Tiwi Bangun UMKM Madu Garut, Biayai Kuliah Tiga Anak

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 26 Mei 2026 00:10 WIB 2
Tiwi Bangun UMKM Madu Garut, Biayai Kuliah Tiga Anak

Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, membuktikan bahwa usaha kecil dapat menjadi sumber penghidupan yang besar. Melalui budidaya lebah yang ia rintis lewat Rumah Madu Simpul Hati, ia kini mampu membiayai pendidikan tinggi tiga anaknya.

Produk yang ia jual tidak hanya madu mentah, tetapi juga madu olahan, propolis, royal jelly, dan bee pollen. Usaha tersebut laris di pasaran, sekaligus menguatkan peran Tiwi dalam membina kelompok tani madu di berbagai daerah Indonesia.

UMKM Madu Lokal

Bagi Tiwi, lebah bukan sekadar hewan ternak, melainkan sumber manfaat yang luas bagi manusia. Ia ingin masyarakat lebih mengenal kekayaan lebah Nusantara dan tidak selalu menempatkan madu impor sebagai pilihan utama.

Ia meyakini bahwa produk berbasis lebah dapat menjadi suplemen yang baik untuk mendukung kesehatan. Menurutnya, potensi alam Indonesia selama ini masih kurang mendapat perhatian yang layak dari konsumen dalam negeri.

Karena itu, ia terus mengedukasi masyarakat agar memahami nilai madu lokal dan produk turunannya. Upaya ini sekaligus menjadi cara untuk mengangkat kepercayaan terhadap produk dalam negeri.

Dukungan Pertamina Untuk Usaha

Perkembangan Rumah Madu Simpul Hati tidak lepas dari program pembinaan UMKM yang dijalankan Pertamina. Dukungan tersebut mencakup pelatihan, mentoring, dan sertifikasi usaha untuk memperkuat kapasitas bisnis Tiwi.

Bantuan itu juga membuka ruang kolaborasi dengan dunia akademik. Saat ini, tempat usahanya kerap menjadi lokasi penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia.

Tiwi menyebut kolaborasi tersebut sangat penting karena produk lebah memiliki kaitan erat dengan ilmu kesehatan dan kosmetik. Kehadiran para peneliti membuat pengembangan produk menjadi lebih terarah dan berbasis pengetahuan.

Bisnis Madu Dan Pendidikan

Keberhasilan usaha madu membawa perubahan besar bagi kehidupan keluarga Tiwi. Dari hasil penjualan produk, ia mampu memastikan anak-anaknya menempuh pendidikan tinggi.

Dua anaknya telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang magister, sementara anak ketiganya sedang menempuh kuliah sarjana. Kondisi itu menjadi pencapaian besar bagi Tiwi dan suaminya yang hanya lulusan SMA.

Ia menilai peningkatan pendidikan anak-anaknya sebagai hadiah terbesar dari bisnis yang dibangun bersama keluarga. Baginya, perubahan ekonomi yang terjadi jauh lebih bermakna daripada sekadar pertumbuhan omzet.

Harapan Produk Madu Nusantara

Tiwi berharap masyarakat Indonesia semakin mencintai produk lokal dan percaya pada kualitas kekayaan alam sendiri. Ia menilai potensi lebah Indonesia sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan dan kosmetik.

Ia juga memimpikan adanya pabrik kosmetik atau produk kesehatan yang seluruh bahan bakunya berasal dari lebah alam Indonesia. Menurutnya, mimpi itu dapat terwujud jika dukungan terhadap UMKM terus diperkuat.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa pendampingan UMKM merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Ia menyebut penguatan usaha seperti milik Tiwi penting agar pelaku UMKM dapat mandiri dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!