UliMus, Camilan Bawang Goreng dari Dapur Rumah

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 12:27 WIB 5
UliMus, Camilan Bawang Goreng dari Dapur Rumah

Peluang usaha kerap lahir dari kebutuhan sederhana di rumah, dan hal itu dialami Romauli Sri Astuti Sitoris. Perempuan yang akrab disapa Uli ini membangun usaha bawang goreng crispy bernama UliMus pada 2022, setelah melihat respons positif dari sang anak yang semula tidak menyukai bawang goreng.

Inovasi camilan berbahan dasar bawang itu kemudian menjadi bekal rutin anaknya saat menempuh pendidikan di pondok pesantren di Parung pada awal 2020. Dari kebiasaan mengantar stok setiap bulan, Uli justru menemukan peluang bisnis yang berkembang menjadi sumber penghasilan keluarga.

Bisnis Bawang Goreng Crispy

Uli mengolah bawang goreng agar tidak hanya menjadi pelengkap makanan, tetapi juga camilan yang renyah dan menarik. Varian rasa seperti barbeque dan balado membuat produknya lebih mudah diterima oleh anak-anak maupun teman-teman di pesantren. Respons pasar yang positif itu memberi sinyal bahwa produk rumahan pun bisa punya nilai jual tinggi.

Setiap kali berkunjung ke pesantren, ia membawa stok dalam jumlah cukup banyak untuk dititipkan kepada sang anak. Cara itu membuat produk UliMus dikenal lebih luas dari mulut ke mulut. Dari sana, penjualan mulai bergerak secara konsisten dan memberi tambahan cuan bagi keluarga.

Keunikan utama usaha ini terletak pada fungsinya yang ganda, yakni sebagai camilan sekaligus taburan makanan. Konsep sederhana tersebut menjadikan UliMus berbeda dari bawang goreng pada umumnya. Dengan pendekatan itu, Uli berhasil mengubah bahan dapur yang biasa menjadi produk bernilai ekonomi.

Awal Bawang Goreng Rumahan

Ketertarikan Uli pada usaha bawang goreng muncul setelah melihat anaknya akhirnya menyukai produk buatannya. Dari situ, ia menyadari bahwa olahan sederhana bisa memiliki daya tarik bila dikemas dengan tepat. Pengalaman itu menjadi titik awal lahirnya ide bisnis yang lebih serius.

Usaha tersebut mulanya dijalankan secara kecil-kecilan di rumah dengan dukungan penuh dari suami. Kondisi keluarga saat itu juga mendorong Uli untuk mencari sumber penghasilan tambahan. Keputusan itu diambil ketika usaha sang suami terdampak pandemi dan mengalami kebangkrutan.

Bagi Uli, menjalankan bisnis dari rumah bukan hanya soal bertahan, tetapi juga soal membaca peluang. Ia melihat ada kebutuhan pasar terhadap produk camilan yang praktis dan enak. Karena itu, bawang goreng crispy yang ia buat terus dikembangkan agar memiliki ciri khas.

Modal Bawang Goreng Terbatas

Modal awal Uli untuk memulai usaha terbilang sangat kecil, yakni kurang dari Rp 500 ribu. Dengan dana terbatas, ia tetap berani mencoba dan mengelola produksi secara sederhana. Keterbatasan itu tidak menghalanginya untuk terus bergerak.

Seiring waktu, usaha yang dirintis dari dapur rumah itu mulai tumbuh dan dikenal lebih luas. Pada 2022, Uli resmi memiliki legalitas usaha dengan nama UliMus. Legalitas tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Nama UliMus sendiri diambil dari gabungan nama Uli dan Mustofa, suaminya. Penamaan itu menjadi simbol kerja sama keluarga dalam membangun usaha. Dari identitas sederhana tersebut, Uli menegaskan bahwa bisnis rumahan pun bisa berkembang secara profesional.

Dukungan Bawang Goreng BRI

Perjalanan UliMus turut didukung melalui pembinaan Rumah BUMN BRI. Pendampingan seperti ini membantu pelaku UMKM memahami pentingnya pengembangan usaha, termasuk dari sisi pemasaran dan legalitas. Dukungan tersebut menjadi dorongan tambahan bagi Uli untuk terus melangkah.

Keikutsertaan dalam ekosistem pembinaan UMKM memberi ruang bagi Uli untuk memperluas jejaring. Ia juga dapat belajar dari pelaku usaha lain yang menghadapi tantangan serupa. Situasi itu membuat pengembangan bisnis menjadi lebih terarah.

Kisah Uli menunjukkan bahwa peluang usaha dapat lahir dari keseharian yang tampak biasa. Dari bawang goreng untuk anak, ia membangun produk yang mampu menghasilkan pendapatan. Cerita ini menjadi contoh bahwa ketekunan, dukungan keluarga, dan keberanian mencoba bisa mengubah ide sederhana menjadi bisnis berdaya saing.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!