Viral Curhat Dyalodya Soal Paket Retur COD

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 20:08 WIB 6
Viral Curhat Dyalodya Soal Paket Retur COD

Curhatan pemilik brand hijab lokal Dyalodya viral di media sosial setelah video yang menunjukkan tumpukan paket retur COD beredar luas. Dalam unggahan itu, pelaku usaha tersebut mengaku mengalami kerugian besar dalam satu pekan akibat paket yang ditolak pelanggan dan diduga disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Video yang diunggah di akun Instagram @dyalodya itu memperlihatkan gunungan paket berlabel COD yang kembali ke gudang. Pemilik usaha menilai praktik ini bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga mengganggu operasional dan berpotensi merusak reputasi merek.

Keluhan Dyalodya Soal COD

Dalam video tersebut, pemilik Dyalodya meluapkan kekecewaannya terhadap sistem Cash on Delivery yang menurutnya kerap disalahgunakan. Ia menyebut sejumlah paket kembali dengan kondisi tidak utuh, bahkan ada yang diduga telah dibongkar sebelum sampai ke tangan pelanggan.

Unggahan itu menampilkan paket berlabel COD yang menumpuk dan sebagian tampak rusak. Menurutnya, kondisi tersebut membuat bisnis harus menanggung biaya kirim, biaya retur, serta potensi kehilangan barang.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal pembeli yang membatalkan pesanan. Dalam pandangannya, ada praktik yang lebih serius karena paket yang kembali diduga sudah tidak sesuai dengan isi awal pengiriman.

Modus Barang Ditukar

Salah satu temuan yang paling disorot adalah paket yang diterima kembali dalam keadaan terbuka dan isinya sudah ditukar. Pemilik Dyalodya menyebut pernah menemukan barang tidak berharga di dalam paket yang seharusnya berisi pakaian.

Ia mencontohkan adanya isi paket berupa celana kolor bekas yang diduga sengaja dimasukkan setelah barang asli diambil. Kondisi itu membuat kerugian semakin besar karena produk yang dikirim tidak dapat dijual kembali.

Menurutnya, modus seperti ini menunjukkan adanya unsur penipuan yang terencana. Ia mengaku sakit hati karena usaha yang dibangun sejak lama justru dirugikan oleh tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Alamat Palsu dan Risiko

Dyalodya juga menyoroti modus baru yang dinilai lebih berbahaya karena menggunakan identitas toko secara palsu. Dalam penjelasannya, ada pihak yang mencantumkan nama atau alamat Dyalodya sebagai pengirim, padahal paket berasal dari toko lain yang tidak jelas identitasnya.

Skema itu dinilai dapat menjebak konsumen acak yang tidak pernah memesan barang. Jika paket COD dikirim ke alamat yang salah, penerima berisiko diminta membayar barang yang bukan pesanannya.

Ia mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati sebelum menerima paket COD. Menurutnya, konsumen perlu memastikan terlebih dahulu bahwa barang memang benar-benar dipesan dari toko yang bersangkutan.

Respons Warganet Soal Dyalodya

Unggahan curhat Dyalodya mendapat perhatian luas dari warganet dan telah ditonton lebih dari 54,4 ribu kali. Kolom komentar dipenuhi dukungan, simpati, dan keluhan serupa dari pengguna lain yang mengaku pernah mengalami kasus serupa.

Sejumlah warganet menilai data pelanggan bisa saja bocor dari berbagai pihak, mulai dari kurir hingga lingkungan internal. Ada pula yang meminta penjual mempertimbangkan untuk menonaktifkan fitur COD demi mengurangi risiko penipuan.

Di sisi lain, pemilik brand, Siti Zahra atau Zahra, menjelaskan bahwa videonya dibuat sebagai bentuk edukasi. Ia berharap masyarakat lebih waspada terhadap penyalahgunaan identitas toko dan tidak mudah menerima paket yang tidak pernah dipesan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!