Ubi Ungu Kembali Populer, Ahli Gizi Soroti Manfaatnya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 13:19 WIB 5
Ubi Ungu Kembali Populer, Ahli Gizi Soroti Manfaatnya

Olahan ubi kembali populer di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi dengan cream cheese dan aneka topping kekinian. Di tengah tren itu, dokter gizi menyarankan masyarakat memilih ubi ungu sebagai opsi yang lebih bernilai gizi. Kandungan antosianin di dalamnya menjadi alasan utama mengapa ubi ini dinilai menarik untuk dikonsumsi.

Dokter spesialis gizi klinik dr. Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa warna ungu pada ubi berasal dari antosianin. Pigmen alami tersebut juga banyak ditemukan pada blueberry dan anggur ungu. Menurutnya, pilihan ubi ungu dapat memberi keuntungan tambahan bagi kesehatan, terutama bila diolah dengan bijak.

Ubi Ungu dan Antosianin

Dr. Tjandra menyebut ubi ungu sebagai jenis ubi yang paling direkomendasikan. Alasannya, ubi ini mengandung antosianin dalam jumlah cukup tinggi. Senyawa tersebut dikenal sebagai pigmen alami yang juga memiliki kandungan flavonoid dan polifenol.

Dalam penjelasannya, antosianin disebut bersifat anti-peradangan. Senyawa ini juga kerap dikaitkan dengan aktivitas antioksidan. Karena itu, ubi ungu dipandang memiliki nilai tambah dibanding jenis ubi lainnya.

Temuan dalam ulasan yang dipublikasikan di jurnal Molecules pada 2019 turut memperkuat hal tersebut. Kandungan antosianin pada ubi ungu dilaporkan dapat mencapai sekitar 218 hingga 244 miligram per 100 gram, tergantung varietas dan metode pengolahannya. Angka itu menunjukkan potensi gizi yang cukup menonjol pada bahan pangan ini.

Selain antosianin, ubi ungu juga sering dinilai menarik karena tampilannya yang mencolok. Warna alami tersebut membuatnya populer di berbagai sajian modern. Namun, nilai gizi utamanya tetap berasal dari kandungan senyawa bioaktif di dalam umbinya.

Manfaat Ubi Ungu

Menurut dr. Tjandra, kandungan antosianin pada ubi ungu dapat bermanfaat bagi orang yang berisiko mengalami penyakit tidak menular. Kondisi yang dimaksud antara lain diabetes dan hipertensi. Manfaat ini berkaitan dengan sifat antioksidan dan anti-peradangan dari antosianin.

Ia menilai makanan seperti ubi ungu dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat. Pilihan ini bisa membantu masyarakat menjaga asupan yang lebih seimbang. Terutama bagi mereka yang mulai memperhatikan risiko penyakit metabolik.

Meski demikian, ubi ungu tidak dapat dipandang sebagai obat. Manfaatnya tetap bergantung pada pola konsumsi secara keseluruhan. Karena itu, pengaturan menu harian tetap menjadi kunci utama.

Dengan pengolahan yang tepat, ubi ungu dapat menjadi sumber karbohidrat yang menarik. Bahan pangan ini juga mudah disesuaikan dengan berbagai hidangan. Hal tersebut membuatnya relevan untuk dikonsumsi dalam menu keluarga.

Peran Gaya Olah

Dr. Tjandra mengingatkan bahwa manfaat ubi bisa berkurang jika diberi topping tinggi gula dan lemak jenuh secara berlebihan. Penambahan semacam itu dapat mengubah olahan sederhana menjadi makanan yang kurang sehat. Karena itu, cara penyajian perlu diperhatikan sejak awal.

Ia menekankan pentingnya memilih topping secara bijak. Krim manis, saus gula, dan bahan tinggi lemak sebaiknya dibatasi. Jika tidak, keunggulan gizi dari ubi ungu dapat tertutupi oleh tambahan kalori berlebih.

Porsi juga menjadi faktor penting dalam konsumsi olahan ubi. Meskipun bahan dasarnya baik, asupan yang berlebihan tetap tidak disarankan. Pengendalian porsi membantu menjaga manfaat tanpa menambah beban kalori yang tidak perlu.

Masyarakat disarankan menyesuaikan olahan ubi dengan kebutuhan masing-masing. Sajian yang sederhana umumnya lebih aman untuk rutinitas harian. Dengan demikian, ubi ungu tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan keseimbangan gizi.

Tips Sajian Lebih Sehat

Olahan ubi ungu bisa dibuat lebih sehat dengan tambahan yang sederhana. Misalnya, menggunakan topping buah segar atau kacang dalam jumlah terbatas. Pilihan seperti ini lebih ramah bagi orang yang ingin menjaga pola makan.

Metode memasak juga berpengaruh pada kualitas akhir sajian. Ubi yang dipanggang atau dikukus umumnya lebih disarankan dibanding diolah dengan banyak gula. Cara ini membantu mempertahankan cita rasa alami ubi ungu.

Di tengah tren makanan viral, masyarakat tetap perlu membaca komposisi bahan tambahan. Sajian yang tampak menarik belum tentu baik jika kandungan gulanya tinggi. Kebiasaan memperhatikan label dan porsi akan membantu menjaga kesehatan.

Dengan pengolahan yang tepat, ubi ungu dapat menjadi menu yang lezat sekaligus bernilai gizi. Kandungan antosianinnya membuat bahan pangan ini layak dipertimbangkan dalam pola makan seimbang. Tren media sosial pun bisa dimanfaatkan untuk mendorong pilihan yang lebih sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!