Olahan ubi kembali populer di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi cream cheese dengan berbagai topping kekinian. Di tengah tren itu, dokter gizi menyarankan masyarakat memilih ubi ungu sebagai salah satu opsi yang lebih baik untuk kesehatan.
Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, mengatakan ubi ungu mengandung antosianin yang cukup tinggi. Zat alami berwarna ungu ini dikenal memiliki potensi antioksidan dan anti-inflamasi yang bermanfaat bagi tubuh.
Manfaat Ubi Ungu
Menurut dr Tjandra, ubi ungu layak direkomendasikan karena kandungan antosianinnya cukup tinggi. Antosianin merupakan zat warna alami yang kaya flavonoid dan polifenol.
Senyawa tersebut diketahui memiliki sifat anti-peradangan yang mendukung kesehatan tubuh. Karena itu, ubi ungu dinilai lebih unggul dibanding beberapa jenis ubi lain.
Selain memberi warna menarik, ubi ungu juga dapat menjadi pilihan camilan yang lebih bernilai gizi. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada cara pengolahan dan bahan tambahan yang digunakan.
Kandungan Antosianin Ubi
Riviu yang dipublikasikan dalam jurnal Molecules pada 2019 menyebut kandungan antosianin ubi ungu dapat mencapai sekitar 218-244 mg per 100 gram. Angka itu bergantung pada varietas ubi serta metode pengolahannya.
Antosianin juga sering dikaitkan dengan aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan. Dalam konteks tertentu, senyawa ini turut berhubungan dengan potensi manfaat bagi kesehatan metabolik.
Warna ungu pada ubi berasal dari pigmen alami yang juga ditemukan pada blueberry dan anggur ungu. Karena itu, ubi ungu kerap dianggap sebagai bahan pangan yang menarik sekaligus bernilai kesehatan.
Relevan untuk Diabetes
Dr Tjandra menjelaskan kandungan pada ubi ungu dapat bermanfaat bagi orang yang berisiko mengalami penyakit tidak menular. Kelompok tersebut mencakup penderita atau kelompok berisiko diabetes dan hipertensi.
Asupan yang tepat dapat membantu masyarakat tetap menikmati olahan ubi tanpa mengabaikan aspek kesehatan. Dalam pola makan seimbang, ubi ungu bisa menjadi sumber karbohidrat yang lebih bijak dipilih.
Meski demikian, manfaatnya tidak bisa disamaratakan untuk semua bentuk olahan. Cara konsumsi tetap menjadi faktor penting yang menentukan nilai gizi akhir dari ubi ungu.
Bijak Memilih Topping
Manfaat ubi ungu dapat berkurang jika ditambahkan topping tinggi gula dan lemak jenuh secara berlebihan. Karena itu, masyarakat disarankan lebih selektif saat memilih pelengkap pada olahan ubi viral.
Topping seperti krim manis, keju berlebihan, atau saus tinggi gula dapat menambah kalori secara signifikan. Jika dikonsumsi terlalu sering, kondisi ini dapat mengurangi keuntungan kesehatan dari ubi itu sendiri.
Dr Tjandra mengimbau agar masyarakat tetap memperhatikan porsi saat menyantap olahan ubi. Pilihan topping yang sederhana dan porsi yang terkontrol akan membuat ubi ungu tetap nikmat sekaligus lebih sehat.
