Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun Sepanjang 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 03:53 WIB 5
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun Sepanjang 2025

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun sepanjang tahun buku 2025. Capaian tersebut disertai net income Rp17,8 triliun dan EBITDA konsolidasi Rp72,2 triliun, di tengah tekanan makroekonomi dan persaingan industri telekomunikasi yang masih ketat.

Selain menjaga kinerja operasional, Telkom juga membukukan Total Shareholder Return sebesar 35,7 persen sepanjang 2025. Kinerja itu ditopang agenda transformasi TLKM 30, kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham, serta langkah penataan portofolio bisnis yang berlanjut hingga 2026.

kinerja keuangan Telkom

Telkom mencatat pendapatan konsolidasi Rp146,7 triliun pada 2025, dengan net income Rp17,8 triliun dan margin laba bersih 12,1 persen. Perseroan juga membukukan normalized net income sebesar Rp22,7 triliun, dengan normalized net income margin 15,4 persen. EBITDA konsolidasi tercatat Rp72,2 triliun dengan margin 49,2 persen, sedangkan normalized EBITDA mencapai Rp73,2 triliun dengan margin 49,9 persen.

Capaian tersebut menunjukkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas di tengah dinamika industri. Kinerja Telkom juga mencerminkan respons pasar yang positif terhadap strategi transformasi yang dijalankan sejak 2025. Dalam periode yang sama, Telkom mencatat Total Shareholder Return sebesar 35,7 persen.

Komponen TSR tersebut terdiri dari capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen. Angka ini menjadi sinyal bahwa pasar merespons positif arah bisnis yang ditempuh perseroan. Telkom menilai pencapaian tersebut tidak lepas dari disiplin operasional dan penguatan fundamental.

Perseroan juga menegaskan komitmen menjaga pengembalian nilai kepada pemegang saham. Langkah itu diwujudkan melalui payout ratio sebesar 89 persen untuk pembayaran tahun buku 2024. Selain itu, program share buyback dengan nilai maksimal Rp3 triliun masih berjalan hingga Mei 2026.

transformasi TLKM 30

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan eksekusi strategi transformasi menjadi fokus utama perseroan sejak 2025. Melalui TLKM 30, Telkom menegaskan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mempercepat visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Perseroan juga menargetkan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Strategi TLKM 30 ditopang empat pilar utama yang menjadi dasar penguatan bisnis. Pilar pertama adalah Operational and Service Excellence, yang menekankan tata kelola, disiplin organisasi, budaya kerja unggul, efisiensi proses, dan peningkatan kualitas layanan. Fokus tersebut diarahkan untuk memperbaiki pengalaman pelanggan secara berkelanjutan.

Pilar kedua adalah Streamlining, yakni penataan portofolio non-core business agar kontribusi bisnis menjadi lebih optimal. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing pada bisnis inti telekomunikasi dan digital. Implementasinya terlihat dari proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang telah mencapai tahap Conditional Sale and Purchase Agreement.

Pilar ketiga dan keempat masing-masing menekankan Unlock Value serta perubahan dari operating holding menjadi strategic holding. Pada tahap ini, Telkom fokus pada penguatan infrastruktur digital, delayering, dan pengelolaan empat segmen Operating Company. Keempat segmen itu meliputi B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International.

segmen bisnis Telkom

Segmen B2C masih menjadi salah satu penopang utama pendapatan perseroan melalui layanan mobile dan fixed broadband. Telkomsel sebagai OpCo di segmen ini membukukan pendapatan konsolidasian Rp109,2 triliun pada 2025. Peningkatan kebutuhan layanan digital turut mendorong trafik data naik 15 persen secara tahunan.

Average Revenue Per User atau ARPU juga menunjukkan pemulihan positif, terutama sejak paruh kedua 2025. Perseroan memperkirakan tren tersebut akan terus membaik secara bertahap seiring kompetisi industri yang lebih sehat. Pada 2026, Telkomsel akan menjaga ARPU melalui penyesuaian harga yang tepat sasaran dan penguatan kualitas jaringan.

Di segmen B2B Infrastructure, TelkomGroup terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional. Portofolio asetnya mencakup backbone serat optik lebih dari 210.000 kilometer, menara telekomunikasi, data center, cloud, dan konektivitas satelit. Pendapatan segmen ini mencapai Rp8,9 triliun, tumbuh 9,2 persen secara tahunan.

Pada bisnis Wholesale & International Service, perseroan mencatat pendapatan Rp10,7 triliun. Telin juga telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional. Sementara itu, segmen B2B ICT membukukan pendapatan Rp15,3 triliun dari bisnis konektivitas, managed solution, dan digital.

investasi dan tata kelola

Disiplin investasi menjadi salah satu penopang kinerja bisnis infrastruktur TelkomGroup sepanjang 2025. Realisasi belanja modal perseroan mencapai Rp27,5 triliun atau 18,8 persen dari total pendapatan. Sebanyak 93 persen anggaran itu dialokasikan untuk perluasan infrastruktur di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International.

Di sisi lain, Telkom juga melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi sebagai tindak lanjut agenda total governance reset dari Danantara Indonesia. Penyesuaian ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan serta memastikan masa manfaat dan klasifikasi aset lebih tepat. Kebijakan tersebut membuat laba bersih terkoreksi 9,5 persen secara tahunan akibat beban percepatan depresiasi.

Perseroan menegaskan bahwa langkah itu memperkuat transparansi dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aset. Telkom juga telah melakukan restatement atas laporan keuangan 2023 dan 2024. Menurut manajemen, penyesuaian tersebut sejalan dengan pilar pertama TLKM 30, yakni Operational and Service Excellence.

Memasuki 2026, Telkom berada pada fase penting untuk melanjutkan akselerasi transformasi. Perseroan optimistis disiplin operasional dan tata kelola yang lebih kuat akan menjaga daya saing di tengah perubahan industri. Dengan arah bisnis yang lebih terstruktur, Telkom menargetkan kinerja yang semakin solid dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!