraan listrik. Perusahaan memerlukan koordinasi yang kuat untuk mendukung produksi, pengiriman, dan pengembangan pasar. Dalam konteks itu, penambahan personel di level direksi dapat mempercepat proses pengambilan keputusan. Perseroan juga dituntut menjaga efisiensi di tengah pertumbuhan bisnis yang semakin dinamis.

VKTR menempatkan perubahan direksi sebagai bagian dari penyesuaian organisasi terhadap tantangan dan peluang baru. Dengan susunan yang berlaku efektif sejak hari ini, perusahaan berharap kinerja operasional dapat bergerak lebih agresif. Manajemen menilai penguatan struktur ini penting untuk menjaga daya saing. Arah tersebut juga sejalan dengan fokus perusahaan pada kendaraan listrik komersial.

Kinerja dan Prospek

Dalam RUPST, VKTR juga memaparkan capaian kinerja dan perkembangan bisnis selama tahun buku 2025. Perseroan mencatat peningkatan penjualan kendaraan listrik sebesar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan itu mencerminkan adopsi kendaraan komersial listrik yang semakin luas di pasar domestik. Manajemen menilai tren tersebut membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar.

VKTR juga telah menyelesaikan pengiriman 50 unit bus listrik untuk operasional Transjakarta. Jumlah itu merupakan bagian dari total pesanan sebanyak 80 unit. Sisa pengiriman disebut tuntas pada kuartal pertama 2026. Realisasi tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kontrak strategis secara bertahap.

Di tengah capaian itu, Ardi Bakrie menyampaikan ekspektasi bahwa pendapatan VKTR pada tahun berjalan dapat tumbuh lebih dari 50 persen. Proyeksi tersebut didasarkan pada tren kenaikan bisnis yang terjadi sepanjang tahun sebelumnya. Manajemen melihat momentum pasar masih terbuka untuk memperluas kontribusi kendaraan listrik komersial. Dengan demikian, target pertumbuhan perseroan tetap dijaga secara agresif namun terukur.

Kombinasi antara perombakan manajemen dan pertumbuhan kinerja memberi gambaran optimisme terhadap prospek VKTR. Perseroan kini mengandalkan struktur kepemimpinan baru untuk mengakselerasi ekspansi bisnis. Di sisi lain, pencapaian operasional menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan pasar. Langkah-langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi VKTR di industri kendaraan listrik nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!