Banyak orang mengeluhkan tubuh tetap terasa lelah meski sudah tidur delapan jam penuh. Kondisi ini mendorong dokter spesialis penyakit dalam, Dr. Saundra Dalton-Smith, meneliti penyebab rasa lelah yang tak selalu berkaitan dengan kurang tidur.
Melalui pengalamannya menangani pasien, Dr. Dalton-Smith menemukan bahwa kelelahan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari fisik hingga emosional. Dalam buku Sacred Rest yang terbit pada 2017, ia menjelaskan tujuh jenis istirahat yang dapat membantu tubuh dan pikiran pulih sesuai kebutuhan.
Istirahat fisik dan mental
Istirahat fisik tidak selalu berarti tidur lebih lama. Menurut Dr. Dalton-Smith, tubuh juga membutuhkan jeda melalui aktivitas ringan yang membantu meredakan ketegangan.
Yoga, stretching, dan terapi pijat dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan kebugaran. Aktivitas tersebut membantu melancarkan aliran darah sekaligus mengurangi stres pada otot.
Sementara itu, istirahat mental dibutuhkan ketika pikiran terasa penuh dan sulit fokus. Menulis jurnal sebelum tidur dapat membantu meredakan beban pikiran dan memberi ruang bagi otak untuk tenang.
Istirahat spiritual dan emosional
Istirahat spiritual berkaitan dengan kebutuhan batin yang berbeda pada setiap orang. Saat merasa tidak tenang, seseorang dapat mendekatkan diri melalui ibadah, doa, atau kegiatan yang selaras dengan keyakinannya.
Berada dalam komunitas keagamaan juga bisa memberi rasa damai dan memperkuat makna hidup. Bagi sebagian orang, kebiasaan berbagi kepada sesama menjadi cara lain untuk memulihkan sisi spiritual.
Istirahat emosional diperlukan ketika seseorang merasa lelah karena harus terus tampil ramah atau menahan perasaan. Bersikap jujur terhadap diri sendiri, berbicara dengan orang tepercaya, atau berkonsultasi dengan terapis dapat membantu emosi lebih seimbang.
Istirahat sensorik dan sosial
Istirahat sensorik penting saat tubuh dan pikiran terlalu lama terpapar gadget, suara, atau rangsangan visual. Kondisi ini sering membuat otak tetap aktif meski seseorang sedang tidak melakukan pekerjaan berat.
Memberi waktu sejenak untuk berada di ruangan tenang dapat membantu indera beristirahat. Menutup mata dan diam beberapa menit bisa menjadi cara sederhana untuk memulihkan fokus.
Di sisi lain, istirahat sosial dibutuhkan ketika interaksi yang terlalu padat membuat seseorang merasa terkuras. Mengatur ulang jadwal dan lebih banyak meluangkan waktu bersama orang terdekat dapat membantu menjaga energi sosial tetap stabil.
Istirahat kreatif dan seimbang
Istirahat kreatif dibutuhkan saat seseorang kesulitan berpikir jernih atau memecahkan masalah. Kondisi ini sering muncul ketika otak dipaksa terus menghasilkan ide tanpa jeda yang memadai.
Melakukan aktivitas artistik seperti mengunjungi museum atau menonton pertunjukan musik dapat menjadi cara memulihkan sisi kreatif. Kegiatan semacam ini memberi ruang bagi pikiran untuk menerima inspirasi tanpa tekanan.
Dengan memahami jenis istirahat yang dibutuhkan, seseorang bisa memilih pemulihan yang lebih tepat sasaran. Pendekatan ini membantu tubuh, pikiran, dan emosi bekerja lebih seimbang dalam aktivitas sehari-hari.
