Vivrelle Luncurkan Privée, Sewa Tas Birkin Mulai Rp12,8 Juta

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 14:28 WIB 4
Vivrelle Luncurkan Privée, Sewa Tas Birkin Mulai Rp12,8 Juta

Platform penyewaan barang desainer Vivrelle resmi meluncurkan layanan baru bernama Privée, yang memungkinkan pelanggan memakai tas ultra-mewah tanpa harus membelinya. Melalui program ini, anggota dapat menyewa tas ikonik seperti Hermes Birkin, Kelly, dan Constance dengan biaya mulai dari US$800 per bulan atau sekitar Rp12,8 juta.

Layanan tersebut tidak hanya menyasar pecinta tas mewah, tetapi juga kolektor perhiasan dan jam tangan langka dari merek seperti Van Cleef & Arpels, Bvlgari, dan Cartier. Privée hadir sebagai respons atas permintaan member yang menginginkan akses lebih luas ke kategori luxury dengan sistem yang lebih fleksibel.

Tas mewah lewat Privée

Privée dirancang sebagai membership eksklusif yang membuka akses ke kategori ultra-luxury. Pengguna dapat memilih item yang ingin disewa, lalu menggantinya setiap 30 hari sesuai kebutuhan. Skema ini memberi alternatif bagi konsumen yang ingin tampil dengan tas desainer tanpa komitmen pembelian penuh.

Di antara item paling menarik yang tersedia adalah Hermes Birkin, salah satu tas paling ikonik di dunia fashion. Selain itu, ada pula Kelly dan Constance yang selama ini dikenal memiliki permintaan tinggi di pasar barang mewah. Kehadiran opsi sewa membuat akses ke produk premium menjadi lebih mudah dijangkau.

Vivrelle juga memberi kebebasan kepada anggota untuk memperpanjang masa sewa bila masih ingin menggunakan barang yang sama. Fitur ini membuat Privée terasa lebih adaptif terhadap kebutuhan gaya hidup pelanggan. Bagi sebagian konsumen, fleksibilitas tersebut menjadi nilai tambah utama.

Benefit tambahan untuk anggota

Selain akses ke tas dan perhiasan, membership Privée turut menghadirkan benefit lain di luar mode. Anggota berhak menikmati pengalaman dining dan hospitality melalui kerja sama dengan ResX dan Marriott Bonvoy. Paket ini memperluas posisi Privée sebagai layanan gaya hidup, bukan sekadar penyewaan barang.

Vivrelle menyebut konsep itu lahir dari kebutuhan member yang semakin beragam. Menurut co-founder sekaligus CEO Vivrelle, Blake Geffen, aksesibilitas menjadi inti dari perusahaan. Karena itu, Privée dipandang sebagai langkah lanjutan menuju masa depan retail yang lebih personal.

Kombinasi antara barang mewah dan fasilitas gaya hidup membuat layanan ini menyasar segmen pelanggan premium. Strategi tersebut juga memperkuat diferensiasi Vivrelle di tengah pasar luxury rental yang semakin kompetitif. Dengan pendekatan ini, perusahaan berupaya membangun pengalaman eksklusif yang lebih menyeluruh.

Koleksi ultra-luxury semakin luas

Vivrelle bekerja sama dengan jaringan kurator global untuk memperkaya koleksi yang ditawarkan kepada anggota. Jaringan itu mencakup rumah lelang dan reseller, sehingga pilihan barang terus bertambah. Langkah ini membantu platform menjaga variasi produk agar tetap relevan bagi pelanggan kelas atas.

Selain menyewa, anggota juga memiliki opsi untuk membeli barang yang mereka sukai. Fitur ini berlaku juga dalam layanan Privée, sehingga item yang semula dipakai sementara dapat menjadi milik pribadi. Bagi pengguna, hal tersebut membuka jalur yang lebih mudah untuk memiliki tas incaran.

Dengan model tersebut, akses ke barang langka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada proses pembelian konvensional. Bahkan, peluang memiliki Birkin dapat terbuka tanpa harus melalui jalan panjang sebagai klien VIP butik. Inovasi ini memperlihatkan perubahan cara konsumen menikmati barang mewah di era digital.

Akses Privée masih terbatas

Meski menawarkan akses eksklusif, Privée tidak dibuka untuk umum. Saat ini, hanya member Vivrelle yang sudah ada yang berkesempatan menerima undangan. Seleksi keanggotaan sepenuhnya ditentukan oleh tim internal perusahaan.

Sistem undangan tersebut menjaga kesan eksklusif yang menjadi karakter utama layanan ini. Di sisi lain, pendekatan itu juga menciptakan rasa penasaran di kalangan calon pelanggan. Model terbatas seperti ini lazim digunakan dalam pasar luxury untuk mempertahankan citra premium.

Bagi anggota yang lolos seleksi, Privée menawarkan kesempatan menikmati tas dan aksesori kelas atas dengan cara yang lebih fleksibel. Layanan ini juga menjadi contoh bagaimana industri fashion mulai menggabungkan kepemilikan, penyewaan, dan pengalaman gaya hidup. Dalam konteks pasar premium, inovasi semacam ini berpotensi mengubah pola konsumsi barang mewah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!