Tiwi Garut Sukses Usaha Lebah, Kuliahkan Tiga Anak

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 26 Mei 2026 10:22 WIB 2
Tiwi Garut Sukses Usaha Lebah, Kuliahkan Tiga Anak

Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, membuktikan bahwa usaha kecil dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan yang kuat. Melalui budidaya lebah dengan merek Rumah Madu Simpul Hati, ia kini mampu menguliahkan tiga anaknya sekaligus mengembangkan produk madu, propolis, royal jelly, dan bee pollen.

Perjalanan Tiwi tidak hanya soal keuntungan bisnis, tetapi juga misi mengenalkan kekayaan lebah Nusantara kepada masyarakat. Dukungan program pembinaan UMKM dari Pertamina membuat usahanya berkembang, mendapat pelatihan, sertifikasi, hingga membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademik.

Usaha madu yang berkembang

Rumah Madu Simpul Hati berawal dari tekad Tiwi untuk mengolah potensi lebah menjadi produk bernilai ekonomi. Ia tidak hanya menjual madu mentah, tetapi juga mengembangkan produk olahan yang lebih beragam. Langkah itu membuat usahanya semakin dikenal di pasar.

Produk turunan seperti propolis, royal jelly, dan bee pollen menjadi daya tarik utama bagi konsumen. Menurut Tiwi, diversifikasi produk membantu usaha bertahan dan menjangkau lebih banyak pembeli. Strategi itu juga memperkuat posisi madu lokal di tengah persaingan produk impor.

Selain mengelola peternakan sendiri, Tiwi aktif membina kelompok tani madu di berbagai daerah. Ia ingin pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki dapat menular ke pelaku usaha lain. Cara itu membuat jejaring usaha berbasis lebah terus berkembang.

Bagi Tiwi, lebah bukan sekadar sumber pendapatan, melainkan juga sumber manfaat bagi banyak orang. Ia percaya produk dari alam Indonesia memiliki kualitas yang layak diandalkan. Keyakinan itu menjadi dasar dari perjalanan bisnis yang ia bangun selama ini.

Edukasi madu lokal

Tiwi menilai tantangan terbesar dalam usaha madu lokal adalah mengubah cara pandang masyarakat. Banyak konsumen masih lebih percaya pada produk impor dibandingkan madu dalam negeri. Kondisi itu mendorongnya aktif melakukan edukasi tentang manfaat produk lebah lokal.

Ia menegaskan bahwa madu merupakan suplemen alami yang bermanfaat bagi makhluk hidup. Menurutnya, produk lebah memiliki potensi besar untuk mendukung kesehatan masyarakat. Karena itu, ia ingin publik melihat madu Nusantara sebagai produk berkualitas.

Program pembinaan dari Pertamina membantu Tiwi menjangkau masyarakat dengan pendekatan yang lebih efektif. Melalui pelatihan dan pendampingan, edukasi tentang madu lokal menjadi lebih mudah diterima. Upaya tersebut juga memperkuat kepercayaan terhadap produk dalam negeri.

Tiwi berharap kesadaran masyarakat terus tumbuh agar produk alam Indonesia mendapat tempat yang lebih luas. Ia ingin konsumen memahami bahwa kualitas lokal tidak kalah dari produk luar negeri. Harapan itu menjadi bagian dari misinya dalam membesarkan usaha lebah.

Pertamina dorong UMKM

Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan memberikan pembinaan kepada Rumah Madu Simpul Hati. Dukungan itu mencakup pelatihan, mentoring, dan sertifikasi usaha untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM. Pendampingan tersebut membantu bisnis Tiwi berkembang lebih terarah.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan pengembangan UMKM menjadi bagian dari komitmen perusahaan. Program ini dirancang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor kreatif. Menurut dia, dampaknya akan lebih besar jika UMKM juga mampu menggerakkan pelaku usaha di sekitarnya.

Baron menilai UMKM yang berdikari dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya. Kolaborasi semacam itu dinilai penting agar pertumbuhan usaha tidak berhenti pada satu pelaku saja. Dengan demikian, manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih banyak masyarakat.

Dukungan Pertamina juga membuka peluang kerja sama dengan dunia akademik. Tempat usaha Tiwi kerap menjadi lokasi penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia. Kolaborasi ini memperkuat nilai ilmiah dari produk berbasis lebah yang ia kembangkan.

Masa depan berbasis lebah

Keberhasilan terbesar bagi Tiwi bukan hanya meningkatnya omzet usaha, melainkan perubahan ekonomi keluarga. Dari hasil penjualan madu, ia mampu membiayai pendidikan tinggi ketiga anaknya. Dua anaknya kini telah menempuh pendidikan S2, sementara anak bungsu menjalani studi S1.

Tiwi mengaku pencapaian itu sangat berarti karena dirinya dan suami hanya lulusan SMA. Ia melihat pendidikan anak sebagai hadiah terbesar dari usaha yang dibangun dengan ketekunan. Perubahan tersebut menjadi bukti bahwa bisnis kecil dapat memberi dampak besar bagi keluarga.

Ke depan, Tiwi memiliki mimpi membangun pabrik kosmetik atau produk kesehatan berbasis lebah Indonesia. Ia ingin produk lokal tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga naik kelas menjadi produk bernilai tambah. Target itu sejalan dengan semangat hilirisasi usaha mikro.

Dengan dukungan pembinaan dan kepercayaan pasar, Tiwi optimistis produk lebah Nusantara dapat semakin dikenal luas. Ia berharap masyarakat terus mendukung produk dalam negeri karena kualitasnya dinilai mampu bersaing. Dari Garut, ia menunjukkan bahwa usaha berbasis alam bisa menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!