Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun Sepanjang 2025

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 02:18 WIB 5
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun Sepanjang 2025

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun sepanjang tahun buku 2025. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp17,8 triliun dengan margin laba bersih 12,1 persen, sementara normalized net income mencapai Rp22,7 triliun.

Kinerja tersebut ditopang EBITDA konsolidasi Rp72,2 triliun dengan margin 49,2 persen, serta normalized EBITDA Rp73,2 triliun. Telkom juga mencatat total shareholder return 35,7 persen sepanjang 2025, seiring penguatan transformasi, kebijakan dividen, dan program buyback saham.

Transformasi Telkom

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan transformasi menjadi fokus utama perseroan sejak 2025. Melalui strategi TLKM 30, Telkom memperkuat arah bisnis agar lebih terstruktur dan kompetitif di tengah tekanan makroekonomi.

Strategi ini diarahkan untuk mewujudkan visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global. Perseroan juga ingin menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Empat pilar utama menjadi dasar eksekusi transformasi tersebut. Pilar itu mencakup operational and service excellence, streamlining, unlock value, serta modus-operandi shift.

Perubahan Tata Kelola

Dalam pilar operational and service excellence, Telkom memperkuat tata kelola, disiplin organisasi, dan efisiensi proses. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.

Di sisi lain, perseroan melakukan penataan portofolio non-core business melalui streamlining. Proses ini ditujukan untuk memperkuat bisnis inti telekomunikasi dan digital, sekaligus mendorong efisiensi operasional.

Telkom juga menyesuaikan kebijakan akuntansi sebagai tindak lanjut agenda total governance reset dari Danantara Indonesia. Penyesuaian ini membuat laba bersih terkoreksi 9,5 persen secara tahunan akibat beban percepatan depresiasi.

Bisnis B2C Mulai Pulih

Segmen B2C tetap menjadi salah satu penopang utama pendapatan Telkom melalui layanan mobile dan fixed broadband. Telkomsel sebagai OpCo di segmen ini membukukan pendapatan konsolidasian Rp109,2 triliun pada 2025.

Pertumbuhan trafik data sebesar 15 persen secara tahunan menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital. Average Revenue Per User atau ARPU juga mulai pulih sejak paruh kedua 2025.

Pada 2026, Telkomsel akan menjaga ARPU lewat penyesuaian harga yang tepat sasaran dan penguatan kualitas jaringan. Perseroan juga menempuh ekspansi internet rumah secara lebih selektif agar pertumbuhan tetap sehat.

Infrastruktur Digital Menguat

Segmen B2B Infrastructure tumbuh seiring penguatan aset infrastruktur digital nasional yang dimiliki TelkomGroup. Infrastruktur itu mencakup backbone serat optik lebih dari 210.000 kilometer, menara telekomunikasi, data center, cloud, dan konektivitas satelit.

Pendapatan segmen tersebut mencapai Rp8,9 triliun, tumbuh 9,2 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang bisnis data center dan ekspansi fiber yang semakin luas.

Telkom juga mencatat pendapatan Wholesale & International Service sebesar Rp10,7 triliun, serta B2B ICT Rp15,3 triliun. Perseroan menargetkan pertumbuhan lanjutan melalui layanan Connectivity+, keamanan siber, kecerdasan artifisial, dan kemitraan strategis global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!