Tiwi Garut Sukses Usaha Madu dan Kuliahkan Tiga Anak

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 04:52 WIB 7
Tiwi Garut Sukses Usaha Madu dan Kuliahkan Tiga Anak

Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, membuktikan bahwa usaha kecil dapat menjadi sumber perubahan besar bagi keluarga. Melalui Rumah Madu Simpul Hati, ia membangun bisnis budidaya lebah yang kini berkembang menjadi pemasok madu dan produk turunan ke pasar yang lebih luas.

Usaha yang dirintis dari bawah itu tidak hanya menguatkan ekonomi keluarga, tetapi juga membuat tiga anak Tiwi bisa menempuh pendidikan tinggi. Dukungan pembinaan UMKM dari Pertamina turut membantu pengembangan usaha, sekaligus membuka jalan bagi edukasi, sertifikasi, dan kolaborasi dengan kalangan akademik.

Usaha dari Lebah

Tiwi memulai Rumah Madu Simpul Hati dengan keyakinan bahwa lebah menyimpan manfaat besar bagi manusia. Dari peternakan yang dikelolanya, ia memproduksi madu mentah, madu olahan, hingga produk turunan seperti propolis, royal jelly, dan bee pollen.

Produk-produk itu diterima pasar karena dinilai memiliki nilai kesehatan dan kualitas yang baik. Menurut Tiwi, lebah bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga sumber manfaat bagi banyak orang.

Ia juga mengembangkan jaringan dengan membina kelompok tani madu di berbagai daerah di Indonesia. Langkah tersebut membuat pengetahuan budidaya lebah semakin menyebar dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas.

Dalam pandangannya, produk berbasis lebah dari dalam negeri seharusnya mendapat tempat lebih besar di hati masyarakat. Ia ingin publik lebih percaya pada kekayaan alam Indonesia dan tidak selalu menilai madu impor lebih unggul.

Dukungan Pembinaan UMKM

Perkembangan usaha Tiwi tidak lepas dari program pembinaan UMKM yang dijalankan Pertamina. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan, Pertamina memberikan pelatihan, mentoring, serta sertifikasi usaha untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil.

Dukungan itu juga membantu Rumah Madu Simpul Hati memperluas jejaring dan meningkatkan kredibilitas produk. Tiwi menyebut, setelah ada pendampingan, edukasi kepada masyarakat tentang madu lokal menjadi lebih mudah dilakukan.

Sebelumnya, ia mengaku cukup sulit meyakinkan konsumen agar melirik madu dalam negeri. Banyak orang lebih dahulu tertarik pada produk impor, meski bahan baku lokal memiliki kualitas yang tidak kalah baik.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan, pembinaan UMKM menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, UMKM yang berkembang dan mampu menggandeng wirausahawan lain akan memberi manfaat yang lebih luas.

Riset dan Kolaborasi

Pendampingan yang diterima Tiwi tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan dunia akademik. Lokasi usahanya kini kerap menjadi tempat penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia.

Melalui interaksi itu, Tiwi mengenal banyak apoteker dan peneliti yang tertarik mengkaji produk lebah secara langsung. Ia menilai, riset seperti ini penting karena produk kesehatan dan kosmetik berbasis lebah memerlukan dukungan ilmu farmasi.

Kolaborasi dengan akademisi membuat produk lokal mendapat penguatan dari sisi ilmiah. Bagi Tiwi, hasil penelitian tersebut dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap khasiat dan mutu produk yang dihasilkan pelaku UMKM.

Ia juga melihat kerja sama lintas sektor sebagai cara untuk mengangkat potensi lebah Nusantara. Dengan pendekatan itu, produk lokal tidak hanya dipasarkan, tetapi juga dijelaskan nilai dan manfaatnya secara lebih meyakinkan.

Hadiah untuk Keluarga

Keberhasilan terbesar bagi Tiwi bukan hanya omzet usaha yang terus berjalan, tetapi perubahan pada kehidupan keluarganya. Dari hasil penjualan madu, ia mampu menguliahkan tiga anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Anak pertamanya dan kedua telah menempuh pendidikan hingga S2, sementara anak ketiga kini berkuliah di jenjang S1. Tiwi menyebut pencapaian itu sebagai hadiah paling besar dalam hidupnya.

Ia dan suaminya hanya lulusan SMA, sehingga capaian pendidikan anak-anaknya menjadi kebanggaan tersendiri. Menurutnya, usaha madu telah membawa peningkatan nyata pada taraf hidup keluarga.

Tiwi pun menyimpan harapan besar agar suatu saat dapat memiliki pabrik kosmetik atau produk kesehatan berbasis lebah Indonesia. Ia percaya, jika masyarakat semakin mengenal kekayaan alam negeri sendiri, maka kepercayaan terhadap produk lokal akan tumbuh kuat.

Tag Terkait
#UMKM#madu#Pertamina

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!