UMKM Yogya Raup Omzet Rp 1 M dari Pasokan Susu MBG

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 22 Mei 2026 12:12 WIB 6
UMKM Yogya Raup Omzet Rp 1 M dari Pasokan Susu MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberi dampak nyata bagi pelaku usaha kecil, termasuk Sweet Sundae, UMKM pengolahan susu asal Yogyakarta. Perusahaan ini mengaku mampu meraup omzet hingga Rp 1 miliar dari pasokan susu untuk kebutuhan MBG sejak ditunjuk pada Februari 2025.

Owner sekaligus Co-founder Sweet Sundae, Yuki Rahmayanti, mengatakan saat ini ada lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah yang mengambil stok susu dari usahanya. Permintaan yang terus naik membuat perusahaan memperluas kapasitas produksi, termasuk dengan membangun peternakan sendiri.

MBG Dorong UMKM Susu

Sweet Sundae menjadi salah satu contoh UMKM yang terdorong naik kelas karena keterlibatannya dalam program MBG. Yuki menyebut, permintaan dari SPPG membuat arus produksi dan distribusi susu menjadi lebih teratur.

Menurut Yuki, setiap SPPG mengambil sekitar 12 ribu kemasan susu berukuran 100 mililiter dalam satu kali pengambilan. Dalam sepekan, masing-masing SPPG menerima dua kali suplai susu dari tempat usahanya di Yogyakarta.

Kondisi itu membuat permintaan susu meningkat tajam dan mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan kapasitas produksi. Bagi Sweet Sundae, peluang tersebut bukan hanya menambah omzet, tetapi juga memperluas pasar secara berkelanjutan.

Pasokan Menjangkau Jawa Tengah

Yuki mengatakan lima SPPG yang mengambil susu dari Sweet Sundae tersebar di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Wilayah tersebut meliputi Magelang, Purworejo, Cilacap, dan Semarang.

Pekan depan, perusahaan itu juga dijadwalkan memasok susu ke delapan SPPG tambahan. Penambahan mitra ini menunjukkan kebutuhan bahan pangan bergizi untuk program MBG masih terus bertumbuh.

Distribusi ke berbagai daerah tersebut menuntut manajemen logistik yang lebih rapi agar kualitas susu tetap terjaga. Karena itu, perusahaan menyiapkan alur pasok yang lebih disiplin sejak dari produksi hingga pengiriman.

Peternakan Sendiri Diperluas

Lonjakan kebutuhan susu membuat Sweet Sundae mengambil langkah strategis dengan membuka peternakan sendiri. Saat ini, perusahaan memelihara setidaknya 97 ekor sapi untuk mendukung kebutuhan produksi harian.

Dari peternakan itu, produksi susu mencapai sekitar 4,5 ton per hari. Kapasitas tersebut menjadi penopang utama agar pasokan ke SPPG tidak terganggu oleh kenaikan permintaan.

Langkah integrasi usaha ini juga menunjukkan bahwa program MBG dapat menciptakan efek berantai bagi rantai pasok pangan lokal. UMKM tidak hanya berperan sebagai pemasok, tetapi juga tumbuh menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri.

Selektif Pilih Mitra SPPG

Yuki bercerita, keterlibatan Sweet Sundae dalam pasokan MBG berawal dari tawaran sejumlah pihak SPPG yang datang langsung ke usahanya. Mereka menawarkan kerja sama untuk memasok susu plain atau susu murni untuk program tersebut.

Meski begitu, Yuki tidak langsung menerima setiap tawaran yang datang. Ia memilih bersikap selektif dalam menentukan SPPG yang akan menjadi mitra kerja sama.

Menurut dia, kehati-hatian diperlukan agar kualitas produk, kelancaran pembayaran, dan tata kelola distribusi tetap terjaga. Dengan cara itu, Sweet Sundae berharap dapat menjaga kepercayaan sekaligus mempertahankan pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.

Tag Terkait
#UMKM#MBG#susu

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!