UMKM Binaan Pertamina Raih Transaksi Ekspor Rp87 Miliar

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 25 Mei 2026 17:55 WIB 3
UMKM Binaan Pertamina Raih Transaksi Ekspor Rp87 Miliar

Pertamina mencatat capaian penting di Trade Expo Indonesia 2025 setelah salah satu UMKM binaannya, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, meneken kerja sama ekspor dengan perusahaan Jepang, Being Co Ltd. Nilai transaksi mencapai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar, dan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di hadapan Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman.

Kinerja tersebut menjadi sinyal bahwa produk olahan kakao Indonesia kian dilirik pasar global, terutama karena kualitas dan harga yang dianggap kompetitif. Pertamina berharap puluhan UMKM lain yang ikut dalam ajang itu dapat membuka peluang serupa dengan buyer internasional.

UMKM Ekspor Cokelat

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menilai kerja sama ini menunjukkan UMKM lokal mampu bersaing di pasar global. Ia mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk binaan daerah dapat menembus jaringan perdagangan internasional.

Fadjar juga menyebut PT Java Criollo Cokelat Indonesia merupakan produsen kakao dan cokelat yang dibina Pertamina. Menurut dia, nilai transaksi ekspor yang diraih perusahaan itu menjadi salah satu sorotan di TEI 2025.

Ia berharap 44 UMKM binaan Pertamina lainnya yang ikut pameran dapat menjajaki kesepakatan serupa. Menurutnya, ajang dagang seperti TEI menjadi pintu penting untuk memperluas pasar ekspor.

Minat Buyer Jepang

Dari pihak Jepang, Sakae Noda menyampaikan ketertarikan terhadap kualitas cokelat asal Indonesia. Ia menilai produk Java Criollo unggul dari sisi bahan baku dan harga yang masih terjangkau.

Sakae mengatakan produk tersebut dibuat secara alami, tanpa pupuk kimia, sehingga memiliki daya tarik tersendiri. Ia berharap konsumen Jepang dapat menikmati cokelat Indonesia yang dianggapnya memiliki mutu sangat baik.

Ketertarikan buyer Jepang itu memperkuat posisi cokelat Indonesia di pasar premium. Kerja sama ini juga membuka peluang distribusi yang lebih luas untuk produk olahan kakao nasional.

Bukti Daya Saing Lokal

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga produknya diterima di pasar internasional. Ia menyebut awalnya buyer memang mencari cokelat asal Indonesia dan kemudian menemukan nama perusahaannya.

Setelah melihat kualitas produk, pihak pembeli memutuskan menjalin kerja sama. Inge menilai pencapaian ini menjadi bukti bahwa kualitas, rasa, dan nilai yang dibawa UMKM Indonesia mampu bersaing.

Menurut Inge, keberhasilan ini bukan hanya penting bagi perusahaannya, tetapi juga bagi UMKM Indonesia secara umum. Ia menegaskan bahwa peluang ekspor akan semakin terbuka jika produk lokal konsisten menjaga mutu.

Langkah Lanjutan Pertamina

Pertamina membawa 44 UMKM binaan lain ke TEI 2025 untuk mencari peluang bisnis serupa. Perusahaan pelat merah itu menargetkan lebih banyak mitra internasional tertarik pada produk-produk lokal yang ditampilkan.

Ajang pameran dagang tersebut menjadi wadah pertemuan langsung antara pelaku UMKM dan buyer asing. Dalam konteks itu, transaksi Java Criollo menjadi contoh konkret dari potensi ekspor yang bisa dicapai.

Pertamina menilai dukungan pendampingan, promosi, dan akses pasar tetap dibutuhkan agar UMKM naik kelas. Dengan strategi yang tepat, lebih banyak produk Indonesia berpeluang masuk ke rantai pasok global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!