Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Jadi Sorotan

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 05:28 WIB 2
Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Jadi Sorotan

Swatch kembali mengejutkan pasar jam tangan dunia dengan mengumumkan kolaborasi bersama Audemars Piguet. Proyek terbaru ini langsung menjadi perbincangan karena datang dari dua nama besar dengan posisi berbeda di industri horologi.

Meski gambar resmi produk belum dirilis, teaser yang beredar memunculkan dugaan bahwa jam tersebut akan mengusung konsep Royal Pop. Peluncurannya dijadwalkan pada Sabtu, 16 Mei, dan hanya tersedia di toko Swatch tertentu.

Kolaborasi Swatch yang mengejutkan

Kolaborasi Swatch sebelumnya kerap sukses menarik perhatian publik. Pada 2022, merek asal Swiss itu meluncurkan MoonSwatch, versi lebih terjangkau dari Omega Speedmaster.

Produk tersebut dijual sekitar US$ 260 dan langsung menciptakan fenomena global. Antrean panjang terjadi di banyak kota, sementara permintaan pasar terus melonjak.

Kesuksesan itu berlanjut lewat kerja sama dengan Blancpain. Swatch menghadirkan reinterpretasi Fifty Fathoms dalam versi yang lebih ramah kantong.

Berbeda dari dua kolaborasi sebelumnya, kerja sama dengan Audemars Piguet dinilai lebih mengejutkan. Pasalnya, Audemars Piguet bukan bagian dari grup Swatch, sehingga kolaborasi ini terasa lebih tak terduga.

Petunjuk arah desain Royal Pop

Hingga kini, bentuk akhir Royal Pop belum diumumkan secara resmi. Namun, sejumlah petunjuk mengarah pada kemungkinan hadirnya jam saku.

Swatch menampilkan teaser berupa tali berwarna cerah yang menyerupai gantungan atau lanyard. Elemen itu memunculkan dugaan bahwa produk bisa dikenakan seperti aksesori multifungsi.

Desainnya juga disebut akan membawa karakter khas Royal Oak milik Audemars Piguet. Bentuk oktagonal yang ikonis diperkirakan menjadi identitas utama produk tersebut.

Di sejumlah gerai Swatch, instalasi promosi bertema pop-art sudah mulai dipamerkan. Visualnya terinspirasi dari karya Andy Warhol dengan warna cerah dan ilustrasi mesin otomatis Sistem51.

Konsep pop dalam horologi

Konsep Pop bukan hal baru bagi Swatch. Pada 1986, merek ini pernah merilis lini jam yang bisa dilepas dari bingkainya.

Produk itu dapat digunakan sebagai bros, gantungan tas, hingga jam saku. Pendekatan tersebut membuat jam tangan tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu.

Arah kampanye Royal Pop dinilai berpotensi mengikuti jejak serupa. Jika benar, produk ini akan diposisikan sebagai aksesori gaya hidup yang fleksibel.

Strategi tersebut sejalan dengan karakter Swatch yang kerap bermain pada unsur warna, bentuk, dan budaya populer. Pendekatan ini juga membantu merek menjangkau konsumen yang lebih muda.

Pasar menanti peluncuran terbatas

Peluncuran Royal Pop diperkirakan memicu minat tinggi dari kolektor dan penggemar jam tangan. Antusiasme pasar diprediksi menyerupai euforia MoonSwatch saat pertama kali dirilis.

Produk ini untuk sementara hanya tersedia di toko Swatch terpilih di Amerika Serikat. Ketersediaan yang terbatas berpotensi menambah daya tarik di mata konsumen.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan pandangan mantan CEO Audemars Piguet, François-Henry Bennahmias. Ia pernah menilai proyek seperti MoonSwatch penting untuk mengenalkan horologi kepada generasi muda.

Di sisi lain, Audemars Piguet sendiri baru saja merilis model 150th Heritage yang menonjolkan kemampuan teknis tinggi. Rekam jejak itu menunjukkan bahwa merek tersebut tetap kuat di segmen jam mewah sekaligus terbuka terhadap eksplorasi baru.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!