Stres Bisa Picu Kembung, Ini Penjelasannya

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 23:07 WIB 6
Stres Bisa Picu Kembung, Ini Penjelasannya

Stres dan emosi yang memuncak tidak hanya berdampak pada kondisi मानसिक, tetapi juga dapat memicu gangguan fisik, termasuk kembung dan begah. Para ahli menjelaskan, sistem pencernaan bisa ikut terganggu meski pola makan seseorang tidak berubah.

Rebecca Ditkoff, konselor makan dan pemilik praktik Nutrition by RD di New York City, menilai usus memiliki keterkaitan kuat dengan sistem saraf. Saat tubuh berada dalam tekanan, respons pencernaan dapat berubah dan membuat perut terasa tidak nyaman.

Stres dan Kembung

Saat stres meningkat, tubuh masuk ke mode fight-or-flight atau siaga menghadapi ancaman. Dalam kondisi ini, sistem saraf mengalihkan fokus dari pencernaan ke upaya bertahan hidup.

Melissa Groves Azzaro, RDN, menjelaskan bahwa tubuh pada dasarnya memiliki dua mode utama, yaitu fight-or-flight dan rest-and-digest. Ketika tekanan emosional muncul, hormon stres seperti kortisol, epinefrin, dan norepinefrin meningkat.

Akibatnya, aliran darah lebih banyak diarahkan ke otot, bukan ke sistem pencernaan. Kontraksi otot pencernaan dan produksi sekresi juga menurun sehingga proses cerna melambat.

Usus dan Respons Saraf

Sistem saraf enterik bekerja di saluran pencernaan dan menjadi bagian dari sistem saraf otonom. Sistem ini berperan penting dalam mengatur gerak usus dan proses pencernaan.

Menurut Ditkoff, usus kerap disebut sebagai otak kedua karena sangat dipengaruhi oleh kondisi saraf. Hubungan ini membuat emosi dapat tercermin langsung pada fungsi pencernaan.

Ketika pencernaan melambat, makanan berada lebih lama di perut dan tidak terurai dengan optimal. Kondisi tersebut membuat gas lebih mudah terperangkap sehingga perut terasa kembung.

Dampak Stres pada Tubuh

Reaksi tubuh terhadap stres tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian orang mengalami kembung, sementara yang lain merasakan kram perut atau diare.

Dalam beberapa kasus, stres juga dapat memicu kambuhnya gangguan pencernaan kronis. Saat tekanan meningkat, gejala yang sebelumnya terkendali dapat muncul kembali dengan intensitas lebih kuat.

Ditkoff menegaskan bahwa respons ini umum terjadi dan dialami banyak orang. Ada yang justru makan berlebihan saat stres, namun ada pula yang merasa mual dan kehilangan nafsu makan.

Cara Meredakan Begah

Langkah utama untuk mengurangi kembung akibat stres adalah mengembalikan tubuh ke fase rest-and-digest. Pada fase ini, hormon stres menurun dan sistem pencernaan dapat bekerja lebih normal.

Ditkoff menyarankan makan dalam kondisi yang tenang agar tubuh dapat mencerna makanan dengan lebih baik. Namun, melewatkan makan saat stres juga tidak dianjurkan karena dapat memperburuk kondisi tubuh.

Menjaga napas tetap teratur, memberi jeda sebelum makan, dan memilih suasana yang nyaman dapat membantu. Dengan cara itu, tubuh lebih mudah memulihkan keseimbangan dan risiko begah bisa berkurang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!