Telkom Resmikan Community Gateway Wamena untuk Papua

Teknologi BRH 25 Mei 2026 00:41 WIB 5
Telkom Resmikan Community Gateway Wamena untuk Papua

PT Telkom Indonesia bersama anak usahanya, PT Telkom Satelit Indonesia atau Telkomsat, meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Fasilitas ini dibangun untuk memperkuat pemerataan konektivitas digital di wilayah pegunungan yang selama ini sulit dijangkau jaringan terestrial.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo bersama Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi. Melalui infrastruktur berbasis satelit ini, Telkom Group menargetkan koneksi internet yang lebih cepat, stabil, dan adaptif bagi masyarakat Papua Pegunungan.

Community Gateway Wamena

Community Gateway Wamena dibangun sebagai tulang punggung konektivitas di Papua Pegunungan, wilayah yang menghadapi tantangan besar karena kondisi geografisnya. Infrastruktur ini menjadi jawaban atas keterbatasan jaringan terestrial yang belum mampu menjangkau seluruh area secara merata.

Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi mengatakan teknologi satelit merupakan solusi paling efektif untuk menghadirkan konektivitas di kawasan pegunungan Papua. Menurut dia, teknologi ini memungkinkan layanan komunikasi hadir lebih cepat dan lebih luas.

Rizal menegaskan kehadiran fasilitas tersebut juga mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat, layanan publik, hingga pengembangan ekonomi digital. Ia menyebut Community Gateway Wamena sebagai bagian dari penguatan ekosistem konektivitas nasional berbasis sovereign infrastructure yang andal dan berkelanjutan.

Telkom dorong pemerataan akses

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan pembangunan Community Gateway Wamena merupakan bagian dari upaya menghadirkan konektivitas merata hingga wilayah paling timur Indonesia. Ia menekankan bahwa konektivitas harus menjadi hak seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Dian mengatakan Telkom ingin memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital. Namun, ia mengakui Papua Pegunungan masih menghadapi tantangan besar akibat keterbatasan jaringan dan kondisi geografis yang sulit.

Untuk menjawab tantangan itu, TelkomGroup menghadirkan Community Gateway Wamena sebagai solusi strategis. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat akses digital di daerah yang selama ini paling membutuhkan.

Kapasitas jaringan Wamena

Community Gateway Wamena menjadi fasilitas kedua yang dibangun Telkom melalui Telkomsat setelah sebelumnya menghadirkan Community Gateway di Merauke. Perbedaannya, fasilitas di Merauke difungsikan sebagai backup link, sedangkan Wamena dibangun sebagai jalur utama konektivitas atau main link di Papua Pegunungan.

Saat ini kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang disebut sudah cukup tinggi. Melalui pengembangan Community Gateway Wamena, kapasitas itu dapat ditingkatkan bertahap hingga potensi maksimal 40 Gbps.

Peningkatan kapasitas tidak hanya berdampak pada kecepatan internet, tetapi juga pada kestabilan koneksi dan pengendalian latensi. Dengan begitu, infrastruktur ini dapat menopang pertumbuhan trafik digital di masa depan.

Ekosistem digital Papua

Community Gateway Wamena dirancang sebagai open access platform agar dapat dimanfaatkan berbagai pihak. Operator telekomunikasi, ISP lokal, hingga institusi lain dapat memakai infrastruktur tersebut untuk memperkuat ekosistem digital di Papua.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai menilai kehadiran Community Gateway Wamena menjadi tonggak penting pembangunan digital di wilayah pegunungan Papua. Ia melihat fasilitas ini sebagai bagian dari langkah nyata untuk mempercepat pemerataan akses.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyatakan pembangunan infrastruktur digital di Papua termasuk prioritas nasional. Menurut dia, konektivitas adalah prasyarat utama kemajuan dan modal penting untuk mendorong Papua ikut dalam ekonomi digital nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!