Ubi Cream Cheese Viral, Dokter Ingatkan Bahaya Gosong

Lifestyle Clara Monica 25 Mei 2026 13:42 WIB 4
Ubi Cream Cheese Viral, Dokter Ingatkan Bahaya Gosong

Ubi cream cheese panggang tengah menjadi camilan yang ramai dibicarakan di media sosial karena aroma smoky dan warna kecokelatannya dianggap lebih menggugah selera. Di tengah tren tersebut, dokter mengingatkan bahwa makanan ini tetap perlu diolah dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menegaskan ubi pada dasarnya aman dikonsumsi selama tidak ditambah banyak kalori dari proses memasak. Namun, ia menyoroti kebiasaan membakar ubi hingga terlalu gosong, karena bagian yang kehitaman berpotensi mengandung akrilamid.

Ubi Bakar Sehat

Ubi termasuk bahan pangan yang relatif sehat, terutama bila diolah tanpa tambahan lemak berlebih. Karena itu, ubi cream cheese sering dipandang lebih baik dibanding dessert berbahan tepung. Meski demikian, manfaat tersebut dapat berkurang jika proses memasaknya tidak diperhatikan. Pilihan topping juga perlu dijaga agar tidak membuat kalori melonjak.

Menurut dr Tjandra, cara memasak ubi sebenarnya cukup beragam dan tetap aman. Ubi bisa diolah dengan oven, dikukus, atau dibakar di atas arang. Yang menjadi perhatian utama adalah tambahan bahan dan tingkat kematangan saat dipanggang. Semakin sederhana prosesnya, semakin kecil pula risiko kalori berlebih.

Ia menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada ubi itu sendiri, melainkan pada cara pengolahannya. Bila ubi digoreng, maka kandungan kalori akan bertambah lebih tinggi. Sebaliknya, metode panggang atau kukus cenderung lebih aman untuk konsumsi harian. Karena itu, pilihan teknik memasak menjadi faktor penting.

Tren ubi cream cheese tetap dapat dinikmati sebagai camilan, selama porsinya tidak berlebihan. Masyarakat juga perlu menyesuaikan topping dengan kebutuhan gizi masing-masing. Jika penggunaan keju atau pemanis terlalu banyak, nilai sehatnya bisa menurun. Dengan pengolahan yang tepat, ubi bakar masih bisa menjadi pilihan yang lebih bijak.

Risiko Akrilamid

Dr Tjandra mengingatkan agar proses pembakaran tidak membuat permukaan ubi menjadi gosong. Bagian yang hitam dan terlalu kering sebaiknya dihindari karena berkaitan dengan peningkatan risiko kanker. Pada kondisi tertentu, bagian tersebut dapat mengandung akrilamid yang cukup tinggi. Zat ini terbentuk saat makanan berkarbohidrat dipanaskan pada suhu tinggi.

Akrilamid muncul ketika gula alami dan asam amino dalam makanan bereaksi saat proses pemanasan. Karena ubi mengandung karbohidrat, risiko pembentukan zat ini perlu diperhatikan. Semakin lama dan semakin tinggi panas pembakaran, peluang bagian permukaan menjadi terlalu hitam semakin besar. Itulah sebabnya tingkat kematangan harus dijaga.

Ia menyebut, konsumsi ubi yang sedikit gosong sesekali mungkin tidak langsung menimbulkan masalah. Namun, kebiasaan makan bagian yang hangus dalam jumlah banyak sebaiknya tidak diteruskan. Risiko akan semakin relevan bila konsumsi tersebut berlangsung rutin. Karena itu, kehati-hatian tetap diperlukan meski camilan ini sedang populer.

Masyarakat perlu membedakan antara efek smoky yang diinginkan dan bagian yang benar-benar terbakar. Aroma panggang tidak selalu identik dengan kondisi aman bila permukaannya sudah menghitam. Pemantauan visual saat memasak menjadi langkah sederhana untuk mencegah risiko. Dengan cara ini, ubi tetap lezat tanpa perlu terlalu gosong.

Cara Memasak Aman

Untuk mendapatkan ubi bakar yang aman, suhu dan waktu memasak harus dikendalikan. Ubi sebaiknya dipanaskan hingga matang merata, tetapi tidak sampai bagian luar terbakar berlebihan. Bila memakai oven, periksa warna permukaan secara berkala. Langkah ini membantu mencegah terbentuknya bagian yang terlalu kehitaman.

Pemilihan metode juga berpengaruh terhadap hasil akhir. Mengukus bisa menjadi alternatif yang lebih lembut dan minim risiko gosong. Sementara itu, memanggang tetap boleh dilakukan bila pengawasan dilakukan dengan baik. Penggunaan api langsung perlu lebih hati-hati karena lebih mudah membuat permukaan cepat hangus.

Dr Tjandra menilai cara memasak yang sederhana lebih sesuai untuk menjaga manfaat ubi. Menambahkan minyak, mentega, atau gula berlebihan justru akan menambah kalori. Akibatnya, camilan yang semula dianggap lebih sehat bisa berubah menjadi tinggi energi. Karena itu, komposisi bahan perlu dihitung secara proporsional.

Selain itu, ukuran potongan ubi juga dapat memengaruhi tingkat kematangan. Potongan yang terlalu kecil lebih cepat kering dan rentan gosong. Sebaliknya, potongan yang seragam akan matang lebih merata. Dengan pengaturan yang tepat, rasa dan keamanan dapat berjalan beriringan.

Tips Konsumsi Bijak

Masyarakat disarankan tidak menjadikan ubi cream cheese sebagai satu-satunya camilan harian. Variasi makanan tetap diperlukan agar asupan gizi lebih seimbang. Ubi memang mengenyangkan, tetapi topping tinggi lemak bisa mengubah profil gizinya. Karena itu, porsi kecil lebih dianjurkan.

Pemilihan topping juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Cream cheese, susu kental manis, atau tambahan gula dapat meningkatkan kalori secara signifikan. Jika ingin lebih sehat, topping bisa dibuat lebih ringan dan tidak terlalu manis. Cara ini membantu menjaga camilan tetap nikmat tanpa kehilangan nilai gizi.

Selain memperhatikan bahan, konsumen juga perlu peka terhadap kondisi fisik ubi saat disantap. Bagian yang hitam sebaiknya dipisahkan sebelum dimakan bila terlihat terlalu gosong. Bila permukaannya banyak yang menghitam, lebih baik tidak dikonsumsi berlebihan. Kehati-hatian sederhana seperti ini dapat mengurangi paparan zat yang tidak diinginkan.

Tren makanan viral sering membuat orang lupa pada aspek keamanan pangan. Padahal, rasa enak dan tampilan menarik tidak selalu menjamin proses masaknya tepat. Ubi cream cheese tetap bisa dinikmati, asalkan tidak dibakar sampai hangus. Dengan pola konsumsi yang bijak, camilan viral ini tetap bisa masuk dalam pilihan yang lebih aman.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!