UMKM Binaan Pertamina Raih Kontrak Ekspor Rp87 Miliar di TEI 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 19:01 WIB 2
UMKM Binaan Pertamina Raih Kontrak Ekspor Rp87 Miliar di TEI 2025

Pertamina mencatat capaian penting dalam Trade Expo Indonesia 2025, setelah salah satu UMKM binaannya, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, meraih transaksi ekspor senilai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Java Criollo dan Being Co Ltd asal Jepang, serta disaksikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman.

Transaksi tersebut menjadi sinyal bahwa produk UMKM Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional, terutama pada sektor kakao dan cokelat. Pertamina berharap capaian ini dapat menjadi pintu bagi 44 UMKM binaan lain yang ikut serta dalam TEI 2025 untuk menjajaki kerja sama dengan buyer global.

Ekspor UMKM Binaan Pertamina

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut kerja sama ini sebagai bukti bahwa UMKM lokal mampu bersaing di pasar global. Ia menilai kualitas produk, konsistensi produksi, dan kesiapan bisnis menjadi faktor penting dalam menarik minat pembeli internasional.

Fadjar menjelaskan bahwa PT Java Criollo Cokelat Indonesia merupakan produsen kakao dan cokelat binaan Pertamina yang berhasil masuk radar buyer Jepang. Nilai transaksi yang mencapai US$ 5,2 juta menunjukkan potensi besar UMKM Indonesia jika mendapat pendampingan yang tepat.

Ia menambahkan, keikutsertaan puluhan UMKM binaan Pertamina di TEI 2025 diharapkan menghasilkan peluang serupa. Menurut dia, ajang perdagangan internasional menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar.

Minat Buyer Asal Jepang

Perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda, mengaku tertarik pada kualitas cokelat Indonesia yang dihasilkan Java Criollo. Ia menilai produk tersebut unggul dari sisi bahan baku dan harga, sehingga memiliki daya saing yang kuat di pasar Jepang.

Sakae mengatakan produk yang ditawarkan bersifat alami dan dibuat tanpa pupuk kimia. Menurut dia, karakter tersebut menjadi nilai tambah yang semakin dicari konsumen di Jepang.

Ia juga menyampaikan harapan agar masyarakat Jepang dapat menikmati cokelat asal Indonesia. Baginya, kualitas produk yang baik dengan harga terjangkau menjadi kombinasi yang menarik bagi pasar yang lebih luas.

Pencapaian Java Criollo

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga karena produknya diterima di pasar internasional. Ia menuturkan bahwa buyer awalnya mencari cokelat asal Indonesia, lalu menemukan nama perusahaannya dalam proses penjajakan bisnis.

Setelah melihat kualitas produk, pihak Jepang akhirnya mempercayakan kerja sama ekspor tersebut. Inge menilai pencapaian ini lahir dari proses panjang dalam menjaga mutu bahan baku dan konsistensi rasa.

Menurut Inge, keberhasilan ini bukan hanya penting bagi perusahaan, tetapi juga bagi UMKM Indonesia secara umum. Ia menegaskan bahwa penerimaan pasar global membuktikan produk lokal memiliki nilai yang layak bersaing di tingkat internasional.

Peluang UMKM di Pasar Global

Pertamina menilai capaian Java Criollo dapat menjadi contoh bagi UMKM binaan lain yang ingin menembus pasar ekspor. Kehadiran 44 UMKM lainnya di TEI 2025 menunjukkan bahwa peluang kerja sama dengan buyer internasional masih terbuka lebar.

Pameran dagang tersebut menjadi sarana penting bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring, memperkenalkan produk, dan menguji daya saing. Dalam konteks ini, dukungan korporasi dan pendampingan bisnis menjadi faktor yang memperbesar peluang sukses.

Jika lebih banyak UMKM mampu mengunci kontrak serupa, kontribusi sektor usaha kecil terhadap ekspor nasional akan semakin kuat. Capaian di TEI 2025 pun menegaskan bahwa produk lokal memiliki potensi besar untuk tumbuh di pasar dunia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!