Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Siap Meluncur

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 20:38 WIB 2
Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Siap Meluncur

Swatch kembali mengejutkan pasar horologi setelah resmi menjalin kolaborasi dengan Audemars Piguet, merek jam tangan mewah asal Swiss. Kerja sama ini langsung menjadi bahan perbincangan luas karena hadir tanpa gambar resmi produk, tetapi sudah memancing rasa penasaran publik sejak awal.

Peluncuran jam bertajuk Royal Pop dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei, dan hanya tersedia di toko Swatch tertentu. Sejumlah petunjuk awal mengarah pada desain yang terinspirasi Royal Oak, dengan kemungkinan format jam saku yang membawa pendekatan berbeda dari kolaborasi sebelumnya.

Kolaborasi Swatch dan Audemars Piguet

Kolaborasi ini menjadi sorotan karena Audemars Piguet bukan bagian dari grup Swatch. Kondisi tersebut berbeda dari kerja sama sebelumnya dengan Omega dan Blancpain, yang sama-sama berada di bawah satu naungan bisnis.

Perbedaan itu membuat Royal Pop dinilai lebih mengejutkan oleh pengamat industri jam tangan. Pasar melihat langkah ini sebagai upaya Swatch memperluas jangkauan kolaborasi ke ranah yang lebih prestisius.

Swatch belum mengungkap wujud final produk tersebut secara resmi. Namun, teaser yang beredar memperlihatkan elemen visual yang menguatkan dugaan hadirnya format aksesori portabel.

Di tengah minimnya informasi teknis, antusiasme publik justru terus meningkat. Situasi ini mengingatkan pada pola sambutan besar terhadap rilisan kolaboratif Swatch sebelumnya.

Petunjuk Desain Royal Pop

Teaser awal Swatch menampilkan tali berwarna cerah yang menyerupai gantungan atau lanyard. Detail itu memunculkan dugaan kuat bahwa Royal Pop akan dirancang sebagai jam saku atau aksesori serupa.

Selain itu, desainnya disebut akan membawa karakter khas Royal Oak milik Audemars Piguet. Bentuk oktagonal ikonis menjadi elemen yang paling menonjol dalam spekulasi yang beredar.

Pendekatan visual ini dinilai sejalan dengan gaya pop-art yang ringan dan ekspresif. Swatch tampaknya ingin menghadirkan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga tampil mencolok sebagai aksesori.

Jika dugaan tersebut tepat, Royal Pop berpotensi menawarkan identitas baru di pasar jam kolaborasi. Produk ini akan berbeda dari jam tangan konvensional yang lebih menekankan fungsi penunjuk waktu semata.

Jejak Sukses Kolaborasi Swatch

Swatch sebelumnya mencatat kesuksesan besar lewat MoonSwatch pada 2022. Produk itu merupakan reinterpretasi dari Speedmaster Omega dengan harga sekitar US$ 260 dan langsung menjadi fenomena global.

Kolaborasi berikutnya bersama Blancpain juga mendapatkan sambutan positif. Model yang terinspirasi Fifty Fathoms itu memperkuat citra Swatch sebagai merek yang piawai mengubah ikon horologi menjadi produk yang lebih terjangkau.

Kesuksesan tersebut membuat banyak pihak menaruh ekspektasi tinggi pada Royal Pop. Pasar menilai Swatch memiliki formula kuat dalam menggabungkan nilai historis dengan aksesibilitas harga.

Peluncuran yang terbatas di gerai tertentu juga berpotensi menciptakan efek kelangkaan. Strategi ini kerap mendorong permintaan lebih tinggi pada produk kolaborasi Swatch.

Dampak bagi Pasar Jam

Royal Pop dinilai sejalan dengan pandangan mantan CEO Audemars Piguet, François-Henry Bennahmias. Ia pernah menyebut kolaborasi seperti MoonSwatch sebagai langkah positif untuk mengenalkan horologi kepada generasi muda.

Pendekatan itu menunjukkan bahwa jam tangan mewah dapat hadir dalam format yang lebih inklusif. Dengan cara ini, merek besar tetap menjaga identitasnya, sambil membuka pintu bagi audiens baru.

Audemars Piguet sendiri baru saja mengeksplorasi kembali format jam saku melalui model 150th Heritage. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa konsep jam portabel masih relevan dalam portofolio merek mewah.

Melihat antusiasme pasar terhadap rilisan terbatas, Royal Pop diperkirakan akan diburu kolektor dan penggemar jam tangan. Jika responsnya setara dengan MoonSwatch, antrean panjang di toko Swatch bukan hal yang mustahil.

Konsep Pop dan Warisan AP

Konsep Pop bukan hal baru bagi Swatch, karena merek ini pernah meluncurkan lini jam pada 1986 dengan format serbaguna. Produk tersebut dapat dipakai sebagai bros, gantungan tas, hingga jam saku.

Jejak historis itu memperkuat dugaan bahwa Royal Pop akan mengusung pendekatan serupa. Swatch tampak ingin menghidupkan kembali desain aksesori yang ringan, unik, dan mudah dikenali.

Dari sisi Audemars Piguet, warisan pembuatan jam saku juga bukan hal asing. Salah satu modelnya, Grosse Pièce, bahkan pernah terjual hingga US$ 7,7 juta dalam lelang Sotheby’s.

Dengan kombinasi warisan historis dan strategi pop-art, Royal Pop berpotensi menjadi produk yang menonjol di pasar. Peluncuran ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi kreatif masih menjadi motor utama perhatian dunia horologi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!