Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, membuktikan bahwa peluang usaha dapat lahir dari sumber daya sederhana, termasuk lebah. Melalui Rumah Madu Simpul Hati, ia membangun bisnis madu yang kini berkembang menjadi usaha bernilai tambah dan mampu mengangkat ekonomi keluarga.
Usaha yang ia rintis tidak hanya menjual madu mentah, tetapi juga produk olahan seperti propolis, royal jelly, dan bee pollen. Dari usaha tersebut, Tiwi mampu menguliahkan tiga anaknya, sekaligus membina kelompok tani madu di berbagai daerah di Indonesia.
Usaha Madu Tiwi Berkembang
Tiwi memulai usaha budidaya lebah dengan keyakinan bahwa produk alam Indonesia memiliki potensi besar. Ia melihat madu bukan hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai sumber manfaat bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Rumah Madu Simpul Hati kemudian berkembang menjadi unit usaha yang memasarkan madu dalam berbagai bentuk. Selain menjual madu mentah, ia juga memproduksi turunan lebah yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar.
Produk seperti propolis, royal jelly, dan bee pollen menjadi bagian penting dari lini usaha tersebut. Permintaan pasar yang stabil membuat usaha ini terus bergerak dan memberi ruang bagi pengembangan produk baru.
Di sisi lain, Tiwi juga aktif membina kelompok tani madu di sejumlah wilayah. Langkah itu dilakukan agar budidaya lebah tidak berhenti pada satu pelaku usaha, melainkan tumbuh sebagai ekosistem yang lebih luas.
Pertamina Dukung UMKM Lebah
Perkembangan usaha Tiwi tidak lepas dari pendampingan yang diberikan Pertamina melalui program pembinaan UMKM. Dukungan itu mencakup pelatihan, mentoring, dan sertifikasi usaha agar pelaku usaha lebih siap bersaing.
Melalui pendampingan tersebut, Tiwi juga mendapatkan kesempatan memperluas jejaring dengan dunia akademik. Tempat usahanya kini kerap menjadi lokasi penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia.
Kolaborasi dengan peneliti membuat produk lebah yang ia kelola semakin dikenal dari sisi ilmiah. Hal itu penting karena sebagian produk yang dihasilkan berkaitan langsung dengan kesehatan dan kosmetik.
Tiwi menilai dukungan perusahaan membuat edukasi kepada masyarakat menjadi lebih mudah. Sebelumnya, produk madu dalam negeri sering kalah pamor dibandingkan madu impor yang lebih dahulu dipercaya konsumen.
Dampak Ekonomi Keluarga
Bagi Tiwi, keberhasilan terbesar dari usaha madu bukan semata pada omzet, melainkan pada perubahan hidup keluarga. Hasil penjualan produk lebah telah membantu dirinya membiayai pendidikan tiga anak hingga jenjang perguruan tinggi.
Ia bersyukur karena anak pertamanya dan anak kedua sudah menempuh pendidikan S2. Sementara itu, anak ketiganya kini sedang menjalani kuliah S1.
Perjalanan itu terasa sangat berarti karena Tiwi dan suaminya hanya lulusan SMA. Kondisi tersebut membuat peningkatan taraf pendidikan anak-anaknya menjadi pencapaian yang sangat membanggakan bagi keluarga.
Menurut Tiwi, usaha yang dirintis dari bawah dapat membawa dampak nyata jika dikelola dengan konsisten. Ia menyebut perubahan ekonomi keluarga sebagai hadiah paling besar dari kerja keras yang dilakukan selama ini.
Harapan Produk Lokal Maju
Tiwi berharap masyarakat Indonesia semakin mencintai produk dalam negeri, terutama yang bersumber dari kekayaan alam. Ia menilai kualitas produk lokal tidak kalah dengan produk impor jika dikelola dengan pengetahuan dan standar yang tepat.
Baginya, lebah Nusantara menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan dasar produk kesehatan dan kosmetik. Karena itu, ia ingin masyarakat lebih percaya pada hasil olahan dalam negeri.
Ia juga menyimpan mimpi besar untuk memiliki pabrik kosmetik atau produk kesehatan berbasis lebah Indonesia. Harapan itu menunjukkan bahwa bisnis kecil dapat tumbuh menjadi industri yang lebih luas bila mendapat pendampingan yang tepat.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Ia menyebut dukungan kepada UMKM diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak wirausaha tumbuh di sekitarnya.
