Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 18:45 WIB 2
Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Olahan ubi kembali ramai di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi dengan cream cheese dan aneka topping kekinian. Di tengah tren itu, dokter gizi menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan ubi ungu sebagai pilihan yang lebih menyehatkan.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa ubi ungu memiliki kandungan antosianin yang cukup tinggi. Zat alami ini memberi warna ungu pada ubi sekaligus dikaitkan dengan manfaat antioksidan dan anti-inflamasi.

Manfaat ubi ungu untuk kesehatan

Menurut dr Tjandra, ubi ungu dapat menjadi opsi yang baik karena kandungan antosianinnya relatif tinggi. Senyawa ini dikenal sebagai pigmen alami yang juga banyak ditemukan pada blueberry dan anggur ungu.

Antosianin merupakan zat warna alami yang mengandung banyak flavonoid dan polifenol. Kandungan tersebut memiliki sifat anti-peradangan yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh.

Sejumlah tinjauan ilmiah juga mencatat bahwa ubi ungu memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Sifat ini membuatnya menarik sebagai bagian dari pola makan sehat sehari-hari.

kandungan antosianin yang menonjol

Dalam review yang dipublikasikan di jurnal Molecules pada 2019, kandungan antosianin pada ubi ungu dilaporkan dapat mencapai sekitar 218 hingga 244 mg per 100 gram. Jumlah tersebut dapat berbeda tergantung varietas dan metode pengolahan.

Warna ungu pada ubi berasal dari pigmen alami antosianin. Pigmen ini tidak hanya memberi tampilan menarik, tetapi juga sering dikaitkan dengan manfaat fungsional bagi tubuh.

Karena kandungan tersebut, ubi ungu kerap dipandang sebagai bahan pangan yang lebih bernilai dibandingkan variasi ubi lain yang minim pigmen. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada cara penyajian dan bahan tambahan yang digunakan.

Dukungan bagi risiko penyakit

dr Tjandra menyebut ubi ungu bermanfaat bagi orang yang berisiko mengalami penyakit tidak menular. Kelompok ini antara lain mencakup penderita atau calon penderita diabetes dan hipertensi.

Manfaat itu berkaitan dengan peran antosianin sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Dalam konteks gizi, bahan pangan seperti ini dapat membantu mendukung pola makan yang lebih seimbang.

Meski demikian, konsumsi ubi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Pilihan bahan yang sehat akan lebih optimal jika didukung pola hidup yang baik.

Perhatikan topping dan porsi

Meski ubi ungu memiliki potensi manfaat, nilai gizinya bisa menurun jika ditambah topping tinggi gula dan lemak jenuh secara berlebihan. Kondisi ini sering terjadi pada olahan ubi viral yang tampilannya dibuat semakin menarik.

dr Tjandra menekankan pentingnya bijak memilih tambahan topping. Masyarakat juga perlu memperhatikan porsi agar asupan kalori tidak berlebihan.

Dengan pengolahan yang sederhana, ubi ungu dapat menjadi camilan yang lebih aman dan tetap lezat. Pilihan ini dinilai lebih sejalan dengan gaya hidup sehat di tengah maraknya tren makanan viral.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!