Tiwi Garut Sukses Kembangkan Usaha Madu dan Bina UMKM

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 02 Juni 2026 11:41 WIB 3
Tiwi Garut Sukses Kembangkan Usaha Madu dan Bina UMKM

Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, berhasil membuktikan bahwa usaha kecil berbasis lebah dapat menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan. Melalui Rumah Madu Simpul Hati, ia mengembangkan bisnis madu mentah, olahan, serta produk turunan seperti propolis, royal jelly, dan bee pollen.

Usaha yang ia rintis tidak hanya menguatkan ekonomi keluarga, tetapi juga memungkinkan tiga anaknya menempuh pendidikan tinggi. Dukungan pembinaan UMKM dari Pertamina turut membantu Tiwi memperluas edukasi, memperkuat kapasitas usaha, dan membuka jejaring dengan kalangan akademik.

Madu lokal bernilai tinggi

Tiwi melihat lebah bukan hanya sebagai sumber pendapatan, tetapi juga sumber manfaat bagi masyarakat. Ia membangun usaha dengan keyakinan bahwa produk lebah Nusantara memiliki kualitas yang tidak kalah dari produk impor. Dari keyakinan itu, Rumah Madu Simpul Hati tumbuh menjadi usaha yang dikenal di Garut dan sekitarnya.

Produk yang dijual mencakup madu mentah, madu olahan, propolis, royal jelly, dan bee pollen. Ragam produk tersebut membuat pasar yang dijangkau menjadi lebih luas, mulai dari konsumen harian hingga pencari produk kesehatan alami. Permintaan yang terus bergerak menunjukkan bahwa produk berbasis lebah memiliki peluang besar.

Menurut Tiwi, tantangan terbesar pada awal usaha adalah membangun kepercayaan masyarakat terhadap madu lokal. Sebagian konsumen saat itu masih menganggap madu impor lebih baik dibandingkan produk dalam negeri. Kondisi tersebut mendorongnya untuk terus mengedukasi pasar dengan pendekatan yang konsisten.

Ia menilai edukasi adalah kunci agar masyarakat memahami khasiat dan kualitas produk alam Indonesia. Melalui pengalaman usaha yang dijalankan, Tiwi ingin menunjukkan bahwa produk lokal dapat bersaing secara sehat. Baginya, keberhasilan bisnis harus diiringi dengan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.

Pendampingan UMKM dorong berkembang

Dukungan Pertamina hadir melalui program pembinaan UMKM yang mencakup pelatihan, mentoring, dan sertifikasi usaha. Fasilitas ini membantu Rumah Madu Simpul Hati berkembang lebih terarah dan profesional. Bagi Tiwi, pendampingan tersebut memberi dorongan penting dalam memperkuat fondasi bisnis.

Ia mengakui bahwa sebelum mendapat pendampingan, upaya edukasi kepada masyarakat berjalan tidak semudah sekarang. Produk madu lokal sering kali kurang dilirik, sementara madu impor lebih mudah mendapat perhatian. Setelah ada dukungan pembinaan, jangkauan edukasi menjadi lebih terbuka dan efektif.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut pengembangan UMKM merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Program itu dirancang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor kreatif. Pertamina juga mendorong UMKM agar tidak hanya mandiri, tetapi mampu memberi dampak bagi pelaku usaha lain di sekitarnya.

Baron menegaskan bahwa keberhasilan UMKM akan menjadi kebanggaan bersama apabila mampu menggerakkan ekonomi yang lebih luas. Dalam konteks itu, Rumah Madu Simpul Hati menjadi contoh usaha yang tumbuh bersama pendampingan. Kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan dinilai mampu memperkuat daya saing produk lokal.

Kolaborasi dengan akademisi

Pendampingan yang diterima Tiwi tidak berhenti pada aspek bisnis semata. Usahanya kini kerap menjadi lokasi penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia. Situasi ini membuat Rumah Madu Simpul Hati berkembang menjadi ruang kolaborasi antara pelaku UMKM dan dunia akademik.

Tiwi menyebut dirinya kini mengenal banyak apoteker dan peneliti yang tertarik mengkaji produk lebah secara langsung. Kehadiran mereka memberi nilai tambah karena produk yang dihasilkan dapat ditinjau dari sisi ilmiah. Hal itu juga memperkuat reputasi usaha di tengah pasar produk kesehatan dan kosmetik.

Menurut Tiwi, dukungan ilmu farmasi sangat penting karena sebagian produknya berkaitan dengan kesehatan dan perawatan tubuh. Penelitian yang dilakukan para akademisi memberi dasar yang lebih kuat untuk pengembangan produk. Dengan demikian, produk lokal tidak hanya mengandalkan promosi, tetapi juga bukti ilmiah.

Ia berharap kerja sama semacam ini dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak. Sinergi antara UMKM, perusahaan, dan perguruan tinggi dinilai mampu mempercepat inovasi. Dalam pandangannya, produk berbasis alam akan lebih dihargai bila dibangun dengan pengetahuan yang kuat.

Hadiah bagi keluarga

Keberhasilan bisnis madu memberi dampak nyata bagi kehidupan keluarga Tiwi. Dari hasil usaha tersebut, ia mampu menguliahkan tiga anaknya hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Bagi Tiwi, pencapaian itu menjadi buah terbesar dari perjuangan yang dijalani bersama suami.

Ia menyampaikan rasa syukur karena anak pertamanya dan anak kedua sudah menempuh pendidikan S2. Sementara itu, anak ketiga kini sedang menjalani pendidikan S1. Kondisi ini menjadi perubahan besar bagi keluarga yang sebelumnya hanya berlatar pendidikan SMA.

Tiwi menilai peningkatan pendidikan anak-anaknya adalah hadiah paling berharga dari bisnis yang ia bangun. Hasil kerja keras di sektor madu tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga membuka akses masa depan yang lebih baik. Baginya, itulah bentuk keberhasilan yang paling bermakna.

Ia juga berharap masyarakat Indonesia semakin mencintai produk dalam negeri dan percaya pada kualitas kekayaan alam sendiri. Tiwi bahkan memiliki mimpi membangun pabrik kosmetik atau produk kesehatan berbasis lebah dari alam Indonesia. Harapan itu menunjukkan bahwa usaha kecil dapat tumbuh menjadi visi besar bila dikelola dengan ketekunan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!