Menabung menjadi salah satu langkah penting untuk mempersiapkan masa depan keluarga. Namun, pasangan suami-istri kerap menghadapi pilihan, apakah rekening tabungan sebaiknya digabung atau dipisah.
Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini, menjelaskan bahwa keputusan itu perlu melihat tujuan rekening, efisiensi, keamanan, dan kemudahan. Menurut dia, tabungan darurat keluarga sebaiknya tidak dicampur dengan rekening transaksional agar pengelolaannya lebih jelas.
Rekening Tabungan Pasangan
Mike menyarankan agar rekening tabungan maupun rekening transaksional suami-istri dibuat terpisah. Menurut dia, pemisahan itu membantu pasangan membedakan kebutuhan harian dan simpanan jangka panjang.
Ia menilai, tidak semua dana harus digabung dalam satu rekening. Jika semua keputusan keuangan harus dilakukan bersama, pengelolaan bisa menjadi terlalu rinci dan memakan energi.
Dalam praktiknya, kata Mike, kepercayaan tetap menjadi kunci utama. Karena itu, pembagian peran dalam mengelola uang perlu disepakati sejak awal agar tidak menimbulkan salah paham.
Tujuan Rekening Harus Jelas
Menurut Mike, rekening perlu dipisahkan berdasarkan fungsinya. Rekening untuk transaksi harian berbeda dengan rekening yang ditujukan untuk simpanan atau investasi.
Ia mencontohkan, dana darurat keluarga sebaiknya ditempatkan pada rekening yang tidak mudah tercampur dengan kebutuhan belanja. Dengan begitu, dana tersebut tetap tersedia saat terjadi kondisi mendesak.
Jika tabungan memang dimaksudkan untuk bertambah dan terakumulasi, rekening atas nama suami-istri bisa menjadi pilihan. Skema ini dinilai lebih sesuai untuk tujuan keuangan yang memerlukan persetujuan bersama sebelum digunakan.
Keamanan dan Kepercayaan
Mike menekankan pentingnya pembagian penggunaan uang yang didelegasikan secara jelas antara suami dan istri. Pembagian yang tegas membuat setiap pihak memahami tanggung jawab masing-masing dalam rumah tangga.
Untuk menjaga kepercayaan, ia menganjurkan pasangan rutin mencetak rekening koran atau statement of account. Langkah ini membantu masing-masing pihak mengecek transaksi dan memastikan pos pengeluaran berjalan sesuai kesepakatan.
Menurut dia, tertib administrasi tidak hanya memudahkan pengawasan, tetapi juga menjaga hubungan tetap sehat. Pasangan dapat mengetahui apakah kewajiban keuangan sudah dijalankan secara proporsional tanpa harus saling mencurigai.
Cadangan Uang Istri
Certified Financial Planner, Yuni A, juga menyarankan agar suami-istri memiliki rekening tabungan masing-masing. Meski demikian, keduanya tetap perlu saling mengetahui arus kas agar pengelolaan keuangan keluarga tetap terbuka.
Yuni menjelaskan bahwa lebih dari satu rekening dapat membantu rumah tangga mengatur dana dengan lebih baik. Setiap rekening bisa memiliki tujuan yang berbeda, sehingga pengeluaran lebih terkontrol dan kebutuhan darurat lebih mudah diantisipasi.
Ia menegaskan, istri idealnya tetap memiliki uang sendiri sebagai cadangan jika terjadi hal yang tidak terduga. Dengan bekal tersebut, istri dapat tetap melanjutkan kehidupan dan memenuhi kebutuhan rumah tangga ketika menghadapi situasi sulit.
