Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Lifestyle Clara Monica 22 Mei 2026 07:17 WIB 8
Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Olahan ubi kembali naik daun di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi cream cheese dengan berbagai topping kekinian. Di tengah tren tersebut, dokter gizi menyarankan masyarakat memilih ubi ungu karena dinilai memiliki kandungan antosianin yang tinggi.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa warna ungu pada ubi berasal dari antosianin, yakni pigmen alami yang juga ditemukan pada blueberry dan anggur ungu. Kandungan itu dikaitkan dengan manfaat antioksidan dan anti-peradangan yang berpotensi mendukung kesehatan metabolik.

Ubi Ungu dan Antosianin

Dr Tjandraningrum menyebut ubi ungu sebagai jenis ubi yang paling direkomendasikan. Menurutnya, kandungan antosianin pada ubi ungu tergolong tinggi dibandingkan beberapa jenis ubi lain.

Antosianin merupakan zat warna alami yang mengandung flavonoid dan polifenol. Senyawa ini dikenal memiliki sifat anti-peradangan yang bermanfaat bagi tubuh.

Dalam tinjauan yang dipublikasikan di jurnal Molecules tahun 2019, kadar antosianin pada ubi ungu dilaporkan mencapai sekitar 218 hingga 244 mg per 100 gram. Jumlah tersebut dapat berbeda tergantung varietas dan metode pengolahan.

Selain memberi warna khas, antosianin juga menjadi alasan utama ubi ungu dianggap lebih unggul secara gizi. Karena itu, olahan ini kerap dipilih sebagai alternatif camilan yang lebih bernilai kesehatan.

Manfaat untuk Kesehatan

Menurut dr Tjandra, kandungan antosianin dapat membantu kelompok yang berisiko mengalami penyakit tidak menular. Di antaranya adalah diabetes dan hipertensi.

Manfaat tersebut berkaitan dengan aktivitas antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif. Zat ini juga dinilai mendukung respons anti-peradangan dalam tubuh.

Meski demikian, ubi ungu bukan makanan yang dapat menyelesaikan masalah kesehatan secara instan. Manfaatnya akan lebih optimal bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Pilihan olahan juga ikut menentukan kualitas gizinya. Semakin sederhana pengolahannya, semakin besar peluang manfaat alaminya tetap terjaga.

Peran dalam Gizi Sehari-hari

Ubi ungu dapat menjadi sumber karbohidrat yang mengenyangkan sekaligus memberi variasi menu harian. Kandungan seratnya juga dapat membantu rasa kenyang lebih lama.

Dalam konteks gaya hidup sehat, ubi ungu bisa menjadi pengganti camilan tinggi kalori. Pilihan ini lebih baik dibandingkan makanan olahan yang banyak gula tambahan.

Kehadiran ubi ungu juga sejalan dengan tren masyarakat yang mulai memperhatikan bahan pangan alami. Hal ini membuatnya relevan sebagai menu sehat yang tetap mengikuti selera masa kini.

Namun, manfaat itu tetap bergantung pada porsi dan cara penyajian. Konsumsi yang tepat akan lebih mendukung tujuan menjaga kesehatan tubuh.

Batasi Topping Berlebihan

Dr Tjandra mengingatkan bahwa manfaat ubi dapat berkurang jika ditambah topping tinggi gula dan lemak jenuh secara berlebihan. Kondisi itu membuat olahan ubi berubah menjadi lebih padat kalori.

Topping seperti krim manis, keju berlebihan, atau sirup gula dapat menurunkan nilai kesehatan makanan. Jika dikonsumsi terlalu sering, pilihan ini justru dapat memicu asupan energi yang tidak terkontrol.

Karena itu, masyarakat disarankan lebih bijak saat memilih tambahan pada olahan ubi yang sedang viral. Porsi yang wajar menjadi kunci agar camilan tetap seimbang.

Dengan pengolahan sederhana, ubi ungu dapat menjadi pilihan camilan yang lebih sehat. Tren makanan kekinian pun tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan prinsip gizi seimbang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!