Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Bikin Penasaran

Lifestyle Anindya Kirana Putri 24 Mei 2026 17:08 WIB 7
Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Bikin Penasaran

Swatch kembali mengguncang dunia horologi lewat kolaborasi mengejutkan dengan Audemars Piguet, setelah sebelumnya sukses bekerja sama dengan Omega dan Blancpain. Proyek anyar bertajuk Royal Pop itu belum menampilkan gambar resmi, tetapi sudah memicu perbincangan luas di kalangan kolektor dan penggemar jam tangan.

Kolaborasi ini menarik perhatian karena Audemars Piguet bukan bagian dari grup Swatch, sehingga kemunculannya dinilai lebih tidak terduga dibanding kerja sama sebelumnya. Produk perdana Royal Pop dijadwalkan meluncur pada Sabtu, 16 Mei, dengan distribusi terbatas di toko Swatch tertentu.

Kolaborasi Swatch dan Audemars Piguet

Langkah Swatch menggandeng Audemars Piguet menambah daftar kolaborasi yang menyedot perhatian pasar jam tangan global. Sebelumnya, perusahaan asal Swiss itu sukses dengan MoonSwatch bersama Omega, yang kemudian menjadi fenomena internasional.

Kesuksesan serupa juga terlihat pada kerja sama dengan Blancpain, ketika Swatch menghadirkan reinterpretasi Fifty Fathoms dalam versi yang lebih terjangkau. Pola itu membuat publik menaruh ekspektasi tinggi terhadap proyek terbaru yang dibawa Swatch.

Berbeda dari Omega dan Blancpain, Audemars Piguet berdiri di luar struktur kepemilikan Swatch Group. Kondisi itu membuat kemitraan Royal Pop dinilai lebih berani dan memiliki nilai kejutan yang lebih besar.

Di tengah minimnya informasi resmi, kolaborasi ini tetap berhasil menciptakan eksposur kuat sebelum produk diluncurkan. Strategi tersebut menunjukkan bahwa Swatch masih piawai membangun antusiasme pasar melalui pendekatan kolaboratif.

Petunjuk Desain Royal Pop

Hingga kini, Swatch belum merilis tampilan final Royal Pop secara resmi. Namun, sejumlah petunjuk dari materi promosi memberi gambaran awal mengenai arah desain produk tersebut.

Teaser yang beredar menampilkan tali berwarna cerah yang menyerupai gantungan atau lanyard. Elemen itu memunculkan dugaan bahwa Royal Pop dapat dirancang sebagai jam saku atau aksesori yang mudah dikenakan.

Selain itu, desainnya disebut akan membawa karakter khas Royal Oak milik Audemars Piguet. Ciri paling menonjol yang diduga hadir adalah bentuk oktagonal ikonis yang selama ini identik dengan model tersebut.

Swatch juga menampilkan instalasi promosi bertema pop-art di sejumlah gerai terpilih. Visualnya terinspirasi karya Andy Warhol, lengkap dengan warna-warna cerah dan ilustrasi mesin otomatis Sistem51 milik Swatch.

Rilis Terbatas di Toko

Produk Royal Pop dijadwalkan meluncur pada Sabtu, 16 Mei, dengan penjualan yang hanya dilakukan secara langsung. Saat ini, jam tersebut disebut hanya tersedia di toko-toko Swatch tertentu di Amerika Serikat.

Model distribusi terbatas itu berpotensi menambah rasa penasaran calon pembeli. Dalam banyak kasus, strategi semacam ini justru memicu permintaan yang lebih tinggi karena menciptakan kesan eksklusif.

Penggemar jam tangan juga menunggu apakah Royal Pop akan mengikuti jejak MoonSwatch yang sempat diburu massal. Pada peluncuran sebelumnya, antrean panjang dan kerumunan besar terlihat di berbagai kota dunia.

Dengan tingkat antisipasi yang tinggi, perilisan Royal Pop diperkirakan kembali menjadi sorotan media dan komunitas kolektor. Kombinasi nama besar, distribusi terbatas, dan desain yang masih misterius menjadi faktor utama yang mendorong minat publik.

Dampak Pasar Horologi

Fenomena kolaborasi seperti ini dinilai relevan untuk memperluas akses masyarakat terhadap dunia horologi. Mantan CEO Audemars Piguet, François-Henry Bennahmias, bahkan pernah menyebut model seperti MoonSwatch sebagai langkah positif.

Menurutnya, kolaborasi semacam itu bisa mengenalkan jam tangan kepada generasi muda tanpa menggerus integritas merek mewah. Pandangan tersebut kini kembali relevan seiring munculnya Royal Pop di pasar.

Audemars Piguet sendiri baru saja mengeksplorasi kembali konsep jam saku melalui model 150th Heritage. Produk itu disebut sebagai salah satu karya paling kompleks yang pernah dirilis oleh merek tersebut.

Secara historis, Audemars Piguet memang memiliki rekam jejak panjang dalam pembuatan jam saku. Salah satu model langkanya, Grosse Pièce, bahkan pernah terjual hingga US$ 7,7 juta dalam lelang Sotheby's.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!