Ubi Ungu Dinilai Lebih Bermanfaat untuk Kesehatan

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 00:35 WIB 7
Ubi Ungu Dinilai Lebih Bermanfaat untuk Kesehatan

Olahan ubi kembali naik daun di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi dengan topping cream cheese. Di tengah tren tersebut, dokter gizi menyarankan masyarakat memilih ubi ungu sebagai salah satu opsi yang lebih bernilai bagi kesehatan. Pilihan itu dinilai menarik karena ubi ungu memiliki kandungan antosianin yang tinggi. Zat alami ini dikenal berperan sebagai antioksidan dan anti-inflamasi.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa warna ungu pada ubi berasal dari antosianin. Senyawa ini juga banyak ditemukan pada blueberry dan anggur ungu. Menurutnya, ubi ungu dapat menjadi alternatif yang baik dibanding jenis ubi lain. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada cara pengolahan dan tambahan topping yang digunakan.

Nilai Gizi Ubi Ungu

Dr Tjandra menyebut ubi ungu direkomendasikan karena kandungan antosianinnya cukup tinggi. Antosianin adalah zat warna alami yang mengandung flavonoid dan polifenol. Kedua senyawa itu diketahui memiliki sifat anti-peradangan. Karena itu, ubi ungu sering dipandang lebih unggul dari sisi gizi.

Ragam penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan antosianin pada ubi ungu bisa bervariasi. Dalam ulasan yang dipublikasikan di jurnal Molecules pada 2019, kadarnya dilaporkan mencapai 218 hingga 244 mg per 100 gram. Perbedaan itu dipengaruhi varietas dan metode pengolahan. Artinya, cara memasak dapat memengaruhi kualitas manfaatnya.

Selain antosianin, ubi ungu tetap termasuk sumber karbohidrat yang memberi energi. Kandungan seratnya juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini membuat ubi ungu cocok dikonsumsi sebagai bagian dari menu seimbang. Meski begitu, porsi tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.

Menurut dr Tjandra, kandungan antioksidan dalam ubi ungu memberi nilai tambah bagi tubuh. Antioksidan berperan membantu melawan stres oksidatif yang dapat memicu gangguan kesehatan. Karena itu, ubi ungu kerap dianggap lebih baik untuk konsumsi harian dalam jumlah wajar. Pemilihan bahan yang sederhana menjadi kunci agar manfaatnya tetap optimal.

Manfaat bagi Metabolik

Dr Tjandra menilai ubi ungu bermanfaat bagi orang yang berisiko mengalami penyakit tidak menular. Contohnya adalah diabetes dan hipertensi yang banyak dipengaruhi pola makan. Kandungan antosianin dinilai mendukung kesehatan metabolik. Dengan demikian, ubi ungu bisa menjadi pilihan pangan yang lebih bijak.

Penelitian tentang antosianin menunjukkan hubungan dengan aktivitas antioksidan dan anti-peradangan. Dua efek ini penting karena dapat membantu menjaga fungsi tubuh dalam jangka panjang. Pada kelompok berisiko, asupan pangan dengan kandungan senyawa bioaktif menjadi semakin relevan. Ubi ungu pun masuk dalam kategori tersebut.

Meski demikian, manfaat pangan tidak dapat dipisahkan dari pola konsumsi secara keseluruhan. Ubi ungu tidak otomatis sehat jika disajikan dengan bahan tambahan yang kurang tepat. Gula berlebih dan lemak jenuh dapat menurunkan nilai gizinya. Karena itu, cara penyajian perlu menjadi perhatian utama.

Dalam konteks gaya hidup sehat, ubi ungu dapat dijadikan pengganti camilan tinggi kalori. Olahan sederhana seperti dikukus atau dipanggang biasanya lebih disarankan. Cara ini membantu mempertahankan kandungan gizinya tanpa menambah banyak bahan lain. Hasilnya, konsumsi tetap lezat sekaligus lebih terkontrol.

Pentingnya Cara Olah

Dr Tjandra mengingatkan bahwa manfaat ubi dapat berkurang apabila ditambah topping secara berlebihan. Topping tinggi gula, krim, atau lemak jenuh berpotensi mengubah olahan sehat menjadi makanan tinggi kalori. Kondisi ini sering terjadi pada tren makanan viral. Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat sebelum mengonsumsinya.

Pengolahan sederhana menjadi pilihan yang paling aman untuk menjaga mutu gizi. Ubi yang dipanggang atau dikukus umumnya tidak membutuhkan banyak tambahan bahan. Dengan begitu, kandungan alaminya lebih terjaga. Rasa manis alami ubi juga sudah cukup untuk sebagian orang.

Jika ingin menambahkan topping, pilihan yang lebih ringan sebaiknya diutamakan. Misalnya, potongan buah, yogurt tanpa gula, atau sedikit kacang. Pilihan tersebut lebih sejalan dengan pola makan sehat. Selain enak, komposisinya juga lebih seimbang.

Kontrol porsi tetap penting meski bahan yang digunakan tergolong sehat. Ubi tetap menyumbang kalori dan karbohidrat yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Konsumsi berlebihan tetap dapat berdampak pada berat badan. Karena itu, keseimbangan menjadi prinsip utama.

Pilihan Sehari hari

Popularitas ubi di media sosial menunjukkan bahwa makanan tradisional masih bisa mengikuti tren. Namun, pilihan terbaik tetap bergantung pada kandungan gizi dan cara penyajiannya. Dalam hal ini, ubi ungu memiliki keunggulan karena antosianinnya. Keunggulan tersebut membuatnya layak dipertimbangkan sebagai menu harian.

Untuk masyarakat yang ingin hidup lebih sehat, ubi ungu dapat menjadi alternatif camilan yang praktis. Bahan ini mudah ditemukan dan relatif mudah diolah. Selain itu, rasanya cukup fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai menu. Hal tersebut membuat ubi ungu cocok untuk banyak kalangan.

Meski demikian, konsumsi ubi ungu bukan pengganti pola makan yang seimbang secara keseluruhan. Asupan sayur, buah, protein, dan cairan tetap harus dijaga. Ubi ungu hanya menjadi salah satu komponen pendukung. Dengan kombinasi yang tepat, manfaatnya dapat lebih maksimal.

Pilihan pangan yang cerdas dapat membantu mencegah risiko penyakit tidak menular sejak dini. Ubi ungu menawarkan manfaat gizi, antioksidan, dan rasa yang tetap disukai banyak orang. Kuncinya ada pada cara olah dan porsi yang tepat. Dengan begitu, tren makanan viral bisa tetap sejalan dengan kesehatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!